Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
13. Mengganti plester


__ADS_3

Setelah membersihkan lehernya di kamar mandi, sisy mulai menghubungi teman sekantornya yang dia ingat.


Mencoba menanyakan pekerjaan nya yang beberapa minggu ini dia tinggalkan.


“Hallo ini siapa?”


Terdengar suara di seberang sana.


“maya ini aku, sisy”


teman- teman sisy memang belum tahu nomor telepon sisy yang baru.


“hai sy kemana saja kamu, tiba- tiba menghilang tidak ada kabar”


“baik, aku ingin minta tolong pada mu, em.... bisakah kamu menanyakan pada bu taty apakah aku masih bisa bekerja di situ? Tolong dong tanyakan pada ibu taty”


“memangnya kenapa kamu tiba-tiba tidak masuk kerja tanpa ijin?”


“emmm....aku harus pulang kampung mendadak.


Kakakku terkena masalah dan aku tidak bisa meninggalkan nya” ucap sisy berbohong.


“ohh....gitu, nanti aku akan coba tanyakan pada bu taty .


sy... perusahaan kita jadi di akuisisi oleh stasiun tv x loh. Minggu depan kita sudah pindah kantor ke gedung besar. hahahaha”


terdengar suara maya di seberang sana memberikan kabar perkembangan perusahaan tempat mereka bekerja.


“ohhh ya.....itu kabar baik” jawab sisy.


“emmmm kalau begitu aku tutup dulu ya sy , masih menyelesaikan pekerjaan”


“oh... ya... ya... bye ...may ...see you”


sisy mengakhiri percakapan dengan teman nya.


“untung aku masih ingat nomor telephone maya”


pasal nya nomor maya memang terbilang nomor cantik.


Sehingga memudahkan untuk di ingat.


Di kamar alex sedang berbicara dengan thomas melalui sambungan telephone.


“hubungi sherly kirim ke kamar ku sekarang”


pinta alex pada asisten nya, thomas.


Kemudian menutup sambungan telfon.


Alex mencoba menahan hasratnya sejak tadi ketika masih di kamar sisy.


Jam menunjukkan pukul 11 malam....


sisy terbangun dari tidurnya.


“lapar.....” merasakan lapar.


Sejak tadi siang bahkan belum makan apa- apa.


Seraya berjalan menuruni tangga menuju dapur, sisy melihat seorang wanita keluar dari kamar alex.


“dasar buaya buntung...."


bergumam sendiri Memaki alex .

__ADS_1


Ketika di dapur.......


tampak wanita yang dia lihat tadi juga pergi ke dapur, mengambil sebotol minuman.


Mau tidak mau keduanya bertemu.


“hai....” sapa perempuan cantik nan seksi yang memakai dres sangat mini dengan belahan dada yang lebar sehingga memperlihatkan ukuran buah dada nya yang lumayan besar.


“hai.....” balas sisy ragu- ragu.


“kamu tinggal di sini? Apa nya alex?. Ohh ya namaku sherly” sambil membuka botol minum wanita itu memperkenalkan diri pada sisy.


“ya aku tinggal di sini. Aku sisy” sambil mengambil panci hendak memasak mie instan.


“apanya alex” ulang sherly pènasaran.


“emmmm..... bukan siapa- siapa nya” jawab sisy ragu “ ohh ya aku melihatmu sudah dua kali di rumah ini “ tambah sisy .


“ohh ya??? Sebenarnya aku sudah empat kali ke rumah ini”


“ohhh.... .” jawab sisy singkat.


“kontrak ku hampir berakhir, aku hanya di kontrak 1 bulan , kalau alex masih menginginkan aku baru di perpanjang kontrak nya.


Ohh ya apakah selain aku kamu pernah melihat wanita lain yang datang ke alex?” tanpa sisy bertanya sherly menjelaskan panjang lebar hubungan nya dengan pemilik rumah besar itu.


“ selama aku di sini 1 minggu lebih, aku tidak melihat wanita lain yang keluar masuk ke kamar alex selain diri mu” sambil mengingat- ingat .


“ohhh ya???Jadi kamu baru 1 minggu di sini? Pantas aku baru melihatmu” ucap sherly sambil tersenyum.


“kenapa kamu tanya wanita lain? Apa alex biasa mengontrak wanita untuk menemaninya? Kenapa kamu mau?”


sisy mulai memberikan banyak pertanyaan pada wanita yang hampir menghabiskan minuman nya itu.


