Cinta dalam Hati

Cinta dalam Hati
Sesion 2 Bab 19


__ADS_3

Melihatnya tertidur lelap, tepat di hadapanku, membuat perasaanku cukup tenang. Lama-lama kuikut tertidur. Tersentak ketika suara agak berisik dari luar.


Kami sudah sampai di pelabuhan, ternyata sudah hampir pagi. Kulihat, gadisku masih dalam lelapnya, ingin mengajaknya ke atas agar melihat pemandangan yang langka, tapi mungkin dia masih butuh istirahat.


Kulangkahkan kaki menuju dek, kapal sudah bergerak meninggalkan dermaga. dari tengah laut, tampak bola-bola api kecil melompat dari sebuah gunung yang makin lama makin tinggi berdiri.


Anak krakatau, sebuah fenomena alam yang megah memutus antara laut Lampung dan Laut Sunda. Suhu udara sangat dingin, angin menebarkan bau laut yang sangat segar.


Aah, seandainya aku bisa menikmati ini dengan seseorang. Lambat laun, semburat merah di ufuk timur tampak sangat indah.


“Hey… nggak tidur ya?” apa? Panjang umur ni anak. Kenapa dia hanya sendiri saja?


“Udah… tapi terbangun waktu bis kita masuk ke lambung kapal”


“Jadi udah dari tadi di sini?”


“Bisa dibilang begitu. Kamu sendiri?”



“Tadi aku terbangun. Oh iya… batrai hapemu habis. Ku taruh dalam tas ku saja, nanti ku kembalikan” dia tampak kedinginan, pasti dingin, mentari belum menunjukkan kuasanya untuk menghangati, ditambah angin laut yang membuat seluruh persendian gemetar, dia tidak menggunakan jaket ke sini.


Kulepas jaket yang tengah kupakai, dia mau nggak ya menerima ini? Langsung kupasangkan ke dia yang tengah kedinginan. Sebenarnya pengen langsung memeluk dia dari belakang, tapi belum boleh.. itu biar nanti saja, saat saksi mengatakan 'sah', dia terlihat salah tingkah lagi. Seandainya dari dulu ada kesempatan seperti ini..hmmm..


“Oh… iya… nggak apa. Kamu dah sholat belum?”


“Belum nih…”


“Sholat yuk… waktu Subuh dah masuk nih”


“Ayuk…”


Usai sholat, kembali kuajak ke tempat tadi. Refleks tangan kurang ajar, gara-gara hati terus melonjak-lonjak bahagia bersamanya menarik dia dengan mesra. Dan dianya hanya menurut saja.


Sudah tampak bayangan bewarna hijau kehitaman, “Itu pulau Jawa!!!” kataku dan tetiba seperti baru sadar dari lamunan.


"Kamu kenapa?" aku heran liat dia tengah menepuk-nepuk kedua pipinya.


"Enggak.." jawabnya singkat.


“Kamu kan ingin sekali ke sana”


“Emang si” dia menyandarkan dagunya.


“Kenapa kamu ingin ke sana?”


“Kamu sendiri bagaimana hubunganmu dengan pacarmu yang di kampungmu itu?"


Ya elah, orang nanya malah balik nanya.“Kenapa kamu selalu menanyakannya?”


“Pengen tahu aja kok, emangnya nggak boleh?”


“Baiklah, aku akan crita. Dia adalah orang yang sangat ku sayang. Aku tak ingin melepaskannya, karena aku telah lama menyayanginya”


“Emang udah berapa lama?”


“Selama tiga tahun ini, perasaanku tak berubah sedikitpun padanya”


“Hemmm… lama juga ya?”


“Pasti pacarmu itu bahagia saat bersamamu”


“Nggak tahu juga?”


“Kok gitu? Kamu selalu bertemu dengannya kan?”


“Pasti ketemu lah… namun, dia tak tahu perasaanku padanya”


“Oh… jadi gitu? Aku sering baca puisimu di Genta. Ternyata itu maksudnya?”


“Emang kenapa?”


