
" sekali lagi, terima kasih kak" ucap flora saat mau berpisah dengan sisy dan mira.
mengantarkan flora ke stasiun, hendak melakukan perjalanan pulang menyusul ibu nya pindah ke desa semenjak di tinggal pergi oleh papa flora.
" kamu sendiri? mana ibu mu? kata nya di tunggu ibu mu?"
tanya sisy menoleh ke kanan kiri mencari sosok ibu flora.
flora tersenyum.
"sebentar lagi kak, aku sudah menghubungi mama ku, dan rencana hari ini sekalian pindah, ke desa. kita sudah janjian" ucap flora lagi.
tak ingin orang yang sudah membantu nya merasa khawatir akan diri nya.
"itu mama ku" ucap flora menatap kedatangan mama nya.
"ma...." panggil flora pada mama nya sambil melambaikan tangan.
"flora sayang" seketika mama flora langsung berhambur memeluk putri semata wayang nya.
"kamu tidak apa- apa kan?"
tanya mama nya flora memastikan. mengingat bagaimana thomas sang asisten bos suami nya mengambil paksa putri kesayangan nya.
"iya ma, bersyukur ada kak sisy dan kak mira yang menyelamatkan flora dari mantan bos nya papa"
ucap flora menceritakan dengan singkat bagaimana diri nya bisa terlepas dari jerat mantan bos papa nya.
"oh ya?"
mama flora begitu bersyukur ada orang baik yang berani dan berhasil menyelamatkan putri nya dari genggaman mantan bos suami nya yang terkenal mengerikan.
"tante..."
sisy dan mira menyapa dan menyalami mama nya flora.
" terima kasih nak...
" ucap mama flora dengan mata berkaca- kaca.
" terima kasih sudah menyelamatkan anak tante, tante berhutang budi sama kalian"
akhirnya tangis mama flora pecah.
merasa terharu dan bahagia bercampur jadi satu.
mama flora berpikir, semenjak mantan bos suami nya mengambil paksa flora, diri nya merasa tidak akan melihat putri nya lagi.
seperti suatu keajaiban putri nya kembali lagi ke hadapan nya dengan tidak kurang suatu apapun.
"terima kasih nak"
mama flora bahkan sampai mau bersujud pada mira dan sisy.
"tante, jangan seperti ini. kita hidup di dunia ini memang harus saling membantu bukan? kebetulan kami melihat flora di bawa paksa seseorang. sehingga kami berusaha membantu nya untuk melepaskan diri dari orang itu"
__ADS_1
ucap sisy menceritakan bagaimana diri nya dan mira bisa membantu flora dari insiden penculikan.
"terima kasih kak sekali lagi"
ucap flora lagi. rasa nya meskipun berulang kali berterima kasih belum cukup untuk membalas budi kebaikan dua orang wanita yang di sekarang di panggil nya kakak.
" flora, kami senang bisa membantu kalian" ucap mira gantian.
" ma, kereta kita sudah datang" ucap flora pada mama nya .
" kak kami pamit dulu ya, aku tidak tahu bagaimana membalas kebaikan kakak berdua, aku berhutang budi pada kakak berdua"
serasa tak ada habis nya flora berterima kasih.
" iya nak, kami berhutang budi pada kalian, semoga suatu saat tante bisa membalas hutang budi kami. kalau membutuhkan bantuan kami, kalian bisa bolang pada kami. kami akan ke desa B, kalau ke sana hubungi saja kami"
ucap ibu flora begitu santun. membuat mira dan sisy begitu bangga bisa membantu flora dari penculikan .
" iya tante, kita juga senang bosa membantu dan menyelamatkan flora"
mira mengutarakan perasaan bahagia nya bisa membantu seseorang yang begitu membutuhkan bantuan nya kala itu.
'memang benar sih, kebahagian sesungguh nya adalah ketika kita bisa membantu seseorang yang benar- benar dalam kesusahan'.
lebih membahagiakan daripada apapun.
"kak kami pamit dulu"
kemudian flora dan ibu nya perlahan berjalan menjauhi mira dan sisy menuju ke pintu kereta, segera memasuki kereta ke tempat tujuan selanjutnya.
pasal nya seluruh harta nya di kota termasuk rumah nya yang sebelumnya di tempati, kini sudah di sita oleh bank. karena ternyata papa flora mempunyai hutang yang sangat banyak di bank hingga tidak bisa menyicil nya lagi.
setelah kepergian flora dan ibu nya, mira dan sisy berjalan ke luar stasiun.
