Cinta dalam Hati

Cinta dalam Hati
Bab 34 Foto Mawar Putih


__ADS_3

Tidak sulit bagiku membuat Aldi meneleponku. Aku males menelpon dia, tapi ingin langung bicara dengannya. Dengan sebuah pesan, akan membuat dia langsung meneleponku.


Say… aku kangeeeeeeeen bangeeeeeeet denger suaramu. Telpon donk?!”


Beberapa detik setelah laporan dibaca langsung hapeku berbunyi di layarnya tertulis BUAYA dia tak tahu kapan nama itu melekat untuk nomernya, yang jelas namanya ku ganti dengan itu setelah berpikir masak-masak.


“Hallo sayang…”


“Halo Di…”


“Katanya kangen? Bilang donk…” rayunya yang membuatku jijik.


“Gimana tadi dengan adik kelasmu itu?” aku langsung to do point.


“Dia cemburu… dia menanyakan kamu itu siapa? Dan protes karena sikapku berbeda dengannya saat bicara denganmu”


“Lalu kamu bilang apa tentang aku?”


“Aku bilang kamu itu teman yang telah lama tidak bertemu”


“Kok gitu?”


“Kita kan sudah lama tidak bertemu? Terakhir ketemu dua bulan yang lalu, dan itu Cuma sebentar. Kamu bilang Ibumu menelpon dan menunggu di rumah” mendengar itu aku jadi tertawa tanpa sepengetahuannya, karena itu semua cerita bohong. Mana bisa Ibuku menelepon? Telpon rumah saja tidak punya, dan pakai hapepun Ibu tidak bisa “sayang… kamu semakin cantik saja ya sekarang?” kali ini tanpa dia tahu aku ingin muntah dengan seluruh kegombalannya.


“Kan tidak secantik pacarmu tadi?”


“Eh… enggak… kamu jauh lebih cantik.”

__ADS_1


“Alaaaah…. Gombal banget sih?”


“Sama pacar sendiri kan ngga apa ngegombal?”


“Apa kamu bahagia jalan dengan adik kelasmu itu?”


“Nggak sebahagia saat bersamamu”


Mendengar itu rasanya isi perutku mau keluar semua “Di…”


“Apa sayang?”


“Kita PUTUS…”


“Putus? Kok gitu?” suaranya langsung berubah.


“Tapi selama ini kan kamu nggak marah?”


“Tapi sekarang aku pengen kita putus”


“Kenapa?”


“Aku tak ada rasa”


“Tak apa Yukita… aku rela kalau kamu tak bisa menyayangiku… asal kamu tetap milikku!”


Jadi alasan itu tak mempan lagi ya? “Jadi kamu bahagia membuatku selalu merasa terkekang? tapi aku ingin jujur padamu, dan aku ingin kamu tahu bahwa Sebenarnya aku mencintai orang lain.”

__ADS_1


“Siapa? Pasti hanya alasan bikinanmu sendiri”


“Kamu tak perlu tahu! daripada kita main-main tak jelas seperti ini, lebih baik kita PUTUS.. dan semoga kamu langgeng dengannya, dan aku bisa melanjutkan apa yang harus aku lakukan” langsung ku nonaktifkan hapeku. Yang jelas aku memang mencintai orang lain, walaupun dia itu antara ada dan tiada.


Akhirnya ku bebas


Dari penjara cinta


Yang tercipta


Dengam seorang buaya


setelah semua kejadian ini, kuputuskan memblokir kontak Aldi, sungguh bosan dengan permainan yang tak menyenangkan ini.


kembali mencoba stalking sosmed Harry dulu yang sering aku lihat secara diam-diam. kapan dia online? foto profilnya berganti dengan gambar setangkai mawar putih.



aaahh.. kenapa harus mawar putih? apakah dia masih mengingatku? atau ada perempuan penyuka warna putih selain aku?


Tiba-tiba perasaanku menjadi ciut. Malah takut..


Namun tetap kubesarkan hatiku, bagaimana pun aku harus ketemu. jika dia memang sudah memiliki pacar yang baru, setidaknya aku bisa menjawab rasa penasaran yang terus menghantuiku.


Namun, apakah aku siap? harus siap, sedangkan aku juga telah memiliki pacar yang lain meski sudah kuakhiri dengan tegas.


harus siap, apa pun yang terjadi. tentu saja hati kecilku berharap mawar putih di foto profilnya itu menandakan bahwa dia selalu mengingatku..

__ADS_1


__ADS_2