“Yuki… kamu dari mana? Kok nggak ngajak aku?” Mili muncul bersama Anggi diikuti oleh teman-teman lainnya. Aduuh, mereka lagi. Mengganggu saja. Padahal waktu kami untuk berdua sangat sedikit.


“Tadi kamu tidurnya lelap sekali, aku jadi tak tega bangunin kamu. Makanya aku pergi saja.”


“Dengan dia?” Anggi menunjuk ke arahku dengan tidak sopan.


“Enggak, tadi dia udah duluan sih. Aku tadi jalan sendiri saja.”


“Kalau sama gue pun nggak masalah.,” ucapku disambut Anggi melotot padaku.


“Sudah-sudah. Ngapain juga ngeributin yang tidak penting? Mending kita melihat pemandangan! Lihat! Ada lumba-lumba!” tidak apalah, melihat keindahan ini bersama yang lainnya.


***


Kami sampai di Lokasi kampus, udah sangat sore. Semuanya terlihat sangat lelah. Aku pun lelah, memanggil Dirga untuk menjemput.


Awalnya Dirga ingin bertemu dengan gadis bernama Yukita itu, tapi ternyata dia sudah menghilang. Mungkin sudah masuk asrama dan beristirahat. Dirga mengantarku pulang, dan ia pun pulang. Karena tubuh benar-benar lelah, aku butuh kasur..kasur.

__ADS_1


Lagi-lagi terdengar suara azan Subuh yang sangat jelas dari kamar ini. Oh iya, apa kabar cintaku yang ada di sana? apakah dia merasa nyaman? Usai subuh, langsung ku cari kontaknya yang ada di hapeku. Telepon ngga ya? Telepon!


“Halo?” terdengar sauaranya dari seberang.


“Halo, Yukita… gimana kamarnya? Nyaman?”


“Waduh gila? Kamarnya sempit banget. Kamu sendiri gimana?”


“Aku? Aku nggak tidur di asrama”


“Terus di hotel?”


“Ye… emangnya uangku banyak?”


“Terus di mana?


“Di rumah”


“Rum…mah?”


“Iya… rumahku…”


“Kamu punya rumah di Bandung?”


“Ya… di sinilah asalku”


“Oh… jadi kamu asli sini toh? Eh, udah dulu ya? Aku mau cari sarapan dulu”


“Sama siapa?”


“Sendiri”


“Kok nggak ajak yang lain?”


“Mereka masih tidur”


“Aku ke sana ya?”


“Nggak usah… nanti ngerepotin kamu? Mungkin aja rumahmu jauh dari sini?”


“Nggak apa! Bahaya tahu? Cewek yang buta wilayah ini jalan sendirian”


“Oh iya? Kalau gitu aku tunggu. Tapi aku mau cari telepon dulu. Nanti ku chat lagi”


“Oke… aku akan ke sana”


Heran dengan dia, kenapa berani-berani aja sendirian kemana-mana. Di sangka ini kotanya apa? Ku langsung mandi dan bergegas menuju tempatnya. Sebelumnya pamit dulu dan langsung kubawa matic antik kesayangan, sudah lama tidak digunakan.


“Kel...”


“Hmmm..??”


“Nanti sebelum balik kita mencari tempat jual isi ulang pulsa yuk?”


“Kenapa?”


“Pulsaku habis.”


Ooh, karena itu dia manyun. Kebetulan pulsaku banyak, kubagi saja lah. “Mantan penjual pulsa kehabisan pulsa nih?” tak lama terdengar laporan di hapeku dan hapenya.


“Lho? Kenapa kamu isikan? Aku kan nggak minta kamu ngisiin? Ini malah banyak lagi?”


“Udah! Makan aja sanah! Cerewet banget!”


“Tapi...” ssssttt! Kusumbat mulutnya biar tidak ngomong terus.


“Selesain cepat! Bentar lagi kita ada acara!”


Habis mengantarnya pulang, kulaju motor secepatnya untuk balik ke rumah untuk bersiap.


“Harry, barusan ada yang nyari kamu?”


“Siapa Mah?”


“Tidak tahu, katanya nanti dia menelepon lagi.”


