Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
27. Tidur bersama


__ADS_3

sesampai nya di rumah alex menanyakan keberadaan sisy.


"bi nany panggil sisy suruh ke kamarku" perintah alex pada bi nany.


bi nany hanya terdiam bingung.


"katakan...." sahut alex.


"nona sisy belum pulang tuan"


mendengar kenyataan membuat alex emosi. mengepalkan tangan dan meremasnya.


kemudian naik tangga menuju kamar nya.


.


.


di tempat lain sisy masih asyik mengonbrol dan makan dengan teman-teman kantornya.


"astaga, jam enam sore" sisy menjadi gugup.


"guys aku balik dulu ya" sisy pamit ke teman-teman nya di sertai cipika cipiki.


sesegera mungkin sisy berjalan keluar cafe.


pasalnya waktu yang di tentukan alex yaitu tidak lebih dari jam enam. kalau pulang telat harus atas ijin nya.


sisy buru-buru menghubungi ojek online.


selang beberapa menit sudah menemukan ojek onlinenya dan segera meluncur pulang.


.


.


sesampai di rumah , sisy masuk rumah dengan menoleh ke kanan dan kekiri. berharap alex tidak mengetahui kalau dia pulang telat.


menaiki tangga dengan penuh ke hati-hati an. ketika hendak menuju pintu kamar nya suara bariton yang ingin dia hindari terdengar memekik nyaring.


"apa kau tidak bisa membuat ku marah?" alex dari arah belakang sisy.


sisy menoleh dengan rasa ketakutan akan kemarahan alex.


"a...aku menyelesaikan pekerjaan ku yang belum selesai. setelah itu aku lapar sampai lemas jadi aku makan dulu dengan teman-temanku di cafe dekat kantor" sisy berusaha memberikan pembelaan pada diri nya sendiri. menjelaskan alasan agar supaya alex tidak murka pada nya.


"aku sudah pernah menjelaskan , kalau meskipun kau kerja prioritas utama mu adalah aku. bukan pekerjaan mu apalagi teman-teman mu." masih dengan nada tinggi alex memberikan peringatan pada wanitanya itu.


sisy terhenyak tiba-tiba alex menarik tangan nya.


"ma..mau kemana?" tanya sisy.


"kamarku" jawab alex singkat.


sisy berusaha melepaskan tangan alex namun cengkeraman nya begitu kuat.


"aku tidak mau" sanggah sisy.


"lakukan hukumanmu. aku sedang tidak mau berdebat dengan mu" ucap alex ketus.

__ADS_1


menutup dan mengunci pintu kamar nya.


sisy semakin gemetaran melihay aksi alex. mengingat yang sudah lalu bagaimana nekadnya alex memaksa nya untuk memberikan tubuhnya.


.


setelah pintu terkunci, alex melepaskan tangan sisy dan merebahkan tubuhnya ke tempat tidur .


"jangan hanya berdiri di situ. lakukan hukuman mu." perintah alex dengan intonasi lebih santai.


"pijit aku. aku capek" alex melanjutkan.


ketakutan sisy mulai mereda namun masih tegang.


"aku tidak pernah memijit. aku nggak tahu cara nya" sisy masih berusaha menghindar.


"lakukan atau aku yang akan melakukan" tegas alex.


"ma...maksudnya? tidak... aku yang akan memijitmu" sisy mulai gemetaran.


namun alex terlihat sedikit menahan senyum.


sambil tengkurap kini sisy melakukan pijatan demi pijatan di tubuh kekar alex. sisy merasa risih dan canggung.


namun alex terasa menahan senyum dan merasa senang. namun masih ia tutupi seolah masih marah.


"yang bener mijit nya. kurang kenceng" perintah alex.


sisy masih fokus memijid kaki alex.


"naik..." perintah sisy.


"maksudnya?....aku naik ke atas tubuhmu?" sisy semakin gugup.


"kalau ngomong yang jelas" sisy mulai sebal.


"kamu menyalahkan aku? pikiran mu yang mesum aku yang di salahkan" alex tidak terima ucapan nya di koreksi.


"aku tidak mesum. kamu yang mesum" perdebatan kecil terjadi antar keduanya.