" siy, ternyata membahagiakan yah bisa menolong seseorang"
ucap mira sambil berjalan beriringan dengan sisy menuju keluar stasiun.
"aku pasti akan menyesal jika sampai menolak ajakan mu untuk menolong flora, akan sangat merasa bersalah"
mira sungguh bersyukur akan keputusan nya untuk menolong flora, bukan malah meninggalkan nya .merasa beruntung tidak mengikuti keinginan nya waktu itu.
untung punya sahabat yang mengingat kan dalam kebaikan.
"terima kasih ya, kamu sudah mengingatkan ku untuk membantu sesama" ucap mira tulus pada sisy sambil menoleh ke arah sisy.
melihat mira yang terlihat bahagia karena sudah melakukan kebaikan membuat sisy ikut tersenyum.
"terima kasih juga karena kamu, preman itu bisa pingsan" ucap mira memecah keheningan.
kemudian kedua nya tertawa terbahak- bahak sambil sama- sama merangkul pundak, hingga beberapa orang yang ada di stasiun menoleh ke arah dua sahabat yang sedang heboh itu.
mengingat keadaan pria berbadan besar yang langsung tepar sekali pukul, lemah tak berdaya terkapar di atas lantai. seperti tidak sebanding dengan badan nya yang besar.
" bagaimana keadaan pria itu ya"
__ADS_1
dengan pandangan menerawang tiba- tiba mira bertanya tentang keadaan pria preman di hotel.
"mana ku tahu, kau menyukai nya? mengapa menanyakan nya?" sisy sengaja meledek mira.
"apa sih, hihhh ogah"
mira menggidikkan bahu nya, merasa ngeri jika harus membayangkan diri nya naksir pada pria preman.
hingga kedua nya sampai di depan terminal.
“Eh ngomong- ngomong kenapa kamu mengatakan pacar nya seseorang yang seperti nya preman itu kenal?, apa orang yang kamu kenal itu orang di balik penculikan flora? “
deretan pertanyaan mira membuat sisy bingung harus menjawab apa.
“eh, taksi nya sudah datang, aku duluan ya”
ucap sisy langsung bergegas masuk ke dalam taksi, pamitan pada mira cipika cipiki dan meninggalkan mira yang masih berdiri.
“iya , bye”
ucap mira membalas lambaian tangan sisy. Mereka akan menaiki taksi yang berbeda, karena apartement mira dan arah rumah alex berlawanan.
akhirnya mereka berpisah. menaiki taksi yang berbeda menuju ke tujuan masing- masing.
urusan flora beres, namun sisy sekarang malah menghawatirkan diri nya sendiri.
sudah terngiang- ngiang bagaimana kemarahan alex pada nya.
hanya berharap alex tidak mengetahui bahwa diri nya yang membantu flora kabur dari jerat nya.
sebelum nya sisy sudah mengirimkan pesan pada alex meminta ijin kalau diri nya akan pulang terlambat dengan alasan lembur.
sudah terlihat di baca, namun tidak ada balasan apapun dari alex.
biasa nya kalau alex tak mengijinkan pasti sudah membuat kegaduhan. memaksa sisy segera pulang atau kalau tidak, akan mengancam menjemput paksa.
namun kali ini tak ada reaksi apapun.
.
.
ceklek,,,,,,,
sampai rumah, terlihat suasana rumah begitu sepi, mungkin penghuni rumah sudah mulai tidur. apalagi memang ini sudah cukup malam, pukul 10 malam.
sisy berjalan pelan, menggoyangkan lehernya ke kanan dan ke kiri, merasa hari ini hari yang melelahkan bagi nya.
"sudah pulang..." terdengar suara baritone dengan nada datar dari arah belakang sisy.
[perasaan tadi seperti nya tidak ada orang, kenapa ada suara alex?]
sisy segera menoleh ke arah belakang, sofa ruang tamu.
sisy begitu tegang dan terkejut tatkala melihat alex yang sedang duduk di salah satu sofa ruang tamu dengan menaikkan kaki nya di atas meja, terlihat sorot mata nya yang begitu tajam. mengintimidasi orang yang di tatap nya.
__ADS_1