
Lewat waktu Magrib, kami sampai di gerbang Unpad
Yang aku tahu, Unpad memiliki dua lokasi kampus. Satu di Dipati Ukur ini, dan satu lagi kalau nggak salah di Jati Nangor. Dan Fakultas Hukumnya ada di Dipati Ukur ini. sampai di Fakultas Hukum nya, kami semua turun dari Bis dan Pihak Unpad menyambut kedatangan kami.
Mungkin mereka terkejut, karena perserta studi Banding kali ini cukup banyak. Walau pihak ‘mereka’ mengadakan berbagai acara untuk menyambut kami, kami dengan tubuh yang kelelahan hanya bisa terkulai lemas di atas kursi sambil tidur-tiduran. Mungkin mereka mengerti apa yang kami rasakan, akhirnya mereka menyudahi acara penyambutan itu dengan segera.
Sebenarnya aku malu pada panitia, mereka sudah bersusah-payah membuat acara penyambutan untuk kami, namun kami semua nggak ‘ngeh’ dengan penyambutan itu. Maklumlah… kami semua sangat kelelahan karena perjalanan lintas pulau ini.
Setelah acara diselesaikan walau tidak sesuai dengan rencana, para mahasiswa yang menggunakan almamater dongker, dilengkapi dasi yang menggantung di leher mereka tampak apik mereka gunakan. Semuanya serempak menggunakan bawahan hitam, panjang, dan dalamnya serempak menggunakan kemeja putih. Kesannya, benar-benar paduan yang tepat. Mereka menyambut kami dengan dengan ramah.
“Baiklah… mungkin teman-teman dari Andalas telah merasa lelah. Kami para panitia acara akan mengantarkan teman-teman semua ke tempat peristirahatan yang telah disiapkan oleh pihak Rektorat Universitas Padjadjaran”
“Terimakasih”
Lalu kami mengikuti mereka, yang cewek mengikuti panitia perempuan. Dan sebaliknya, yang pria mengikuti panitia pria.
***
Aku telah berada di kamar tempat peristirahatan kami. Satu kamar diisi oleh enam orang, kamarnya tidak terlalu besar. Namun, apa boleh buat? Mungkin ‘mereka’ mengira yang ikut studi banding ini, sedikit. Jadi, kamar yang rencananya diisi oleh tiga orang saja itu terpaksa diisi jadi enam orang. Tapi, aku tetap bersyukur karena lebih baik bersempit-sempit ria daripada tidur di jalanan.
Tentu saja Mili sekamar denganku, terus ada Chika, dua orang dari kelas lain yang bernama Fira dan Siska, dan satu lagi dari Unand ‘Bawah’ bernama Rema. Setelah semua barang masuk, aku langsung mencari kamar mandi, namun antrian telah panjang.
Cukup lama antri, akhirnya aku dapat giliran mandi, setelah mandi aku langsung tidur, sedangkan teman-teman pada makan dulu. Karena badanku sangat lelah, rasanya tubuhku jadi meriang. Paling setelah istirahat nanti, aku akan sehat kembali. Ini adalah hal yang biasa bagi ku, apabila lelah aku langsung demam, setelah istirahat aku langsung sembuh.
💖💖💖
Aku terbangun subuh, teman-teman lainnya masih terlelap. Nanti jam sembilan pagi akan ada seminar Pekenalan dan Bedah Kampus Unpad di Aula milik kampus ini. ku periksa hape, dan ada pesan yang masuk.
Ki… udah nympe belom? Kalau udah kasih tau uni ya!
^^^Ni, Yuki udah sampai.^^^
__ADS_1
^^^Ini baru bangun.^^^
^^^Yuki sudah di asrama.^^^
^^^Beritahu Ibu dan Ayah ya Ni!^^^
Oh, syukurlah kalau udah sampai.
Ibu cemas mikirin kamu. Iya, nanti uni kasi tau
Ada pesan dari Anggi
Gimana kamarnya? nyaman?
^^^lumayan lah Ang..^^^
^^^Ang, kita cari sarapan yuk?^^^
Aku bangkit hendak mencari kios pulsa di luar area asrama ini, tapi ada sebuah panggilan dari ‘Misterius Boy’
“Halo?”
“Halo, Yukita… gimana kamarnya? Nyaman?”
“Lumayan lah Kel, Kamu sendiri?”
“Aku? Aku nggak ikut tidur di asrama ”
“Terus di hotel?”
“Ye… emangnya uangku banyak?”
__ADS_1
“Terus di mana?”
“Di rumah”
“Rum…mah?”
“Iya… rumahku…”
“Kamu punya rumah di Bandung?”
“Ya… di sinilah asalku.”
“Oh… jadi kamu asli sini toh? Kalau gitu udah dulu ya? Aku mau cari sarapan dulu”
“Sama siapa?”
“Sendiri.”
“Kok nggak ajak yang lain?”
“Mereka masih tidur”
“Aku ke sana ya?”
“Nggak usah… nanti ngerepotin kamu? Mungkin rumahmu jauh dari sini?”
“Nggak apa! Bahaya tahu? Cewek yang buta wilayah ini jalan sendirian”
“Oh bener juga, Kalau gitu aku tunggu. Tapi aku mau cari tempat jual pulsa dulu. Nanti ku chat lagi”
“Oke… aku akan ke sana”
__ADS_1