
Setelah sampai di kamar, sisy membuka paperbag hasil belanja. Mengamati tulisan bandrol harga di setiap belanjaan nya, menghitung menggunakan kalkulator yang ada di ponselnya.
“astaga,,, aku tidak menyadari kalau harga baju ini begitu mahal” gumam sisy semakin was-was.
Setelah menyelesaikan hitungan belanjaan nya, Wajah sisy menjadi pucat pasi.
“aku,,,di jebak,,,” sambil menyenderkan kepalanya di tembok tampak lemas mendudukkan diri di lantai.
-
Hari semakin larut, setelah beberes sisy bergegas ke kasur merebahkan tubuhnya .
Aktifitasnya seharian begitu menguras tenaga.
“ luar biasa,,,, dalam se jam aku bisa menghabiskan uang 50 juta,,,,”
merenung merutuki dirinya berkata sarkas pada dirinya sendiri. Menyesali kegiatannya berbelanja tadi sore hingga membuat pundi-pundi hutangnya bertambah.
“bertambah setahun lagi dah aku mendekam di sini” mencoba tidur tapi belum bisa terpejam. Masalah hutang masih menyita pikiran nya.
-
Keesokan harinya.....
“astaga,,,,aku melupakan sesuatu. Aku belum bilang alex kalau hari ini aku mulai masuk kerja” sisy begitu panik bergegas segera mandi dan bersiap-siap masuk kantor.
Padahal waktu masih menunjukkan pukul setengah enam pagi sedangkan jam masuk kerja pukul 8 pagi.
Setelah bersiap memakai baju kantor sisy bergegas keluar kamar menuju meja makan.
Di meja makan belum tersaji sarapan pagi.
“bi alex belum bangun?” tanya sisy ketika berpapasan dengan bi nany.
“saya belum lihat nona” balas bi nany.
“bi, di depan masih ada penjaga?” sisy bertanya pada bi nany seraya berjalan menuruni tangga bebarengan.
“masih” bisik bi nany singkat.
Sisy semakin bingung.
Bagaimana bisa dia keluar tanpa se ijin sang bos.
Sedangkan sang bos belum juga keluar dari kamarnya.
Setelah duduk di meja makan yang masih kosong, sisy mengambil ponselnya menelepon alex . Berharap alex mengangkat telepon nya dan segera bangun.
Kring....
Kring....
Kring....
Pada panggilan ke tiga baru alex mengangkat telepon.
“hallo” suara di seberang telepon, dengan suara khas bangun tidur.
“alex aku mau minta ijin. mulai hari ini aku masuk kerja” tanpa basa basi sisy mengutarakan niatnya menelepon alex.
“apa maksudmu???? Tidak semudah itu mendapatkan ijin dariku” suara alex lewat sambungan telepon mulai meninggi.
__ADS_1
“ish,,,,sudah ku duga, tidak akan mudah” gumam sisy reflex menjauhkan ponsel dari telinganya ketika alex memekik berteriak.
“aku mohon lex...” sisy dengan suara memohon.
“memohonlah dengan baik, mungkin aku akan mempertimbangkan nya” suara alex masih di seberang telepon. namun orangnya sudah terlihat menuruni tangga.
Tampak belum mandi masih memakai kimono tidur.
“aku harus memohon seperti apa?” tanya sisy mulai menutup ponselnya dan mengobrol dengan orangnya langsung yang masih berjalan menuju tempatnya duduk.
Kemudian alex mulai duduk menyenderkan bokongnya tepat di meja depan kursi dimana sisy duduk.
“lakukan,,,” perintah alex pada sisy sambil menaruh ponsel di sebelahnya tempat ia duduk.
“ maksudnya?” tanya sisy sambil memicingkan mata.
Kemudian kaki alex melangkahi kaki sisy, membuat kaki wanitanya terkunci di antara kedua kaki alex.
Sisy mulai paham apa yang di inginkan alex.
“ cium aku” perintah alex singkat namun dengan wajah serius.
“alex, ini di ruang makan”dengan suara memelas sisy mencoba menghindar.
Kini tangan alex mulai mengunci tubuh sisy yang masih terduduk di kursi makan.
“apa kamu mau jika di kamarku?” sambil tersenyum licik, alex menatap tajam hingga terus mendekatkan wajahnya pada wanita di depannya.
Namun sisy tak menjawab sambil menoleh ke samping. menghindari wajah alex yang begitu dekat dengan nya.
