Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
10. Suasana pagi di taman


__ADS_3

“ tapi aku tidak punya baju olah raga”


wajah yang tadi tersenyum senang berubah murung menundukkan wajah nya.


Kemudian seseorang masuk membawa banyak paperbag


“bi nani bantu aku membawa ini , di luar masih ada”


tampak thomas keperotan membawa tas belanjaan yang berisi barang-barang untuk Sisy.


“itu...”


tunjuk Alex sambil menolehkan wajahnya ke arah thomas yang membawa naik barang menuju kamar sisy.


Sisy hanya bisa melongo melihat banyak paperbag yang di bawa orang kepercayaan nya Alex dan bi nani serta pelayan .


“itu baju- untuk mu. Aku bosan melihat mu memakai baju yang sama setiap hari”.


Sisy berdecik kesal “itu karena kamu tidak mengijinkan aku mengambil barang-barang lama ku yang ada di kosan”


Namun Alex hanya tersenyum menyeringai. Lalu bangkit dari tempat duduk nya menuju tangga


“ cepatlah ganti baju” lalu berjalan menuju kamar.


Sisy nampak antusias menuju kamar. Pasalnya dia akan menghirup udara luar yang beberapa hari ini tidak ia temui. Ganya terkurung di dalam rumah.


Membuka beberapa paperbag dan mencari baju olah raga serta sepatu .


“ini dia, ...”


lalu memakai nya dan buru- buru menuruni tangga.


Nampak Alex sudah menunggu di ruang tengah.


“kita mau jongging di mana?” tanya sisy begitu sumringah.


“hanya di halaman belakang.


Kamu terlihat begitu senang, kenapa?”


tanya Alex sambil mulai berjalan menuju pintu depan.


Sisy melirik di sekitarnya


“mau jogging saja kenapa harus di ikutu para bodyguard? Sama asisten pribadi nya pula?”


gumam nya dalam hati.


“kenapa?”


sambil menoleh memperhatikan Sisy yang nampak bingung.


“ehhh... enggak..ayo ....”.


ajak sisy menarik tangan Alex.


Alex melirik pegangan tangan itu dan tersenyum kecil.


Kemudian mereka berdua berjalan menuju halaman belakang rumah mewah itu dan empat bodyguard yang mengikuti dari belakang.

__ADS_1


“wahhh....... ternyata belakang rumah ini ada kebun yang sangat luas. Seperti taman kota. Bagus banget “


sisy masih terkagum-kagum dengan keindahan halaman belakang rumah mewah tersebut.


Seperti taman kota, ada jogging track dan beberapa tempat duduk di tengah taman.


Di sertai pepohonan hijau yang sangat rindang.begitu luas.


di ujung paling belakang taman tampak pohon hijau yang menjulang tinggi memenuhi mini taman .


seperti taman kota tapi private.


hanya sang penghuni rumah itu yang bisa menikmati nya.


“kenapa tidak dari kemarin- kemarin kamu memberitahuku kalau di belakang rumah kamu ada taman sebagus ini? Ini sangat menyenangkan”.


Sambil terus berjalan melihat dari ujung sampai ujung taman tersebut di sertai senyum sumringah yang menghiasi wajah sisy di pagi yang cerah.


“kalau kamu bersikap baik dari awal aku akan memberikan mu segala nya ”


cibir alex sambil tersenyum meledek.


“ishhh.... “


sisy nampak kesal dengan sindiran alex.


“ apa kamu sudah mempertimbangkan pembahasan kita pas di meja makan kemarin?”


memiringkan tubuhnya sambil menatap ke arah wajah pria tampan tersebut.


“apa keuntungan ku kalau aku menyetujui permintaan mu itu?”


Namun alex mengucapkan nya dengan nada datar.


“keuntungan mu uang mu bisa kembali”


jawab Sisy ragu-ragu.


“uang yang sudah aku belanjakan tidak aku harapkan kembali. Aku hanya ingin memakai barang yang aku beli itu”


ucap Alex dengan nada tegas sambil mendekatkan wajahnya ke wajah sisy.


membuat wanita itu semakin bergetar .


jantung nya berdetak tak karuan.


Antara takut dan grogi melihat dengan jelas wajah tampan yang kini sangat dekat dengan nya. Namun dia paham maksud perkataan Alex tersebut.


