
"ada apa?" tanya sisy melihat kedatangan alex dengan wajah yang tak bersahabat.
" moreno membuat ulah dengan ku, dia mengganggu perusahaan ku di amerika" ucap alex menjelaskan, pria itu berusaha terbuka dengan wanita yang sekarang menjadi istri nya.
sisy tidak tahu siapa moreno, hanya bisa mengernyitkan dahi, tak berani bertanya siapa nama yang di sebut alex, namun alex melihat ekspresi sisy yang penuh tanda tanya.
"moreno, pria yang sempat menghadang mobil kita ketika dari rumah Louis" ucap alex menjelaskan.
"aku akan menunggu kabar dari sonya, kalau semua bisa teratasi dengan cepat, aku tidak perlu ke amerika lagi" ucap alex merebahkan tubuh nya, menjadikan pangkuan sisy sebagai bantal dan memeluk pinggang wanita nya erat.
"kalau tidak?" tanya sisy serius, sambil memandangi alex yang ada di pangkuan nya.
" aku harus kembali ke sana" ucap alex sambil memejamkan mata.
terlihat dari sikap dan raut wajah nya mengisyaratkan bahwa kepala nya sedang berpikir keras.
rupa nya pria itu mempunyai sisy terlemah nya juga, pria yang dulu selalu marah tidak jelas pada nya, selalu dingin dan seolah mengintimidasi nya selama ini rupanya hanya manusia biasa yang bisa di buat pusing oleh pelik nya permasalahan hidup, pikir sisy.
sisy kemudian mengusap lembut rambut alex, memberikan ketenangan, hingga membuat alex terlelap , masih dalam pangkuan sisy.
meskipun hubungan nya dengan alex adalah atas paksaan alex, namun pria itu sekarang mampu membuat sisy merasa di cintai, membuat keraguan nya terhadap pria di pangkuan nya itu berkurang, mencoba melupakan kata yang pernah terucap olex alex yang akan membuang nya setelah bosan.
entah lah masih belum paham akan perasaan alex, apakah itu hanya sesaat dan akan membuang nya setelah bosan?
.
.
pagi hari, sisy bangun sudah tidak di dapati alex di pangkuan nya, bahkan posisi nya tidur sekarang sudah berselimut, dengan posisi tidur ternyaman.
namun tak berapa lama, melihat alex dengan pakaian kantor rapi.
"mau ke kantor?" tanya sisy yang baru saja bangun tidur.
"iya "
jawab alex singkat kemudian mendekat ke arah ranjang, mengecup puncak kepala sang istri.
"sarapan sekarang?"
tanya sisy lagi, mengingat kebiasaan alex yang dulu mewajibkan nya untuk selalu menemani sarapan pagi.
__ADS_1
"tidak, aku buru- buru"
ucap alex yang sudah beranjak berjalan ke depan cermin hendak memakai dasi.
"aku ngapain di rumah?"
tanya sisy bingung harus melakukan apa setelah kembali kepada kehidupan normal pasca bulan madu, dengan diri nya yang sekarang tidak bekerja.
sedangkan alex akan kembali kepada rutinitas nya bekerja, back to reality, karena hidup tentu butuh bekerja, termasuk alex meskipun seorang bos tetap akan kembali kepada kesibukan nya bekerja.
"hahaha"
alex tertawa mendengar pertanyaan sang istri.
"tentu saja kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau"
jawab alex masih sibuk memasang dasi untuk diri nya sendiri, tak ingin meminta sang istri memasangnya, membiarkan sisy yang masih duduk di atas ranjang.
"melalukan yang kamu mau apa? dulu aku mau membantu bersih- bersih rumah saja tak boleh"
ucap sisy sambil turun dari ranjang dan berdiri berjalan mendekat pada alex.
bibir sisy cemberut mengingat dulu alex begitu marah melihat nya membawa kemoceng ingin membantu pekerjaan pelayan di rumah alex.
"lakukan yang lain, kamu bisa belanja, melakukan perawatan atau olah raga, atau apalah yang membuat mu senang"
"tapi jangan terlalu lelah, karena tugas utama mu melayaniku di atas ranjang"
bisik alex di depan wajah sisy, kemudian mencium bibir sisy yang masih manyun cemberut memberikan kecupan singkat, membuat alex gemas dari tadi.
"aku berangkat dulu " pamit alex pada sisy.
sisy hanya mengangguk dan melihat alex berlalu keluar dari kamar.
beberapa saat ponsel sisy bergetar, menandakan ada pesan masuk.
'nanti siang ke kantor ku bawakan makan siang untuk ku'
pesan yang baru saja di kirim alex, cuma alex yang bisa menghubungi sisy, karena yang tahu nomor ponsel sisy hanya alex.
sisy tersenyum, kemudian berlalu ke dalam kamar mandi,
__ADS_1
sisy jadi punya ide harus melakukan apa hari ini, yaitu memasak, menyiapkan bekal makan siang untuk alex.
itu jauh lebih ia sukai dari pada melakukan kegiatan seperti ide yang di berikan alex tadi, melakukan perawatan, belanja, olah raga, sisy tidak menyukai semua nya.
meskipun sesekali ia harus melakukan nya , untuk sekedar merawat tubuh, menjalan kan hidup sehat seperti kemauan alex.
semenjak resmi menjadi istri alex, sisy terputus hubungan dengan dunia luar, termasuk dengan teman kerja nya dulu, sudah kehilangan kontak nya, pun alex tidak menyukai kalau sisy berhubungan dengan teman kerja nya dulu, itu karena adanya juna, putra dari pak bharata.
alex akan cemburu bahkan hanya mendengar nama nya saja, padahal tidak pernah ada kata terucap dari juna kalau pria itu menyukai wanita nya.
namun sesama pria alex tahu betul dan menganggap kalau pria yang bernama juna , putra dari rekan kerja nya itu ada hati pada sisy.
.
.
setelah memasak di dapur tentu di bantu koki yang biasa memasak di rumah mewah itu, akhir nya sisy menyelesaikan masakan nya, sudah siap di bawa ke kantor alex untuk makan siang.
"yes, selesai" sisy begitu antusias.
"nyonya sopir sudah siap di depan"
ucap bi nany yang baru datang , setelah memanggil sopir untuk wanita yang sekarang menjadi nyonya rumah.
bi nani juga senang, karena sekarang rumah mewah itu mempunyai seorang nyonya rumah.
bi nani sudah memprediksi sebelum nya kalau wanita yang di bawa tuan nya beberapa bulan yang lalu itu kelak akan menjadi nyonya nya, melihat sang tuan yang tidak pernah secara khusus mengenalkan wanita mana pun kepada para pekerja, apalagi untuk tinggal dan menetap bersama untuk waktu yang lama.
yang ada , mereka para wanita hanya singgah sebentar silih berganti hanya untuk menghibur tuan nya di dalam kamar pribadi sang bos dan setelah tugas nya selesai maka para wanita itu akan pergi begitu saja.
"iya bi, saya akan segera keluar" ucap sisy kemudian naik ke atas untuk mengambil tas nya, hendak ke kantor alex.
.
.
"selamat siang, ada yang bisa saya bantu? sapa resepsionis dengan wajah cantik dan menarik, menyapa sisy yang datang, dengan menenteng paperbag berisi makan siang untuk alex.
"saya mau ketemu alex, em pak alex maksud nya" jawab sisy pada sang resepsionis.
"alex yang mana ya bu? di sini ada beberapa nama alex" ucap sang resepsionis lagi.
__ADS_1
"alex morris"
ucap sisy singkat, namun resepsionis itu terlihat kaget juga heran mengamati wanita di depan nya,