Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
111. Bertemu Juna Kembali


__ADS_3

keadaan harus memaksa sepasang pengantin baru itu LDR an untuk sementara waktu, menjalin hubungan jarak jauh.


ini kali pertama mereka terpisah dengan jarak yang sangat jauh, setelah mereka resmi menikah.


alex terbang kembali ke luar negeri, meninggalkan sisy sendirian di negara nya.


hari yang biasa nya di habiskan di atas ranjang bersama alex akhir- akhir ini, kini hari- hari sisy ia lalui seorang diri, menghabiskan waktu nya untuk me time.


kadang belajar memasak, kadang juga melakukan perawatan diri , dan kadang juga berbelanja menghabiskan pundi- pundi uang alex yang tak berseri.


ini sudah hampir seminggu alex meninggalkan nya seorang diri.


sedangkan alex jauh di amerika sana.


seperti hari ini , sisy keluar di antar sopir pergi ke pusat perbelanjaan, untuk membeli beberapa keperluan , juga membeli baju dan juga tas, berada di stand toko fashion bermerk.


sisy sedang melihat- lihat beberapa tas yang menjadi incaran nya, namun suara seseorang mengagetkan nya dari arah belakang.


"ehem, apa kabar?" suara pria terdengar menyapa dari belakang sisy.


sontak sisy menoleh, membalikkan tubuh nya, melihat ke arah sumber suara.


sisy lumayan kaget tahu siapa yang menyapa.


"pak juna?"


ucap sisy menyebut nama pria yang baru saja menyapa nya.


"ya, apa kabar" ucap juna kembali mengulang sapaan nya.


"baik" ucap sisy sambil tersenyum kikuk pada juna.


"dengan siapa?" tanya sisy pada juna.


menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari tahu juna datang dengan siapa.


"sendiri" jawab juna singkat.


"aku senang akhirnya bertemu dengan mu kembali, kamu menghilang begitu saja"


raut wajah juna tiba- tiba beeubah jadi sedih, mengingat wanita yang dia taksir tiba- tiba menghilang tanpa kabar, setelah diri nya menerima serangan dari alex dulu.


meskipun tahu ada keterkaitan antara sisy dan alex, rekan bisnis ayah nya yang bukan orang sembarangan, juna tetap saja begitu gembira bertemu sisy kembali, perasaan di hati nya masih ada untuk wanita di depan nya itu, tidak peduli dengan hubungan wanita di depan nya itu dengan alex.


"ah itu, i...ya"


jawab sisy sungkan sambil tersenyum kikuk pada juna, apalagi mengingat bagaimana alex menyerang juna, membuat sisy tidak enak pada pria yang berdiri di depan nya itu.


"aku minta maaf atas kejadian yang lalu" ucap sisy lagi.

__ADS_1


"tidak perlu minta maaf, itu bukan salah mu, apa kamu baik- baik saja?" tanya juna, mengalihkan topik pembicaraan, ingin memastikan kalau selama ini sisy baik- baik saja.


"ya, aku baik- baik saja" jawab sisy sambil tersenyum.


"iya, kamu bisa belanja di sini tentu kamu baik- baik saja" ucap juna sarkas.


"apa dia memperlakukan mu dengan baik?"


pertanyaan juna, membuat sisy terdiam, tak ingin membicarakan atau menceritakan hubungan nya dengan alex pada juna.


"kamu tidak di ijinkan lagi untuk bekerja? dia bahkan mengirimkan surat pengunduran diri mu langsung ke ayahku" ucap juna dengan ekspresi wajah yang terlihat murung.


"aku tidak tahu hubungan apa yang kamu miliki dengan nya" ucap juna lagi.


"maaf pak juna, saya tidak bisa menceritakan nya pada anda" sisy menunduk, tidak enak dan masih merasa bersalah, karena diri nya, juna harus menerima kemarahan dan amukan dari alex kala itu.


"its okey, tanpa kamu mengatakan nya aku juga tahu, ada hubungan apa antara kamu dan pak alex" juna berpikir kalau sisy mungkin wanita yang di sukai alex.


juna berusaha tetap tersenyum pada sisy, padahal di dalam hati nya begitu sedih dan kecewa.


"oh ya, nomor mu ganti?" tanya juna pada sisy.


di balas anggukan oleh sisy,


"boleh minta nomor baru mu?"


sisy berpikir, mau menolaknya, namun tidak enak jika harus menolak nya, akhir nya sisy memberikan nomor baru nya pada juna.


