
Tampak semua peserta dan panitia berdiri, pasti kami ikut berdiri. Entah mau apa lagi. Segera ku tegarkan hatiku dan mengikuti rombongan. Ternyata akan bedah kampus UNPAD yang berada di Dipati Ukur, kalau tidak salah kampus yang lainnya ada di Jati Nangor, tapi tidak tahu apakah kami akan ke sana juga. Bedah kampus ini, kami dipandu oleh salah satu dosen yang tampak tegas, bersahaja dan begitu ramah.
“Saya akan mengajak kawan-kawan dari Andalas untuk mengetahui fasilitas-fasilitas yang ada di kampus ini.” Kami berkeliling mengintari kampus, melihat ruang belajar, fasisitas e-learning yang ada, tampak mahasiswa yang asik terjun di dunia maya menikmati fasilitas wifi setiap sisi kampus serta unit-unit kegiatan mahasiswa yang banyak diminati.
Dari beberapa unit kegiatan mahasiswa yang menurutku keren-keren, namun ada satu yang paling menarik perhatianku, Serikat Seni Faculteit des Rescht (SSFDR). Ini adalah perkumpulan mahasiswa pecinta seni dan sastra. Bagi mahasiswa yang mencintai seni dan memiliki bakat, akan mendapat kemudahan untuk mengembangkan kecintaannya menjadi hobby berkelanjutan, memudahkan mahasiswa mendapatkan informasi tentang adanya lomba seni dan sastra, dan ini pula yang dicita-citakan oleh kampus kami terutama fakultas Hukum.
Setelah lelah berkeliling kampus, kami semua dijamu untuk makan siang bersama. Aku ajak Mili kembali ke asrama, namun dia ingin ikut makan bersama. Terpaksa, aku tinggal dan kembali ke kamar. Ternyata ada Chika yang tidak ikut acara makan bersama juga.
“Kamu tidak ikut makan Chika?”
“Lagi diet, Yuki sendiri tidak ikutan?”
“Masa diet siiih?? Tubuh Chika kan udah bagus?”
“Biar tetep bagus gitu, kan yayangku tetep sayang.., hehe” Aku ikut tertawa mendengar ucapan Chika barusan dan segera mengganti pakaian. “Yuki, kenapa ga ikut makan?”
“Lagi buru-buru nih”
“Mau kemana?"
“Ada deh. Aku mau nyuci baju dulu, nanti kalo udah sore tolong angkatin jemuranku ya?”
__ADS_1
“Hemmm...” Setelah menjemur baju, aku segera bersiap. “Yuki pacaran sama Akel ya?”
“Kok gitu?” pertanyaan dari Chika barusan mengejutkan perasaanku.
“Habis, Yuki deket banget dengan Akel, sedangkan aku dan temen-temen lainnya susah sekali mengajaknya ngobrol. Malah dicuekin ato dibentak, katanya mengganggu dia saja.”
“Oooh, dia memang gitu kali..”
“Kamu dan dia udah jadian ya?”
“Ah, tidak... dia sudah punya pacar kok”
“Masa sih? Kenapa aku tidak pernah lihat dia jalan dengan cewek lain?”
“Tapi dari yang aku lihat kayaknya dia suka sama kamu lho?”
“Ahh, masa sih? Tapi rasanya biasa aja kok, tidak ada yang spesial di antara kami.” tiba-tiba aku teringat saat dia menggandengku saat di atas kapal. Tiba-tiba rasanya jadi panas..ku kipas-kipas wajahku dengan kedua tanganku.
"Tuh kan, kalian beneran pacaran ya? kenapa muka kamu malah merah ceritain Dia?"
"Enggakk....."
__ADS_1
"Masaaa? Dia cuma baiknya sama kamu aja lhooo? berarti istilah Sekaran tipe tsundere... Yang maunya baik sama orang yang dia suka aja..."
"Beneran nggak ada.. dia sudah ada yang mengisi hatinya kaleee.."
“Ooohh berarti dia mau ghostingin kamu? Kalau di kampus dia sama kamu, kalau dia di tempat asalnya sama pacarnya...”
“Husstt..! jangan ngelantur ah! Akel itu seorang yang setia kok. Katanya, selama tiga tahun ini dia hanya menyayangi kekasihnya, dan tak berubah hingga sekarang.”
“Jangan percaya! Mana ada pria yang setia dengan pasangannya bila jaraknya jauh?
“Udah deehh.. jangan ngomong seperti itu lagi! Aku menghormati perasaannya dan...”
“Dan Yuki menyukainya diam-diam ya? Hehehe”
“Bukan, aku menyukai seseorang yang pribadinya seperti Akel, tapi bukan Akel.”
“Nah...”
“Nah, apa Chika?”
“Jangan-jangan Yuki emang suka sama Akel ya?”
__ADS_1
“Terserah deehh.. capek aku ngomongnya. Aku pergi dulu ya?” Tujuanku, tujuanku adalah kampus Hary. Ah..mending aku naik taksi saja. Aku masih ingat kampus yang pernah dikatakan Hary dulu. Salah satu institut teknologi swasta yang ada di Bandung.