Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
11. Negosiasi ulang


__ADS_3

Mereka masih tampak kelelahan. Tak ada pembicaraan apapun di antara mereka berdua.


Hanya menikmati udara pagi yang segar mengistirahatkan tubuh mereka setelah berlari dari ujung ke ujung taman.


“ayo masuk ke rumah , aku lelah “ ajak alex sambil berlalu meninggalkan taman di ikuti sisy dan para bodyguard mereka .


Di kamar....


Tampak sisy merebahkan diri di atas kasur.


Setelah membersihkan diri dari aktifitas jogging nya.


Menatap langit- langit kamar. Tampak memikirkan sesuatu


“apa aku sudah gila....arhhhhh.....” mengacak – acak rambutnya memikirkan kejadian di taman pagi tadi.


“ bagaimana bisa aku diam saja di lecehkan seperti itu. Malah menikmatinya” sambil membekap wajahnya sendiri dengan bantal seolah tidak ingin mengingat aksi ciuman tadi pagi .


“ sudah dua kali bibirku ternoda... bukan, tapi tiga kali “ sambil memegangi bibirnya seolah merasa kehilangan sesuatu yang sangat berharga.


Sambil mengingat- ingat berapa kali alex sudah menciumnya.


Tiba- bangkit duduk mengingat sesuatu


“bisa- bisa nya dia melakukan hal itu kepada ku setelah semalaman bersama wanita lain. Cihhhh...”


sisy masih tampak berbicara sendiri .


marah pada alex namun tidak di depan orang nya.


Melainkan marah- marah sendiri .


kali ini sambil meninju bantal yang ada tempat tidurnya.


Tok... tok... tok....


Suara ketukan pintu dari luar. Kemudian tampak bi nani muncul dari balik pintu.


“nona di minta tuan bersiap- siap untuk makan siang di luar “ sambil sedikit menundukkan kepala sebagai rasa hormat pada majikan nya.


Sisy yang mendengar kabar tersebut langsung bergegas bangkit tampak antusias.


pasal nya selama hampir 2 minggu nan ini dia merasa seperti tahanan saja. Yang tidak tahu dunia luar. Terkurung dalam rumah megah milik alex.


“siap bi nani” kemudian berlalu membuka beberapa paperbag yang masih tergeletak di samping tempat tidurnya mencari dres baru yang di berikan alex tadi pagi.


Bi nani kemudian pamit meninggalkan nona nya bersiap- siap sambil tersenyum melihat nona nya tampak senang.


Bagi bi nani, sisy sudah menjadi nona di rumah tersebut yang harus di hormati.


Seperti permintaan tuan nya. Selain sisy, tuan nya tidak pernah memperkenalkan wanita lain kepada para pelayan, Meskipun berulang kali silih berganti terlihat para perempuan cantik bak model keluar masuk ke kamar majikan nya tersebut.


Sisy nampak sudah siap . Memakai dres panjang berbentuk lebar dengan lengan pendek tampak cantik. Kali ini baju- baju yang di berikan alex nampak lebih sopan.


Tidak seperti pemberian pertama nya yang kemudian malah tersimpan di dalam almari tidak pernah ia pakai.


Hanya memakai beberapa yang bentuknya lumayan tertutup.


Alex sudah menunggu di sofa ruang tengah.


“kamu tampak anggun kalau saja kamu jadi wanita penurut pada ku” sambil menyunggingkan senyum nya.


Baru kali ini sisy melihat senyum indah lelaki tampan dengan rahang tegas dan postur tubuh yang ideal itu.


Menambah ketampanan lelaki itu.


Beberapa detik sisy nampak terpesona dengan lelaki di depan nya itu.

__ADS_1


Tanpa di sadari laki- laki itu berlalu meninggalkan nya menuju mobil yang terparkir di depan pintu..


seketika itu sisy tersadar kemudian mengikuti sang big bos.


Di sebuah restoran mewah...


Sisy nampak menoleh ke kanan kiri memandangi restoran tempat mereka makan .Sebelum masuk ke salah satu bilik ruangan tempat mereka akan makan siang.


seorang pelayan tampak memandu keduanya memasuki tempat yang sudah di reservasi alex dan mempersilahkan duduk.


“mau makan apa?” sambil melihat buku menu.


menanyakan pada sisy.


Sisy tampak bingung membaca buku menu.


Dia bahkan sebelumnya tidak pernah makan di tempat elit seperti itu.


“aku ikut dengan mu saja” sambil meletakkan buku menu kembali di atas meja.


Alex nampak mencebikkan bibir dan tersenyum tipis.


Kemudian memesan beberapa menu ke pelayan sebelum pelayan itu pergi meninggalkan mereka dan menutup pintu.


Alex tampak sibuk dengan ponselnya.


Membuka beberapa email.


“Ehm....” sisy dengan ragu berdehem .


Membuat alex sekilas memandangnya.


Seolah tahu maksud wanita yang duduk di depan nya itu.


“ada apa?” kemudian fokus kembali pada ponselnya.


Alek yang dari tadi fokus ke layar handphone tampak mulai menatap sisy sambil sedikit memajukan wajahnya mendekat pada wajah sisy


“ sekarang aku yang tanya, apa kamu sudah memutuskan kapan kamu melakukan kewajiban mu melayaniku di ranjang?”


tanpa basa basi atau rasa malu Alex mulai membahas lagi menuntut lagi yang bagi nya suatu kewajiban yang harus sisy laksanakan.


Sisy terhenyak membulatkan matanya


“aku sudah bilang kewajiban ku hanya satu, membayar hutang kepada mu. Hutang uang di bayar dengan uang. Jangan menuntut yang lain” sisy tampak geram dengan pertanyaan alex.


