
Waaahh.. akhirnya aku sampai, tampak beberapa biss kampus berjejer untuk mengangkut kami anak fakultas hukum yang akan mengikuti study banding. Terus kucari bis yang membawa angkatan kami, akhirnya ketemu, dan ternyata mesinnya sudah dinyalakan, segera ku naiki dan terdengar sambutan Mili.
"Yuki… kok telat sih? Wah… kamu keringetan?”
“Iya ni… tadi Ibu nggak banguni aku. Aku duduk dimana?” Mili sudah ada teman di sebelahnya yaitu Anggi.
Bis kampus kami itu sudah penuh oleh teman-teman yang ternyata banyak sekali yang ikut. Lalu Mili menunjuk bangku kosong yang tepat berada di belakangnya.
“Eh… sebelahmu kosong ya? Boleh aku duduk di sana?” tanpa menjawab, dia langsung berdiri dan memberiku jalan menuju bangku kosong dekat jendela.
Tapi aku mau masukkan tas ransel kecil yang biasa ku bawa ke kampus ke kabin yang ada di atas tempat kami akan duduk. Karena tas itu lumayan berat, aku jadi kesusahan memasukkannya ternyata malah jatuh langsung disambut dengan cekatan oleh pria ini, kemudian memasukkannya tanpa bilang apa-apa.
Sedangkan tas ransel yang berisi semua perlengkapan untuk perjalanan ini, berada di bagasi bis ini.
“Kok telat? Pakai acara perpisahan segala dengan ‘nya’?”
“Haha… perpisahan apa coba? Toh kami udah putus”
“Akhirnya kamu putus juga dengan orang yang tak setia seperti itu. Bukannya aku jelek-jelekin dia, aku sendiri pernah lihat dia dengan cewek selain kamu”
“Hehe… aku udah lama tahu kok, dia punya pacar yang lain”
“Kenapa tidak langsung kamu putuskan?"
“Hemmm… yang jelas sekarang aku sudah putus dengan dia kan?”
__ADS_1
“Apa kamu nggak sedih putus dengannya?”
“Sedih? Ngapain juga aku sedih putus dengan orang yang sama sekali nggak disayang?”
“Tapi kenapa dulu kamu tetap mau balik dengannya lagi, jika kamu tidak ada rasa padanya?”
“I…ih… kamu banyak tanya juga? Pertama kali ku terima dia karena kasihan saja, waktu balik dulu juga karena kasihan padanya, makanya ku terima lagi”
Terasa Bis mulai bergerak. Kami akan memulai perjalanan ke Bandung? TUNGGU AKU HARRY… teriakku dalam hati…
“Kenapa? Sepertinya kamu seneng gitu?”
Pertanyaannya hanya bisa ku jawab dengan sebuah senyuman.
“Eh, aku masih penasaran dengan cerita yang tadi nih”
“Dengan mantanmu”
“Oh… itu… yang jelas hubunganku dengan Aldi telah berakhir. Aku bahagia bisa terlepas dari dia. Oh iya… kamu sendiri gimana? Gimana kabar ‘ayank’ mu itu?”
“Maksudmu?”
“Itu lho… ku lihat di buku telponmu ada ‘ayank’ itu cewek kamu di tempat asalmu kan? pasti kangen banget ya?”
Dia tersenyum smirk. Menurutku masih seperti sebuah senyuman ‘aneh’
__ADS_1
“Oh… dia”
“Iya… ‘dia”
“Dia adalah orang yang paling ku cintai."
“Waah… gimana nih ceritanya?”
“Walaupun dia menghilang, aku berhasil menemukannya lagi.”
“Lalu… kalian jadian dan pacaran?”
Dia hanya menghembuskan nafas kasar, “Ah… jangan tanya lagi!”
Huh… sebel… kalau dia nanya pasti aku jawab. Sedangkan jika aku bertanya pada nya dia selalu bilang ‘jangan tanya lagi’ lah,‘emang kenapa’ lah, atau ‘kamu nggak perlu tahu’ lah.
Sebel… sekarang ku pindahkan perhatianku ke luar yang indah. Ini adalah pengalamanku pertamaku mengadakan perjalanan yang sangat jauh. Bis kami sedang ngos-ngosan berusaha mendaki wilayah perbukitan yang lumayan curam yang membelah kota Padang dengan Solok.
Sekarang kami telah berada di Sitinjau Lauik atau Sitinjau Laut. Pemandangan yang sudah biasa ku lihat setiap jalan-jalan waktu sekolah dulu yang pasti lewat sini dulu jika ingin melihat Danau Singkarak yang ada di Kabupaten Solok.
Walau begitu, aku tak pernah bosan memandangi Kota Padang yang tampak sangat indah dari sini. Saat berada di sini, aku selalu berkata selamat tinggal kotaku yang tercinta.
Padang adalah Ibu Kota dari Provinsi Sumatera Barat. Dulu, teman-teman yang berasal dari luar Padang berkata
“Padang itu besar sekali ya?” padahal hatiku berkata besar apanya? Yang namanya kota besar itu, Jakarta, Medan, Bandung, dan kota-kota lain di Jawa.
__ADS_1
Namun, teman-teman yang berujar seperti itu membuatku sedikit bangga lahir dan di besarkan di kota ini. Padang tampak begitu cantik dari sini karena ditambah kilauan yang dipantulkan oleh cahaya matahari dari Laut yang berada persis di pesisir Barat Kota Padang.
Pokoknya, pemandangannya benar-benar indah. Diam-diam ku lihat seseorang yang duduk di sebelahku. Matanya begitu berkilau melihat pemandangan itu, dan membuat ku semakin bangga pada kota kelahiranku ini.