“a...aku.....”


sambil terbata-bata belum selesai sisy berucap Bibir Alex sudah mulai menyentuh bibir Sisy.


Mel**atnya dengan sangat lembut. Membuat sisy kaget seketika membelalakkan matanya memandang ke arah para bodyguard yang dari tadi mengikuti.


Namun pandangan para bodyguard sudah memalingkan pandangan nya membelakangi bos nya .


seolah tidak mau mengganggu aksi bos nya dengan wanita nya itu.


Perlahan Alex mulai memperdalam ciuman itu dengan menarik tengkuk leher wanita nya.

__ADS_1


Namun sisy hanya diam mengunci mulutnya tak memberontak sama sekali. dengan gerakan Alex yang sangat lembut membuat sisy mulai memejamkan mata nya membuat nya merasakan setiap sentuhan bibir alex pada bibir nya.


Merasakan reaksi Sisy, membuat alex semakin bersemangat.


Alex mulai menggigit bibir bawah sisy memaksa wanita itu membuka mulutnya.


Yang tadi nya sebuah ciuman lembut berubah menjadi ciuman panas .


Alex hanya tersenyum tipis sambil menautkan bibirnya kemudian melanjutkan aksi nya menikmati bibir wanitanya dan menjelajahi dengan lidahnya .


Ciuman berlangsung cukup lama membuat keduanya hampir kehabisan oksigen.


Ketika Sisy nampak terengah-engah, Alex pun melepaskan ciuman itu.


“persiapkan nafasmu, karena aku akan lebih sering melakukan nya setelah ini”


ucap Alex sambil tersenyum tipis dan mengusap bibir Sisy yang masih basah .


kemudian berlalu, mulai berlari pelan memulai kegiatan jogging pagi.


Sisy yang masih syok dengan tindakan alex masih mematung terdiam.


Tanpa sadar Alex yang tadi sudah mulai berjalan maju kembali dan menarik tangan Sisy


“ ayo berlari sampai ujung sana,,,, kalau kamu kalah aku akan mencium mu “


membuat Sisy semakin syok sambil menoleh ke arah alex membulatkan tatapan nya dan reflex lari dengan kencang memacu kekuatan nya dengan maksimal.


Alex hanya tersenyum kemudian mulai berlari menyusul wanita nya yang sudah mulai duluan lari mendahului nya.


Sisy tampak sampai ujung taman itu terlebih dahulu sambil terengah-engah merasakan tubuhnya kekurangan oksigen .


membaringkan tubuhnya di kursi taman yang ada di situ menghirup banyak- banyak oksigen untuk memenuhi suplai oksigen yang kurang di dalam paru- paru nya.


pasalnya dari tadi dia berlari begitu cepat melewati batas kemampuan nya supaya Alex tidak bisa mengalahkan nya.


setelah beberapa detik Alex nampak baru sampai di titik ujung yang dia Tunjuk tadi.


“gila kecepatan mu lari sungguh luar biasa. Aku rasa aku harus menambah bodyguard agar kamu tidak bisa kabur dariku”


sambil masih berjalan pelan dan duduk di kursi seberang kursi Sisy.


Mendengar rancauan Alex membuat Sisy semakin tidak paham dengan laki- laki di seberang nya itu.


Melihat Sisy yang masih terengah- engah berbaring di kursi taman memunculkan Alex ide.


“apa perlu nafas buatan?” alex tersenyum licik.


Buru – buru Sisy bangun setengah duduk melambaikan tangan dan menggelengkan kepala nya tanda dia menolak tawaran Alex.


Dia bahkan masih belum punya cukup tenaga untuk mengucapkan sesuatu.


Masih memburu oksigen untuk memenuhi paru-paru nya lagi.


Alex yang melihat spontanitas Sisy hanya tersenyum masih di posisi nya yang duduk.


Beberapa menit mereka berdua ber santai di taman mengistirahatkan diri setelah lelah berlari.


Sedangkan sisy masih merebahkan tubuhnya di bangku panjang Menikmati udara pagi yang segar di tambah terik cahaya pagi yang masuk di antara celah-celah pepohonan rindang. membuat membuat mini taman itu begitu indah.

__ADS_1


__ADS_2