
keesokan hari nya, mira dan sisy berencana pergi ke mall membeli perlengkapan apa saja yang harus di bawa ke amerika.
termasuk membeli jaket tebal.
pasalnya berdasarkan pencarian di mbah google, di amerika sekarang sedang musim dingin.
mereka sengaja pergi ke mall dekat gedung kantornya.
mengingat ada pembatasan waktu dari alex yang mengharuskan pulang sebelum jam enam sore.
di dekat kantor ,ada mall yang merupakan bagian dari hotel mewah. sebuah mall di lantai dasar, sedangkan atas nya merupakan hotel mewah, ada restoran mewah juga. memang satu gedung itu di peruntukkan untuk kaum berduit.
biasa nya para orang kaya yang datang ke situ.
namun di situ ada toko merk jaket yang akan sisy dan mira cari.
jadi memutuskan ke mall situ saja.
" saldo ku habis lagi." mengingat saldo rekening sisy yang limit karena setengah dari gaji nya di minta paksa oleh alex.
kring...kring....
suara ponsel alex berbunyi...
alex yang sedang makan bersama dengan model cantik yang bernama prisilla melihat layar ponselnya.
merasa heran, tidak biasa nya wanita nya itu menelepon nya.
namun terdapat guratan senyum dari bibir alex.
membuat model cantik yang duduk di depan nya merasa heran, siapa yang menelepon alex sehingga menunjukkan wajah alex yang seperti nya begitu gembira meskipun mencoba di tahan dan di sembunyikan.
prisilla.....
" hallo...." suara alex membuka percakapan dengan orang yang ada di seberang telepon nya.
"alex, aku bisa meminta lagi gaji ku yang masuk ke rekening mu kemarin? aku membutuhkan nya untuk membeli perlengkapan ke amerika. saldo ku limit" sisy langsung berbicara tanpa henti.
"tidak mau" jawab alex singkat.
"ayolah lex, pliss...aku bayar hutang nya bulan depan lagi. aku hutang deh, kamu tambahkan ke daftar hutang ku" sisy memohon.
"kau boleh pinjam uang dari ku tapi aku harus mengetahui langsung kau gunakan untuk membeli apa" ucap alex.
" aku sekarang sedang di depan toko jaket. aku sudah di depan toko nya. nggak bisa, ayolah transfer sekarang." sisy membujuk alex .
namun malah di matikan alex secara sepihak. membuat sisy merasa ingin marah tapi apa boleh buat.
__ADS_1
sisy berjalan menyusul mira kembali. masuk ke dalam toko jaket dengan wajah masam dan tubuh lunglai.
"siy kenapa? " tanya mira pada sisy.
" ehm,,, anu mir aku tidak jadi beli. kamu saja, aku kapan-kapan. ucap sisy pada sahabatnya itu. tidak menceritakan kenapa diri nya tidak jadi membeli jaket.
"kenapa? " setelah di tanya mira, sisy baru bilang meskipun dengan nada sungkan.
"itu mir.... aku lupa bawa atm" sisy berbohong.
"pakai uang ku saja dulu" mira menawarkan.
"masalahnya aku tidak tahu saldoku cukup atau tidak, aku tidak bisa memastikan kapan aku bisa mengembalikan nya pada mu jika aku pinjam uang mu" sisy akhirnya jujur.
"ohh...jadi begitu, bagaimana ya, lusa aku perlu untuk membayar kos " mira jadi merasa tidak enak , ingin meminjamkan uang pada sisy tapi diri nya pun juga butuh.
"santai saja mir, aku tidak apa- apa kok, jangan kamu yang jadi sungkan" ucap sisy pada mira.
sementara itu, ada sepasang mata yang mendengarkan percakapan mereka.
juna, atasan baru mereka. juga ada di sana dan kebetulan mendengarkan percakapan antara mira dan sisy.
kemudian menghampiri mereka berdua.
"ehm...." juna menyapa mereka.
sontak mira dan sisy menoleh, kaget juga.
"bapak disini?" mira menambahkan.
"sedang apa kalian?" juna pura- pura tidak tahu.
