Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
73. Perbedaan Persepsi


__ADS_3

sisy begitu tegang dan terkejut tatkala melihat alex yang sedang duduk di salah satu sofa ruang tamu dengan menaikkan kaki nya di atas meja, terlihat sorot mata nya yang begitu tajam. mengintimidasi orang yang di tatap nya.


"dari mana baru pulang"


alex berdiri dan berjalan mendekali sisy. membuat sisy semakin tegang.


"a...aku sudah mengirim pesan tadi, ijin untuk lembur"


sisy menunduk, tak berani melihat ke arah alex yang sekarang sudah ada di hadapan nya.


alex meraih dagu sisy, memegang nya dan menaikkan , menatap mata sisy tajam.


"kamu tidak bohong?"


pertanyaan alex semakin menambah ketakutan sisy. di tambah sorot mata nya yang seolah tak berkedip, masih menatap mata sisy tajam. kali ini semakin dekat. alex semakin mengintimidasi.


"ti...tidak" sisy masih berusaha menutupi ketakutan nya, berusaha melepaskan dagu nya dari cengkeraman tangan alex. mencoba memutus pandangan dari sorot mata alex yang tajam.


namun tak berhasil, cengkeraman alex pada bahu nya begitu kuat.


hingga membuat sisy sedikit kesakitan.


"kau yakin?" tanya alex menantang.


"kalau aku mengetahui kamu berbohong, apa hukuman yang pantas untuk mu?"


[ tamat lah riwayat ku, dia pasti mengetahui sesuatu]


sisy tak menjawab, hanya memejamkan mata dalam.


" kalau kau tahu sesuatu, tak perlu mengetes ku seperti ini"


sisy berbalik marah pada alex . masih berusaha menyingkirkan tangan alex di dagu nya.


"tahu sesuatu? jadi kau sedang berbohong?"


[singkirkan sorot mata mu, itu begitu menakut kan]


"aku dari tempat mira, main di sana" sisy berbicara dengan setenang mungkin.


"sebelum itu?"


" aku ada pekerjaan , menghadiri acara di hotel x " jawab sisy lagi.


"setelah itu?"


"setelah itu ya aku ke kontrakan mira"


jawab sisy sambil berteriak di hadapan wajah alex sambil memejamkan mata nya rapat.


"di hotel x ngapain saja?"


sambil mengeratkan tangan nya pada dagu sisy dan semakin mendekatkan ke arah nya.


"haduwh alex... sakittt......"


sisy mengaduh, serta terlihat meringis menahan sakit. juga berharap pria itu kasihan dan melepaskan cengkeraman tangan nya.

__ADS_1


mendapat keluhan kesakitan dari sisy, alex mengendorkan cengkeraman nya, namun tak melepaskan.


rupa nya pria itu, masih memiliki rasa kasihan pada wanita nya itu.


bukan kasihan, sebenarnya alex merasa tidak tega kalau harus melihat wanita nya kesakitan.


apa itu pertanda kalau sayang??


"kamu mau menyalahkan ku soal apa sebenar nya? kamu mau mengadili ku soal apa? mau memarahi ku soal pulang telat atau apa?"


sisy berusaha melawan ketakutan nya pada pria di depan nya. tak ingin terlihat bersalah.


"aku jadi semakin gemas kamu, semakin hari semakin tidak patuh dan melawan"


bibir alex tertarik ke atas, memperlihatkan senyum sinis nya .


mengusapkan ibu jari nya, mengusap bibir wanita nya itu.


"dan bibir ini, yang selalu berbohong"


sisy tak menjawab lagi, terlihat jelas kemarahan alex .


tak ingin di bantah atau pun di lawan.


"dan sekarang , kau semakin berani ikut campur dalam urusan ku"


kemarahan di wajah alex begitu menakutkan.


"jangan kau pikir selama ini aku membiarkan mu memiliki kebebasan, pergi bekerja, bergaul dengan teman mu, dan tak memaksamu untuk melayani ku, kau bisa bersikap dengan seenak nya sendiri?"


wajah sisy semakin meremang. kaki nya serasa melemah. alex terang- terangan memperingatkan.


akhirnya alex pun mengutarakan sebab diri nya murka pada wanita nya itu.