“ tidak.... aku hanya penasaran apa dia memang hanya bermain dengan satu wanita atau bergonta- ganti dalam sebulan itu.


Di tambah harus rutin chek kesehatan.


Apalagi sebelum kontrak, seleksinya sudah melebihi tes cpns, harus ada tes kesehatan lengkap juga”


sambil tertawa mengingat dia sebelum di kontrak alex


“ tapi uang nya memang fantastis” lanjut sherly .


Sisy yang mendengarkan sambil memasak mie instan pun ikut tertawa.


“ apa permainan nya wowww?” bisik sisy sambil mendekatkan wajahnya pada sherly.


“ hahaha.... tentu saja, dari


sekian tamu yang aku layani dia termasuk jajaran lelaki yang punya pesona luar biasa di atas ranjang. Kehebatan nya tidak di ragukan lagi. Pemain profesional lah ,hahaa....sangat memmmuuaskannn.... Tanpa di bayar pun aku mau sebenarnya. Hahaha....”


“ apa iya? “ pikir sisy dalam hati namun segera ia menggeleng- gelengkan kepalanya tidak ingin otak nya traveling kemana- mana.


Kemudian fokus pada mie instan yang hampir matang itu.


“ minuman ku sudah habis, aku cabut dulu ya...bye...”


kemudian sherly berjalan berlalu menuju pintu keluar.


Hanya di balas anggukan oleh sisy.


Kemudian sisy menghabiskan mie nya yang sudah siap makan.


Keesokan hari di meja makan......setelah sarapan pagi....

__ADS_1


“ayo....”ajak alex sambil menarik tangan sisy.


“mau kemana?” tanya sisy yang masih mengunyah setelah suapan terakhir sarapan pagi nya.


“ ke kamarmu...” jawab singkat alex .


“ke... ke kamar....? Ngapain?” jawab sisy terbata- bata .


wajahnya kini tampak merah padam ketakutan.


“ bi kotaknya sudah siap” tanya alex pada bi nani.


“ sudah tuan”


sambil menundukkan kepala.


Sesampai di kamar, alex langsung mendudukkan sisy dan diri nya di tepi ranjang.


Tubuh sisy semakin bergetar ketakutan.


“me...ma...u apa?” suara nya pun tak bisa di kondisikan lagi saking ketakutan nya.


Kemudian alex menidurkan kepala sisy di pangkuan nya sambil menarik kotak p3k yang sudah di siapkan bi nani di atas nakas samping tempat tidur.


Kemudian mulai membuka plester balutan di leher sisy bagian belakang.


“ kenapa se grogi itu? Aku hanya mau mengganti plester ini” ucap alex santai.


Mengetahui tujuan alex, kini sisy tampak lega.


pikiran nya yang sejak tadi sudah tak karuan berangsur membaik.


Kini alex sibuk dengan luka di tengkuk leher sisy.


Setelah mengganti plester dan merapikan nya...


Cuppp.......


Alex mendaratkan kecupan tepat di atas tengkuk leher sisy yang terluka.


Sontak membuat sisy membulatkan matanya.


Namun di sisi lain hati nya terasa bahagia dapat perhatian dari seseorang.


“ kalau di perhatiin terus seperti ini, mana kuat bang, lemah bang hati adek”


gumam sisy dalam hati.


“apa nyaman sekali tidur di pangkuan ku”


sindir alex pada sisy yang dari tadi tidak segera mengangkat kepalanya setelah menyelesaikan mengganti plester.


“ ha.....” seketika buru- buru sisy mengangkat kepala nya dari pangkuan alex.


“apa kamu ingin lebih dari ini?” sambil mengedip- ngedipkan mata mengangkat alisnya cepat... alex menggoda sisy.


“tidakkkk....” seketika sisy berdiri dan mundur dua langkah menjauhi alex.


“ hentikan reaksi berlebihan mu itu” ucap alex masih menertawakan sikap sisy dan kemudian berlalu keluar kamar.


Di bawah tampak thomas sudah menunggu.


“seperti nya sang big bos sekarang sudah ingin pensiun penuh dari dunia mafia”


gumam thomas pelan melihat bos nya tampak senyum- senyum sendiri sambil menuruni tangga.

__ADS_1


Melihat thomas sudah menunggu di bawah buru- buru alex merubah ekspresi nya menjadi lebih serius. Kemudian berjalan menuju mobil.


__ADS_2