
Menjelang sore, Chesi dijemput abangnya pulang, dan Feli dijemput abangnya jalan-jalan. Aku jadi iri melihat mereka begitu langgeng… dan membuatku menginginkan memiliki seseorang yang selalu menemaniku. Tapi itu percuma, aku tak bisa melupakannya. Dan ini hanya akan melukai hati yang lain, karena aku tak bisa menyayangi dengan sepenuh hati.
Seandainya saja… itu adalah Harry… bertemu dengan Harry…
Sorenya, Uda Yefri memberiku gaji “Da, sebenarnya aku butuh dengan pekerjaan ini. tapi di sini aku memiliki masalah. Aku mengundurkan diri ya…”
“Masalah? Begitu besarnya masalahmu membuat kamu ingin berhenti dari pekerjaan ini. emangnya masalahmu apa? Mungkin ada yang bisa Uda bantu”
“Aku putus dengan pacarku. Dia tahu aku kerja di sini. Aku takut dia dendam dan datang lagi ke tempat ini”
__ADS_1
“Hahaha… masa kaya gitu saja kamu ingin berhenti?”
Tak mungkin ku ceritakan kejadian yang sebenarnya pada uda Yefri “Gimana Da? Aku takut kerja di sini, tapi jujur… aku butuh perkerjaan”
“Masa gitu aja takut? Kalau gitu kamu mau pindah ke kios yang lain nggak? Letaknya nggak jauh dari sini, dekat halte bis operasional kampus” karena kios yang sekarang dekat pesimpangan Pasar Baru.
“Benar Da? Aku masih bisa kerja?”
“Terima kasi Da…” yes…aku tetep bisa kerja… dan tetap bisa ikut study banding dan yang paling utama bisa ke Bandung dan mencari Harry.
__ADS_1
***
Di tempatku yang baru, letaknya tak jauh dari tempatku yang lama. Dan ini dekat dengan stasiun bus kampus. Walau letaknya tak begitu jauh dari tempat yang lama, tapi Aldi tak akan mungkin menemukanku karena kawasan Pasar Baru ini, telah menjamur orang-orang yang membuka usaha kios pulsa dan hape.
Tempat baru ini juga menyediakan fasilitas warnet dan game centre, dan itu membuat tempat ini lebih rame dari yang kemaren. Di tempat baru ini merupakan RUKO, ada sebuah kamar kos untuk mahasiswa laki-laki. Untung saja di lantai satu ini memiliki toilet dan tempat sholatnya, sehingga aku tak perlu naik ke lantai dua untuk melaksanakan kewajiban sebagai umat Muslim. Nanti aku dibilang seorang cewek gatel yang senang main di kosan laki-laki lagi?
Karena pekerjaan kali ini lebih banyak dari yang kemaren, maka gajiku pun lebih besar tiap minggunya, dan menurutku itu sangat banyak… dan aku meminta Uda Yefri mengatakan pada orang yang menanyakanku di tempat yang lama untuk mengatakan bahwa aku sudah berhenti bekerja, biar tak ada lagi yang datang dan dengan tak sopan masuk ke ruang khusus karyawan. Tempat ini sangat ramai, banyak sekali anak politeknik yang mayoritas laki-laki yang menggunakan fasilitas game centre atau hanya sekedar duduk-duduk nongkrong, isi pulsa, ataupun transaksi lainnya.
Uda Yefri adalah salah satu orang yang ku kagumi dan aku segani. Dalam usia muda, dan masih bertitel ‘mahasiswa’ dia telah berhasil menjadi pengusaha sukses dengan mendirikan beberapa kios hape. Aku denger dari uda Yefri sendiri, sekitar lima belas kios yang ada di sepanjang pasar baru ini adalah usaha miliknya dengan mempekerjakan mahasiswa yang membutuhkan dana tambahan. Motonya “agar sukses, kita harus terus berusaha dan berusaha tanpa rasa putus asa. Jikapun gagal, itu adalah awal dari kesuksesan. Dan kita harus berusaha hingga batas kemampuan terkhir agar menjadi orang sukses.”
__ADS_1
Dengan motto yang dimiliki oleh Uda Yefri itu, dia tek perlu lagi susah payah mencari pekerjaan setelah menjadi sarjana ataupun setelah mengambil pendidikan keprofesian akuntan atau program ‘Akt.’ Karena kesuksesan itu pula kemanapun dia pergi, baik ke kampus, pulang ataupun ngapelin kios miliknya selalu ditemani oleh Honda Visic Turbo kesayangannya. Dan dia pernah menumpangkan aku hingga kampus dengan mobil itu, rasanya sangat nyaman naik mobil mewah… dan aku yakin… dia mampu membeli mobil itu secara cash…