[sudah aku duga, tidak mungkin dia tidak tahu]


"kenapa diam? kau pikir aku tidak akan tahu kau yang membantu nya kabur?"


tak ada kata lagi yang terucap dari bibir sisy, hanya bisa memejamkan mata nya, begitu takut dengan teriakan alex yang pas di hadapan wajah nya.


" masih tidak mau mengakui?"


sisy masih terdiam seribu bahasa.


"kau dan teman mu , akan mempertanggungjawabkan nya"


"jangan,....." tak ingin mira ikut terlibat.


"jangan sangkut pautkan mira, semuanya salah ku, itu ide ku untuk membantu gadis yang kamu sandera itu. aku yang akan menanggung nya sendiri"


"menanggung bagaimana maksud mu?, menjemput gadis itu dan menyerahkan nya pada ku sendiri?" alex semakin menyudut kan sisy.


"tolong lepaskan gadis itu, masukkan lah daftar hutang nya ke dalam daftar hutang ku"


sontak membuat alex tertawa lebar. membuat sisy semakin ketakutan.


"hahahhahha"

__ADS_1


" hutang mu sendiri saja belum lunas, sampai kau tua juga belum tentu lunas, masih menanggung hutang orang lain?, kamu bercanda"


"lalu mau kamu apakan gadis itu?" tanya sisy pada alex.


"mau kamu jadikan wanita mu juga? " tanya sisy dengan sedikit berteriak.


"masih kurang kamu mengencani banyak wanita cantik mulai dari orang biasa sampai arti internasional?"


sisy seperti orang kesambet, seolah gantian alex yang di sudutkan dengan banyak pertanyaan .


alex sampai terdiam, merasa syok wanita nya begitu berani menyudutkan diri nya.


"atau kamu cari yang masih belia, yang masih fresh, lebih muda? masih ori?"


mendengar pertanyaan sisy tak henti- henti nya, membuat alex hanya terdiam tak menjawab.


[kenapa jadi gantian dia yang marah- marah pada ku? harus nya kan aku yang marah]


sisy terlihat menghela nafas, kemudian menghirup udara, serasa kehabisan nafas setelah mengeluarkan isi hati nya, kemarahan nya pada pria di depan nya.


"kenapa jadi kamu yang marah- marah?"


alex tersadar dengan keadaan yang seperti nya berbalik.


" kenapa? kenapa marah?"


dua orang yang tak mau mengalah, masih ribut. padahal hari sudah semakin malam.


sedangkan mereka semakin malam semakin saling mengencangkan suara, hingga menggema ke seluruh sudut ruangan.


untung nya penghuni lain di rumah megah itu adalah pekerja nya alex, jadi sekalipun suara pertengkaran mereka menggema, tak kan ada yang berani menghentikan nya.


"aku tidak ingin kau menjadi kan gadis itu wanita mu" ucap sisy mulai memelankan suara nya.


"cukup aku saja, jangan ada gadis lain" ucap sisy melanjutkan.


sejenak membuat alex terdiam, melongo, tak sanggup berkata- kata lagi.


sisy mencoba melepaskan cengkeraman tangan alex yang mulai melemah.


terlepas dari cengkeraman tangan alex, sisy bergegas berjalan menaiki tangga menuju kamar nya.


[syukurlah bisa lepas dari dia]


sisy mempercepat jalan nya, sebelum alex mengejar nya.


sedangkan alex , malah kini bibir nya mengulum senyum. hati nya seperti di penuhi bunga- bunga.


seperti nya ada perbedaan persepsi antara alex dan sisy tentang kata- kata yang barusan terucap.


alex begitu senang dengan ucapan dari wanita nya itu, kalau tidak ingin ada gadis lain. itu berarti menandakan wanita nya itu cemburu pada gadis lain, pikir alex.


sedangkan maksud sisy, diri nya tak ingin ada gadis lain yang senasib dengan nya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2