Cinta dalam Hati

Cinta dalam Hati
Bab 50 Penjelasan


__ADS_3

Hari ini kami bebas mau ke mana pun, karena keesokkannya kami akan melanjutkan perjalanan ke Semarang. Jadi hari ini bisa digunakan buat mutar-mutar dengan kawan-kawan. Sembari menunggu Milli mandi, aku telah bersiap dan duduk di teras depan. Selang tak berapa lama, sebuah mobil bewarna biru berhenti tepat di depan tempatku duduk.


Dari pintu belakang, turun satu per satu kaki ‘jenjang’ mengenakan hak tinggi warna ungu. Perlahan keluar gadis dengan rambut panjang terurai mengenakan pakaian yang serba pas dan cocok di badannya. Wajahnya cantik sekali, aku sampai terpana melihat kecantikan gadis itu. Dia berjalan ke arahku, wajahnya itu tampak tidak asing.


“Heh, kamu…” aku terperangah tersentak mendengar kata itu keluar dari mulutnya. Mungkin dia bicara dengan orang lain. ku tengok arah belakang, namun belum ada orang selain aku. Nah, sekarang aku ingat, dia itu gadis yang kemarin berantem dengan Akel. Sayang sekali wajah cantik, kok bicaranya kasar “eeehh.. malah bengong!!”


“Kamu bicara denganku??” mengerjap-ngerjap mata seolah tak percaya.


“Iya.. sama siapa lagi? Sama dinding?”


“Ada apa?” tiba-tiba tangannya langsung menarikku..


“Kamu ikut aku” terus menarikku dengan kasar, dan tentu ku tahan tak menerima kelakuannya yang tiba-tiba begitu.

__ADS_1


“Mau kemana?” sedikit menarik tangannya agar dilepaskan.


“Ikut saja!” katanya geram, kembali dia menarik tali tas ku.


Tampak dari pintu Milli tergopoh-gopoh melihatku ditarik kayak kambing masuk ke taksi yang tepat berdiri di hadapanku. Aku belum sempat berkata apa-apa pada Milli aku telah didorong gadis itu masuk ke dalam taksi tadi.


“Baik lah, aku ingin kejelassan dari ini semua! Tunggu kami di sana! lihat siapa yang aku bawa!” dia berbicara dengan seseorang di telepon.


Ada apa ini? Kenapa aku merasa seperti diculik? Aku hanya bersungut dalam hati, memperhatikannya menatapku dengan sinis. Hendak dibawa kemana aku tak tahu. Yang pasti semua tempat di sini tak ada yang aku tahu. Taksi ini berhenti di depan sebuah café yang entah berada di kawasan apa. Sama seperti sebelum naik taksi aku ditarik, untuk turun pun ditarik, kembali ku memberontak.


“Kamu ikuti saya!” tak banyak bicara aku hanya mengikuti dia di belakang. Mengikuti lorong café yang berujung di taman yang asri..


“Ngapain lu bawa dia ke sini? Dia tak tahu apa-apa!”

__ADS_1


Suara itu milik Akel, gawat ini. Sepertinya aku terlibat dalam masalah besar, sementara aku tak tahu ini arahnya kemana.


“Jelaskan padaku Ry! Sebenarnya hubungan kalian ini bagaimana? Kenama kamu selalu melihatnya dengan cara yang berbeda? Kenapa perlakukanmu pada dia berbanding terbalik dengan aku?”


“Kami tidak ada hubungan apa-apa kok mba, kami hanya teman satu kuliah di kampus, hanya teman biasa, jangan salah paham!” sahutku mencoba membela diri, meski dia tidak bertanya langsung kepadaku.


Kembali gadis yang dipanggil ‘Pon’ yang mungkin saja namanya Popon itu menatapku dengan sinis memangku tangannya seolah menantang Akel..


Namun dengan wajah tanpa ekspresi Akel hanya bikang,“Bukan urusan lu!” dengan ketus. Lalu berjalan ke arahku dan merangkaikan jemarinya dalam jemariku mengajak meninggalkan tempat ini. Entah kenapa aku patuh dan menurut saja, seperti terhipnotis oleh matanya. Jujur aku bingung, mengapa berada di situasi ini? Kenapa harus aku? Aku tak pernah bermaksud untuk memperburuk keadaan orang lain. Tiba-tiba aku tersentak, si gadis bernama ‘Pon’ menarik Akel.


“Sebenarnya hubungan kalian bagaimana? Apa dia yang menyebabkan kamu ninggalin aku? Siapa dia?” seolah mengemis dan menangis gadis itu tak berhenti mencaracau terhadap laki-laki tak berperasaan yang tak mau melepaskan genggaman diantara jemariku. Perasaan ini? aku merasa malu... degub jantungku semakin kencang, seperti terhipnotis, ku pun tak ingin melepas genggaman itu.


“Yang jelas itu bukan urusan lu! Jangan ganggu dia! gue akan membawanya.” Aku hanya bisa diam masih dalam keadaan bingung, bingung memperhatikan tangan kami yang masih terpaut. Kembali aku ditariknya menuju parkiran.

__ADS_1


“Kalian kenapa Kel? Aku mohon, jelaskan pada dia bahwa kita ini tidak ada hubungan apa-apa!” akhirnya aku tersadar kulepaskan genggamannya. Aku maluuu....


“Aku akan mengantarmu pulang.”


__ADS_2