“aku hitung sampai tiga, kalau tidak mau melakukan, jangan bermimpi aku mengijinkan kamu keluar rumah” ancaman alex tepat di depan wajah sisy membuat wanita itu semakin tegang.
Dua....
Ti_...”
Belum sempat alex menyelesaikan hitungan nya, bibir sisy mendarat dengan cepat di bibir alex.
Namun hanya terjadi begitu singkat.
Sebelum sisy kembali sempurna bersandar kembali pada sandaran kursinya, alex segera menarik tengkuk leher wanitanya.
Mencium serta mengecup bibir wanita nya dengan lembut kemudian melepaskan sejenak.
“kamu yang mulai menggodaku” ucap alex dengan suara menggoda, kemudian meneruskan kembali ciumannya, mulai mengecup, memutar, menyesap, serta mel**at bibir wanitanya, namun sisy tak memberikan balasan.
Membuat si pria yang sedang bergelora itu merasa kesal.
“balas ciuman ku, atau ku gigit bibirmu sampai berdarah”
ancam alex dengan posisi bibir masih saling menempel.
Namun sisy tak menggubris ancaman alex.
Membuat kesabaran alex habis, di gigitnya bibir yang sedang dia nikmati itu hingga si pemiliknya memekik kesakitan.
“auch...” teriak sisy di tengah adegan ciuman.
Memaksa dia untuk mau membalas ciuman alex.
merasakan bibir sisy mulai memberikan balasan, alex semakin brutal melakukan aksinya, melu**t nya dengan penuh *****, lidahnya mulai menjelajahi mulut wanitanya dengan liar.
__ADS_1
Tak hanya itu, kini tangan nya mulai bergerilya mencari sesuatu untuk dia remas..tangan sisy mencoba menghalau tangan alex, namun tangan nakal alex tak mau tahu.
Dia terus meremas dua gundukan kecil di depannya secara bergantian. Membuat pemiliknya sesekali mengeluarkan suara *******.
Meskipun sekuat tenaga sisy menahan nya.
Ciuman keduanya berlangsung cukup lama, alex belum juga mau melepaskan pagutan itu.
membuat penghuni lain di rumah tersebut tidak berani mengganggu aktifitas pagi tuan nya.
Ketika alex merasa mulai kehabisan oksigen, baru di lepasnya bibir yang menjadi kenikmatan nya itu.
“ permohonan mu aku terima, hari ini kamu boleh mulai bekerja. Tunggu aku mandi. Kita sarapan bersama” perintah alex sambil mengusap bibir sisy yang masih basah.
Kemudian pergi meninggalkan meja makan dan menaiki tangga. berjalan menuju kamar.
Sisy hanya bisa diam memandangi punggung alex. Tanpa di sadari air matanya keluar.
“aku benar- benar pelacur pribadinya” gumam sisy dalam hati.
Merasakan miris pada dirinya sendiri. “ aku ingin kabur dari sini” terlintas ingin melakukan hal nekat.
Sisy merasa di rendahkan harga dirinya ketika alex memaksa menciumnya di tempat umum.
Tampak para pelayan mulai menyiapkan sarapan . Kemudian sisy bergegas mengelap air matanya.
Melihat sisy masih terdiam,
“ nona baik- baik saja? “ bi nany menepuk- nepuk punggung sisy mencoba menenangkan wanita di depan nya yang sedang kalut.
“aku merasa tidak punya harga diri lagi bi” ucap sisy menahan air mata.
Sarapan sudah siap. Alex sudah tampak rapi mengenakan baju kantor menuruni tangga.
Sisy masih kesal dan tak mau menatap pada pria yang kini sudah mulai duduk di sampingnya.
Keduanya tampak sibuk dengan piringnya masing- masing, hingga thomas datang memasuki ruang makan.
Tampak thomas meletakkan sebuah kartu.
“ itu kamu bisa pakai sebelum kamu gajian” ucap alex sambil mengangkat dagunya.
Sisy hanya melirik pada kartu yang di taruh thomas. sebuah kartu atm.
kemudian mengambil dan memasukkan ke dalam tasnya.
“ saya sudah mengirim pin nya nona” ucap thomas menambahkan.
“ayo,,,,,bareng denganku ” ajak alex seraya bangkit dari duduknya setelah menyelesaikan sarapan.
Tak mau berdebat , sisy mengikuti alex berjalan menuju mobilnya yang sudah siap di depan pintu utama.
.
.
.
visual sisy
__ADS_1