“Kenapa dia tidak menelepon ke hape saja?”


“Tadi katanya tidak punya nomor hapemu.”


“OOOh, ya udah kalo gitu aku siap-siap dulu ya Mah. Aku mau ke Unpad, ada acara.”


***


Acara diadakan di aula, langsung kutuju aula. Semua teman sudah siap di posisinya masing-masing. Wah, itu.. aku duduk dekat mereka saja. “Aku duduk di sini, boleh nggak?”


“Tentu saja boleh,” jawabnya serempak dengan Mili.


Saat tengah seminar, tampak dia menerima telepon dan keluar dari aula. Cukup lama dia di luar, dan masuk kembali ke dalam dengan wajah bingung.

__ADS_1


“Kok lama?” tanya Mili.


“Ini, Aldi marah-marah padaku.” Kemudian dia tampak sibuk chatting dan beberapa saat kemudian dia tampak gemetaran.


“Ki, kamu kenapa? Kok nangis?” tanya Mili, ku lihat hapenya terjatuh dan Mili membaca pesan yang membuat Yukita kaget.


“Kurang ajar banget tu orang?” ujarnya geram.


“Ada apa?” Mili menyerahkan hape dengan layar tertulis


[Heh, gue tw lu ke Bandung. lu mau jual diri kan?


Kenapa gak coba dulu dengan gw dulu?]


Hah, si kurang ajar ini. kalau ada di depanku pasti langsung kutonjok.


^^^[Heh, lu brengsek! Jangan kurang ajar dengan Yukita ya]^^^


[Siapa nih?]


^^^[Gue Akel!]^^^


[Oooh, elu! Jadi kalian memang dekat kan?]


^^^[Emang kenapa?]^^^


[Gue tahu sejak awal, lu itu sudah menyukainya sejak dulu


Gue jadiin dia pacar untuk mencoba dia bagaimana


Kayaknya dia sangat nikmat]


Apa? Si kurang ajar ini benar-benar bikinku geram. Eeh, batrainya habis, ku sempatkan untuk menghapus semua sisa chat dan kuserahkan lagi padanya. Ku lanjutkan di hapeku


^^^[Heh, brengsek!^^^


^^^Lu pikir semua wanita itu sama kayak wanita-wanita di sisi lu?]^^^


[Haha, semua wanita itu sama saja


Berikan dia kemewahan, dia bisa lo miliki


Mungkin saat ini masih belum


Nanti suatu saat gw akan menyerahkan sendiri pada lu,


saat dia sudah jadi sisa gw]


^^^[haha, lu jangan mimpi^^^


^^^lu tahu, siapa yang saat ini dia cinta?^^^


^^^Emangnya lu tahu^^^


^^^Tentu saja gw tahu^^^


^^^Karena yang dia cinta itu hanya gw^^^


^^^Mimpi lu!^^^


^^^Gw akan menjadi pelindungnya^^^


^^^Kapan pun dan dimana pun^^^


^^^Gw pastikan, lu tak akan bisa melihat dia^^^


^^^Selama gw di sisinya!^^^


^^^Camkan itu!]^^^


“Emangnya kalian ngomong apaan?”


“Ah, Cuma say hello doang.”


“Ya nggak mungkin lah? Wajahnya semenakutkan tadi Cuma ‘say hello’ doang?”


Makin lama, dia tampak lebih tenang. Aku akan selalu melindungimu. Aku janji!


Lalu kami berkeliling kampus hingga selesai. Sebenarnya membosankan, tetapi objek pandanganku hanya satu. Memperhatikan semua yang dilakukannya, melihat ekspresinya, itu cukup bagiku.


~~~`~


...PENGUMUMAN...


Berhubung Otor akan menjalankan mission impossible selama seminggu ke depan, untuk sementara Detektif Muda dan Cinta dalam Hati Hiatus hingga Missi yang otor kerjakan dinyatakan *berhasil*


Jadi otor akan up lagi insya Allah pada tanggal 22 November..


Mohon dukungan yang banyak yaa.. biar otor makin semangat..

__ADS_1


love u all...


__ADS_2