"hehe ...ini pak mau cari jaket tebal untuk ke amerika minggu depan" mira yang selalu menjawab pertanyaan juna, namun mata nya melirik ke arah sisy.
"ke amerika tugas kantor? " tanya juna.
"iya pak" jawab mira sambil menundukkan kepala.
sedangkan sisy hanya menyimak.
"punya kamu mana?" juna bertanya pada sisy yang dari tadi diam .
"itu, saya tidak jadi beli pak" jawab sisy sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"kenapa?" juna yang mengetahui apa sebabnya pura- pura tidak tahu.
"tidak apa- apa, tidak ada yang suka" jawab sisy merasa canggung harus berbohong.
" eh"
__ADS_1
tanpa pikir panjang juna menarik tangan sisy , berjalan ke arah jaket yang menjadi incaran sisy sejak tadi.
juna memang di toko itu sejak tadi. kebetulan ada sisy dan mira datang juga ke toko itu. membuat juna penasaran dan menguntit mereka berdua. tepatnya sisy.
mira yang melihatnya langsung bola mata nya melotot, syok dan kaget tentunya.
"sejak kapan pak juna dan sisy begitu terlihat akrab, pake gandengan tangan lagi" gumam mira dalam hati nya.
"aku rasa jaket ini cocok untukmu" sambil mengambil jaket yang menjadi incaran sisy sejak tadi, di pas kan ke tubuh sisy.
"iya bagus" juna berbicara sendiri, seolah sisy hanya patung. merasa bingung dengan tindakan juna yang menariknya ke sana ke mari.
dari mengambil jaket, juna menarik sisy ke arah kasir. dan membayar harga jaket yang sempat di pas kan ke tubuh sisy tadi.
setelah membayar nya juna memberikan paperbag berisi jaket sisy.
" ini untukmu" sambil memberikan paperbag pada sisy. namun sisy hanya terdiam. tak merespon juna,
sampai juna menarik tangan sisy dan memberikan secara paksa paperbag pada sisy.
"tapi pak?" sisy merasa tidak enak dan canggung.
"sudah , ambil saja aku ikhlas, kamu tidak perlu mengganti nya" tutur juna dengan bibir yang terus tersenyum manis pada sisy. membuat sisy jadi salah tingkah.
jangan sampai saja alex melihat hal itu semua, kalau tidak ingin sisy habis oleh tuan nya.
tapi tenang. alex tidak akan melihat itu semua. alex masih makan siang dengan mbak model cantik.
mira yang lebih dulu an ngefans sama juna di buat gigit jari melihat adegan yang ada di depan nya saat ini. tubuhnya seolah langsung lemah melihat perlakuan pak juna pada sisy. jelas itu suatu sikap ketertarikan. bukan hanya sekedar rasa simpati.
sisy akhirnya menerima jaket pemberian juna. apalagi dirinya memang butuh dan jaket itu memang yang di ingin kan nya.
"terima kasih pak" ucap sisy pada juna sambil memberikan senyum manis nya. membuat juna semakin berbunga- bunga dan salah tingkah.
"aku senang kalau kamu senang" juna tak kalah memberikan senyum termanisnya.
sisy tak menjawab nya lagi. sisy hanya menganggukkan kepala nya dan tersenyum.
"lho kok, kalah set dah" gumam mira dalam hati yang berjarak dua langkah dari obrolan sisy dan juna.
" ehem.....siy sudah sore, katanya mau balik sebelum jam enam sore?" mira menyela dalam obrolan kedua insan yang saling berbalas senyum sejak tadi.
"ah... iya" sambol melihat jam tangan nya sisy membenarkan ucapan mira.
"permisi pak juna, sekali lagi terima kasih traktiran nya" ucap sisy sambil mengangkat dan menunjukkan paperbag yang berisi jaket pada juna.
di ikuti mira juga yang meminta pamit juga pada juna. atasan baru nya itu.
"maaf pak, duluan " ucap mira .
__ADS_1
di balas juna dengan mengangkat tangan, menandakan tak masalah, jangan sungkan.