“hei...berani membentakku?" sambil menunjuk ke arah wanita di depan nya


“ aku tidak butuh uang mu. Aku juga tidak sedang meminjamkan uang padamu. Mau aku kembalikan lagi pada rita?” alex tak kalah geram dari sisy.


Sisy yang mendengar pernyataan alex serasa merinding ketakutan .


Tidak pernah terpikirkan olehnya kalau alex mempunyai pikiran akan mengembalikan nya pada tempat dia di jual belikan .


Kemudian sisy tampak berusaha meredam emosi laki- laki yang tadi seperti nya tampak tampan namun sekarang terlihat menakutkan.


“emmmm... gini, kita bisa bicarakan lagi baik- baik ,okey” memelankan suaranya menggerakkan tangan nya ke arah bawah memandu diri nya untuk menahan emosi


“ kita bisa mencari jalan tengahnya. Tanpa harus menoleh ke belakang”


mencoba menasehati laki- laki yang emosi nya belum terkendali mencoba bernegosiasi ulang.


“emm...gini, apa kamu sangat menyukai ku?? Maksud aku tubuhku? Aku sudah pernah bilang, aku hanya akan memberikan nya pada suami ku kelak. Itu prinsipku ,tidak bisa di ganggu gugat...lagian punya ku sama saja kok bentuknya dengan perempuan lain nya. Kamu kan bisa mendapatkan dari wanita mu yang lain. Bahkan lebih bagus punya wanita tadi pagi yang aku lihat” sambil menunduk wajahnya tampak murung mengingat ada perempuan cantik turun dari tangga dari arah kamar alex.


Mendengar bujukan wanita nya itu alex yang dari tadi tampak emosi kini terlihat tertawa hingga membuat Sisy sedikit bingung.


“kenapa tertawa?”

__ADS_1


“sama kamu bilang? Jelas berbeda lah. Punya mu jauh lebih kecil. Dan aku tidak pernah bermain dengan yang kecil seperti itu”


sambil menunjuk ke arah dada.


Alex tahu siapa perempuan yang sisy maksud .


Ya wanita yang menemaninya semalam.


Sisy pasti sudah melihatnya. Pikir alex.


“ bukankah pria biasanya suka yang lebih besar?” sisy sambil melihat dada nya kemudian menatap alex bertanya.


“yang besar memang lebih menggoda, tapi yang kecil bikin gemas penasaran... “


sambil mengedipkan sebelah matanya, alex memperagakan tangan nya *******-*****. Membuat Sisy geli reflex menutup dada nya dengan kedua lengan nya.


Tampak para pelayan restoran membawa berbagai menu makanan.


Pembahasan negosiasi ulang berhenti sejenak..


aroma harum makanan yang tersaji di atas meja membuat keduanya melupakan sejenak perdebatan mereka.


Mereka berdua mulai mencicipi makan siang yang telah di pesan. menikmati menu- menu lezat yang tersaji.


Hanya suara sendok garpu yang beradu dengan piring yang terdengar.


Keduanya fokus makan.


Setelah makan beberapa menu, sisy memulai negosiasi kembali.


“emmm...begini saja, aku akan membayar mencicil hutang ku dengan gaji ku nanti setelah aku kembali bekerja di pekerjaan ku sebelumnya. Jadi kamu jangan menuntut kewajiban pada ku lagi. Tapi selama aku belum bisa melunasi hutang ku, aku tetap akan jadi properti mu seperti yang kamu bilang selama ini dan Tinggal di rumah mu. Bagaimana?” sisy tampak ragu- ragu.


“tetap menjadi pelacur pribadi ku?” ucap alex di sela- sela makan nya namun tak menghentikan nya.


sebenarnya sisy tidak menyukai jika alex harus mengucapkan kata kasar itu.


Tapi sisy tidak punya pilihan lain.


“iya...” sambil menunduk tidak suka “ tapi tetap aku tidak akan menyerahkan kehormatanku . Kecuali aku khilaf menyerahkan diriku sendiri pada mu....” di kata terakhir sisy tampak ragu.


“okey sepakat. setelah aku mendapatkan tubuhmu maka hutang mu akan aku anggap lunas.meskipun kamu belum selesai mencicil dan kamu akan mendapatkan cashback uang yang sudah kamu bayarkan ke aku.


Aku akan membuat mu menyerahkan diri mu sendiri pada ku”


seringai alex membuat bulu kuduk sisy berdiri merinding dengan kepercayaan diri alex yang tinggi.


Sisy yang awalnya mempunyai ide itu menjadi tampak ragu.


Tapi di sisi lain dia senang.


Karena sebentar lagi dia akan merasakan kebebasan nya. Meskipun hanya untuk Pergi bekerja paling tidak dia tidak terkurung hanya di rumah itu saja.


“tapi aku menginginkan bunga 50 persen” tambah alex.


“hahh????” sisy kaget tak percaya.


“kamu menginginkan bunga 50 persen dari hutangku? Lalu kapan hutang ku bisa lunas?”


geram sisy namun tetap menahan emosi.


Alex memang tidak pernah berniat melepaskan wanita nya itu.


Dia akan tetap menjerat wanita nya sekuat cengkeraman rajawali. Hanya memberikan sedikit angin segar supaya wanita nya itu tetap berada di sisi nya.


“hanya itu pilihan nya atau aku tidak akan mengijinkan mu bekerja” ucap alex santai.


Sementara sisy hanya terdiam mengingat, menimbang dan seterusnya sebelum memberikan keputusan akhir.

__ADS_1


Alex yang berada di hadapan nya hanya tersenyum senang melihat wanita nya kini ragu pada ide nya sendiri.


__ADS_2