"ya, tentu saja" jawab juna.


"bagaimana kalau kita mencari tempat makan, dan kita bercerita- cerita, aku akan menceritakan anak- anak di kantor" tawar juna pada sisy.


mendengar penawaran juna, sisy tertarik, pasal nya sisy memang sudah begitu merindukan teman- teman kerja nya, ingin mendengar kabar mereka, karena kehidupan nya sekarang hanya ada alex dan seisi rumah mewah alex, tak ada yang lain.


tanpa adanya kontak teman- teman nya, sisy juga berniat meminta nomor kontak teman kantor nya dulu pada juna, ingin menghubungi nya, walau hanya sekedar menanyakan kabar, terutama pada sahabat nya mira.


kebetulan alex sekarang ada di amerika, tentu kesempatan sisy untuk membangun relasi dengan teman- teman nya lagi, batin sisy.


.


.


sampai di salah satu restoran di sekitaran mall, sisy yang di temani bodyguard perempuan, juna hanya bisa melongo memperhatikan bodyguard sisy, tak menyangka, pasti itu tugas dari alex.


sisy yang memperhatikan juna menatap bodyguard nya hanya bisa menunduk tak enak.


"jadi kemana- mana kamu di ikuti dia?" tanya juna pada sisy.


" i..ya" sisy tersenyum kikuk.

__ADS_1


juna lagi- lagi hanya bisa melongo, menatap bodyguard cantik berambut pendek bernama marsya yang mengikuti kemana pun sisy pergi.


bukan terpesona karena kecantikan sang bodyguard, hanya saja begitu heran pada hidup sisy yang seolah menjadi tahanan, tak punya privasi.


sisy pun sebenarnya tak mengetahui kalau alex sudah menyiapkan bodyguard perempuan untuk menjaga nya dua puluh empat jam nonstop.


setelah kepergian alex, saat diri nya hendak ke salon, baru tahu rupa nya ada bodyguard yang harus mengawal nya kemana pundia pergi.


"marsya" panggil sisy pada marsya yang dari tadi berdiri di belakang nya.


"siap " jawab marsya tegas, seperti jawaban ala- ala militer.


membuat juna ingin tertawa mendengar jawaban sang bodyguard.


"jangan begitu, sini duduk makan bersama , kamu jangan salah paham, dia mantan bos saja, saya tidak ada hubungan apa- apa dengan nya, jangan melaporkan jni semua ke atasan mu ya" sisy berusaha menjelaskan pada marsya, tak ingin wanita muda itu melaporkan apapun pada alex.


marsya terdiam, tak ada jawaban.


"ayolah marsya, percaya pada ku, aku beneran tidak ada apa- apa, jangan laporkan alex ya, jangan mengatakan apapun tentang hari ini"


marsya masih diam seribu bahasa.


"marsya, plisss" sisy menangkupkan tangan nya di depan dada, memohon pada marsya, wanita bodyguard itu, begitu dingin, susah sekali mengajak nya bekerja sama.


namun melihat sisy memohon seperti itu, marsya menjadi tidak enak.


"nyonya, jangan seperti ini" ucap marsya sambil menurunkan tangan sisy yang memohon pada nya.


"nyonya?"


juna yang mendengar marsya memanggil nyonya , begitu kaget.


sisy yang tadi nya berbicara dengan marsya kini kembali fokus ke juna, sisy menghadap kembali ke juna,


"i..iya"


sedangkan marsya, memundurkan langkah nya, kembali ke posisi awal, berdiri tegak posisi siap, layak nya seorang pengawal.


"kamu dan pak alex suami istri?" tanya juna masih tidak percaya.


"iya"


jawaban sisy membuat juna bagai tersambar petir di siang bolong, juna pikir hubungan sisy dan dan alex tak sejauh itu, hingga berniat merebut wanita di depan nya itu dari alex.


"sejak kapan?" tanya juna lagi.


"setelah kejadian waktu itu" ucap sisy menjelaskan pada juna.


juna membeku mendengar kenyataan wanita yang di taksir nya sudah menjadi istri seseorang.

__ADS_1


dari kejauhan rupa nya ada seseorang yang memegang kamera, mengabadikan percakapan antara sisy dan juna di restoran itu.


__ADS_2