
Ternyata Mili sudah baca… hemmm… puisi Akel… kok dia bisa nulis puisi yang… bisa dibilang sangat romantis ya?
Aku tak tahu ternyata ada sesuatu bernama rindu
Rindu itu berat dan menyakitkan
Ketika rindu merajai
Kusadari rindu itu tak lagi berhak untuk kumiliki
Kusadari rindu hanya akan membuat semakin hancur
Berbagai upaya telah dilakukan untuk membuangnya
Namun rindu terus menari dan menggelantung di tiap detak jantung
Mengejar rindu, tapi yang dirindukan membuangku
Tak menyadari kehadiranku
__ADS_1
Tak menyadari betapa sakit, menyiksa tanpa ia sadari
Rindu, kenapa terus merajam dan menyiksa
Rindu, hingga kapanpun akan kucoba membelaimu
Hingga rindu, menjadi sesuatu yang indah
meski akan tetap merindu dalam hati hingga kumati
Ternyata si muka dingin ini jago bikin puisi juga ya? Membaca itu, aku jadi kasihan, seolah dia lah yang mengalami hal itu. Entah kenapa rasanya hati ini ikut sakit, merasakan mencinta dalam hati, merindu dalam diam.
Setelah cerpenku diterbitkan, sekarang aku merasa lebih percaya diri, dan berencana akan mencoba mengirim kembali ke tabloid Genta cerpen selanjutnya.
Semakin lama, ternyata hari-hari ini terasa semakin sibuk. Aku tetap berusaha menjaga kesehatan agar aku tetep Fit saat ujian semester nanti dan IP ku bagus sehingga bisa mengajukan beasiswa. Temen-temen bilang semakin hari aku semakin kurus. Apa bila ketemu teman yang sudah lama tidak bertemu denganku, terkejut melihat keadaanku yang baru
“Hey… kemana ni daging yang membungkus tulang-belulangmu?” atau
“Sekarang tambah langsing aja?”
__ADS_1
“Eh… makin tinggi aja? Emang pakai apa?” kalau tidak
“Sekarang tambah cantik saja?”
Memangnya waktu SMA dulu aku gendut? Perasaan waktu SMA kayak-nya ukuran tubuhku proporsional? Tinggiku sedang, berat tubuh yang proporsional. Tambah tinggi? Masa sih? Perasaan waktu diukur, tinggiku segitu saja sejak dulu. Mungkin karena sekarang beratku jauh merosot jadi empatpuluh lima alias semakin kurus membuatku tampak semakin tinggi? Ada satu yang membuatku senang, ada yang bilang aku tambah cantik? Ehem…ehem… 🥰
Sempat pula Ibuku bertanya
“Yukita, Ibu perhatikan sekarang tambah kurus saja? Kamu tidak melakukan program diet kan?”
“Hahaha, tidak Bu. Masa sibuk begini Yuki diet segala?”
“Habis… sekarang kamu kurus sekali nak…”
“Ya… sekarang Yuki kan kuliah Bu? Doakan biar nilai Yuki bagus ya Bu?”
“Semua Ibu pasti mendoakan anaknya untuk meraih yang terbaik. Dan pasti pula Ibu doakan kamu jadi yang terbaik…”
“Makasi Ibu…” ke cium tangan Ibuku dengan segenap rasa hormat dan cintaku pada beliau, maafkan Yuki Bu… selama ini Yuki telah bohongi Ibu… tapi Yuki janji… akan kutebus dengan nilai yang membuat Ibu bangga pada Yuki…
__ADS_1
Bentar lagi aku akan menghadapi ujian akhir semester ganjil yang pertama. Aku meminta izin pada boss, yang juga seorang mahasiswa untuk tidak masuk kerja selama ujian. Dia mengizinkanku untuk tidak menjaga kios miliknya. Mahasiswa Akutansi semester tujuh dan dia juga harus melaksanakan ujian yang sama. Memang benar kata orang… anak akutansi kerjaannya selalu memikirkan bisnis. Tapi biarlah… toh aku dapat pekerjaan darinya…