"sudah ya. aku sudah capek" tawar sisy pada alex.


"belum. lanjutkan"


"aku ingin mandi dulu dan ganti baju. aku gerah" pinta sisy yang memang masih memakai baju kantor dan belum mandi.


"kau boleh mandi tapi di sini. ganti baju di sini" pinta alex.


"baju ku kan di kamar"


"ada baju tidur di lemari ku. atau kau juga boleh pake piyama ku"


"piyama mu pasti kegedean. selain itu aku butuh yang lain"


"apa...?"


"lupakan...aku nggak jadi mandi. aku akan memijit mu sampai kau puas"


"bagus..."

__ADS_1


"lalu sampai kapan kau akan menyuruhku berhenti memijit? aku lelah. aku juga habis kerja seharian"


"sedikit lagi. rupiah yang kau hasilkan tidak seberapa dengan yang aku hasilkan. berani nya kau membandingkan lelahnya kerja mu dan kerja ku"


"jadi pegawai kecil justru kerja nya lebih capek. beda dengan seorang bos"


"logikanya mana ada orang yang mau membayar tinggi hanya untuk duduk-duduk saja?. tetap saja yang gajinya lebih besar lebih lelah. lelah badan lelah pikiran."


perdebatan demi perdebatan masih berlangsung tak terelakkan.


"terserah kamu aku capek dan ngantuk" ucap sisy sambil memukul pelan punggung alex.


"ya sudah berhenti" akhirnya alex mengijinkan sisy berhenti memijit. membuatnya tersenyum lebar.


"mau kemana?" teriak alex yang melihat sisy berjalan menuju depan pintu.


"ke kamar..." sisy sambil tersenyum karena menganggap tugasnya sudah selesai.


"aku tidak bisa tidur. buat aku tertidur dulu baru kamu boleh kembali le kamarmu" alex mulai meminta hal-hal aneh.


"hah?....caranya?..." kali ini sisy merasa bingung dan heran atas permintaan sang big bos.


"sini... duduklah di atas tempat tidurku" sambil menarik tangan sisy dan mendudukkan nya.


kali ini sisy hanya menurut saja.


setelah sisy terduduk bersila, alex merebahkan kepala nya di atas


pangkuan wanita nya itu.


"nah seperti ini. kamu bisa melakukan sesuatu. mengelus kepala ku sambil bernyanyi mungkin. seperti seseorang yang menidurkan bayi nya gitu" alex menjelaskan panjang lebar cara menidurkan diri nya sendiri.


padahal itu hanya modusnya alex saja.


"hmmm ada-ada saja kemauannya. jadi maksud nya kamu ini bayi gedenya" gumam sisy dalam hati dengan setengah sebal.


"aku nyanyi nina bobo?" tanya sisy pada alex.


"nyanyi yang lain juga boleh" ujar alex sambil memejamkan matanya.


"bisa ku nyanyi nina bobo"


"terserah" balas alex


sambil mengelus rambut alex dan menyanyikan lagu nina bobo beberapa kali...


"sudah tidur?" tanya sisy.


"belum...." jawab alex.


sisy mulai menghela nafas merasa frustasi dan berfikir kalau ini hanya akal-akalan alex saja untuk menahan nya balik ke kamarnya.


tiba-tiba sisy kaget. alex melingkarkan tangan nya ke pinggang sisy. sisy mencoba melepaskan nya dan memberontak. namun pelukan alex begitu kuat. alex tidak peduli dengan reaksi sisy. masih sambil memejamkan mata dan memeluk pinggang sisy erat.


namun sisy masih mengelus dan bernyanyi nina bobo untuk alex.


hingga justru sisy yang malah mengantuk dan ketiduran. merasa lelah sehingga merebahkan tubuhnya ke tumpukan bantal alex di dekat sandaran tempat tidur.


alex yang melihat hal itu, tersenyum.

__ADS_1


kemudian membenarkan posisi tidur sisy di tempat tidurnya bersebelahan dengan nya. memeluknya dan menyelimutinya.


mulai memejamkan mata menikmati tidur bersama nya dengan sisy.


__ADS_2