
Pagi hari, hatiku terasa lebih tenang. Memang tak ada cinta yang seabadi cinta-Nya. Mataku tak terlalu sembab lagi, dan Mili sepertinya memilih tidak bertanya lagi tentang hal yang kualami kemarin.
Hari ini ada acara apresiasi seni yang diadakan SSFDR, dan kami bersiap-siap untuk mengikuti acara itu.
Selagi menunggu acara dimulai, aku berdiri depan pintu masuk gedung. Terlihat juga Akel dengan seorang gadis, dia cantik sekali. Body ramping, tinggi, rambut indah, memakai dress yang ngepas ditubuhnya yang bisa dibilang aduhai, dan menggunakan high heels, berapa senti itu ya?? Kalau aku pakai, pasti langsung jatuh dan hak nya patah, hohoho..konyol sekali membayangkannya.
Apabila dibandingkan antara aku dan gadis yang bersama Akel itu, aku hanya itik buruk rupa, dia bagaikan angsa putih yang begitu cantik dan mulus. Teringat kembali banyak yang mengiraku siswa SMA, tiba-tiba aku sedikit mensyukurinya. Wajah ini ternyata tidak jelek-jelek amat, otak ku pun tak begok-begok amat, hehe..
Mereka berdua menjadi tontonan yang menyegarkan untuk mataku. Melihat Akel yang bisa dibilang lumayan tampan, dengan gadis cantik. Masih tertarik memperhatikan mereka, tapi kok agak aneh ya si ceweknya? kok dia agresif gitu ya? Hemmm, jadi yang seperti itu yang disukai Akel?
__ADS_1
Waaah, antara si pangeran kaca mata kalem mencintai wanita yang agresif ehh..sungguh tak kusangka. Mungkin aku Bakalan ditonjok sama si jutek Akel kalau ketahuan aku tidak suka dengan wanita yang dicintainya itu. Yaaaah, wajar juga siihh..gadis itu cantik, lebih tepatnya sangaaaattt cantik. Atau Mungkin saja cuma panampakan luarnya saja yang seperti itu, barangkali hatinya lembut dan sangat menyayangi Akel. Akel memang pantas mendapatkan yang terbaik, karena sebenarnya Akel itu orang yang sangaaatt baik.
Tapi ada apa dengan mereka? Dari tempatku berdiri memang tak begitu kedengaran, tapi sepertinya mereka sedang cek-cok gitu. Berdiri di parkiran dekat Jazz Hitam dan seperti ada perselisihan yang hebat. Apakah Mereka sedang bertengkar? Dengan wajah marah dia berjalan ke arahku, maksudnya akan masuk ke koridor. Si gadis cantik itu tergopoh-gopoh mengikutinya dan merangkulnya dari belakang.
“Eh, Yuki.. kenapa berdiri di sini? Masuk yuk?” Anggi menghampiriku.
“Ini, aku lagi nonton itu, hehe”
“Tapi aku ingin melihat kelanjutannya nih Ang... lagi seru-serunya..."
__ADS_1
“Aaahh..kamu .. Aku ada urusan di dalam ni, boleh aku masuk duluan?”
“Tentu...” kulambaikan tangan ke Anggi, dan kembali memperhatikan tontonan yang tadi.
Akel terus berjalan tidak peduli akan yang dilakukan gadis itu, dia melambaikan tangan dan tersenyum padaku. Tumben dia pakai tersenyum seperti itu? Aku cuek seolah tak mengenal dia aja deh, aku takut terseret masalah. Semakin dekat keberadaan mereka semakin jelas teriakan-teriakan gadis itu.
“Kembali lah kepadaku! Apa yang harus kulakukan agar aku bisa terus di sisimu?” namun Akel seolah tak peduli dan terus berjalan. “Aku tak tahu apa yang harus kulakukan Ry? Kumohon beri aku kesempatan untuk berbicara?”
Apa? Akel meninggalkan gadis itu? Apakah gara-gara kemarin seharian Akel menemaniku hingga membuat mereka bertengkar? Uuuhh, si Akel malah diam saja? Beri tahu alasan sebenarnya saja, pasti gadis cantik itu mengerti bahwa kami memang tidak ada apa-apa, terus ku ngedumel dalam hati.
__ADS_1
Akel berhenti tepat di hadapanku, eeehh dia pakai menatapku, dan kami beradu pandang.
“Jadi dia?” tanya gadis itu. Langsung kubuang muka melihat ke sisi yang lain. Kenapa aku?