Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
29. Maria alexa


__ADS_3

acara puncak perayaan perusahaan di mana sisy bekerja telah mulai di helat.


para pemegang saham datang sebagai tamu undangan. termasuk alex adalah pemegang saham terbesar kedua di perusahaan itu pun ikut menghadiri pesta.


suasana tampak meriah. seluruh karyawan ikut merayakan pesta. sedangkan tamu penting duduk di bangku paling depan. dekat dengan panggung yang akan mempertunjukkan konser musik. mendatangkan artis internasional serta artis- papan atas dalam negeri lainnya.


tampak alex duduk tepat di sebelah pak bharata. pemilik sekaligus pimpinan perusahaan tempat sisy bekerja.


sebagai tamu kehormatan salah satu pemegang saham.


di belakang tamu vvip adalah karyawan perusahaan. sisy menduduki kursi selang 2 kursi di belakang alex.


sisy memperhatikan obrolan para direktur perusahaan. di saat artis ibukota yang sensasional cantik nan berpakaian seksi tampil di atas panggung.


"saya bisa meminta nya untuk anda pak alex. cantik bukan?lihatlah besar kan?" sebuah ucapan pak bharata yang terdengar sisy . dengan ekspresi pak bharata yang tertawa terbahak-bahak. di susul pak yuda yang ada di sebelah kanan pak bharata.


"pak bharata, sekarang saya lebih suka yang kecil" sahut alex sambil tersenyum mencurigakan.


"ahhh... i no, apakah pak alex sudah bosan yang besar-besar ha?? ha...ha...ha... " pak yuda menimpali.


"yang kecil lebih menggemaskan pak yuda. ha...ha...ha..." timpal alex.


entah obrolan seperti apa yang mereka bahas. sisy yang mendengar obrolan alex menjadi berpikiran yang tidak-tidak.


" apa maksudnya sekarang dia suka yang kecil? hah... tidak...tidak. sisy terlarut dalam pertanyaan nya sendiri. sambil menggosok-gosok dahinya. mencoba menghapus beberapa pikiran ambigu di otak nya.


hingga tiba saatnya penampilan puncak yaitu dari penyanyi internasional yang di undang dari jauh. yaitu amerika.


setelah host kenamaan memanggil namanya dan mulai muncul para penonton yaitu mayoritas pegawai perusahaan itu semakin riuh bersorak gembira.larut dalam suasana pesta.


"hah alexa ? pantas dia bilang akan memberi kejutan" gumam alex.


dalam pertunjukan menyanyinya, artis yang mempunyai nama lengkap maria alexa mendekat pada alex dan memberikan bunga yang alexa cabut dari dekor sekitar panggung. tampak suasana semakin riuh.


"wah pak alex memang luar biasa, sekelas penyanyi internasional saja terpesona melihat pak alex. ha..ha..ha. " ucap pak bharata bercanda.


padahal dalam hati alex, aku bahkan bisa memilikinya.


.


.


maria alexa adalah salah satu wanita nya alex. sudah sering setiap kali alex ke amerika di temani oleh maria alexa dalam bersenang -senang. namun tak terpublikasi oleh paparazzi. saking ketatnya keamanan yang alex ciptakan.


.

__ADS_1


.


.


hari semakin larut, akhirnya perhelatan acara puncak dari perayaan ulang tahun perusahaan selesai juga. tamu penting termasuk para pemegang saham sudah pulang terlebih dahulu. kini ada panitia dan karyawan mengevaluasi acara.


termasuk sisy belum pulang dan baru mau pulang.


.


.


.


memasuki rumah , sisy bergegas membersihkan diri. sebelum tidur, turun ke arah dapur mengambil sebotol minum.


"help me please" ucap seorang wanita bule yang baru saja keluar dari kamar alex .mengenakan baju tidur nan seksi menerawang di balut kimono tipis pada sisy yang hendak menuruni tangga.


"can i have a favor where is the kitchen located?" rupanya wanita bule yang seperti tidak asing bagi sisy itu bertanya di mana letak dapur.


sisy kemudian memberitahukan di mana dapur dan menuruni tangga berbarengan.


"you can follow me" ucap sisy yang sedikit-sedikit bisa bahasa inggris namun pas-pasan.


.


.


"wanita mana lagi yang dia tiduri, tapi seperti nya tidak asing wajah itu seperti pernah melihatnya" sisy memikirkan wajah wanita bule yang barusan masuk ke kamar alex.


"ngapain aku pusing mikirin dia" tersadar kemudian sisy kembali masuk ke kamarnya.


.


.


.


ke esokan hari. lagi dan seperti biasa . sarapan pagi adalah kewajiban juga sebagai tempat di mana alex dan sisy bisa mengobrolkan beberapa hal. tentang negosiasi dan dan waktu mereka bisa berkomunikasi satu sama lain.


"mau kemana? ini kan hari minggu?" tanya alex pada sisy yang memakai baju rapi dan tas selempang kecil. bersiap untuk pergi.


"aku ada janji dengan teman ku. mau ke mall. membeli beberapa kebutuhan ." ucap sisy santai sambil memakan sepotong sanwich.


mendengar hal itu membuat raut wajah alex berubah jadi masam.

__ADS_1


"punya uang dari mana kau? kartu yang aku pinjamkan itu hanya untuk keperluan makan dan transportasi selama kamu belum gajian. lagi pula kamu belum ijin pada ku." tutur alex berapi-api.


melihat ekspresi alex, sisy mulai menghentikan aktifitasnya sarapan. merasa khawatir kalau alex menggagalkan rencana nya.


"aku mau ijin tapi takut mengganggu. kau kan sedang bersama wanita mu" membuat alex yang sedang makan sepotong sanwich tersedak mendengar ucapan sisy.


"lagi pula aku mau belanja dengan uang ku sendiri.aku baru saja gajian. ini aku kembalikan kartumu" sisy menambahkan sambil menaruh sebuah kartu debit dari tas kecilnya.


sepertinya alex memang berniat tidak mengijinkan sisy dan terus mencari cara bagaimana caranya agar sisy tidak jadi pergi.


"mana lihat gajimu" tutur alex .


"memangnya kenapa?" ucap sisy.


"kau lupa , kalau kau punya hutang banyak " alex mengingatkan.


"iya aku akan transfer nanti" ucap sisy santai.


"aku tidak percaya, transfer sekarang" kemauan alex memang tidak ada yang bisa menolaknya.


kemudian sisy membuka m- banking nya dan menanyakan nomor rekening alex.


"mana aku tulis nomor rekeningnya" pinta alex. sisy hanya menurut dan memberikan handphone nya pada alex.


alex memindah bukukan uang sisy pada nomor rekeningnya dan hanya menyisakan seratus ribu rupiah.


setelah melakukan itu alex senyum-senyum sendiri. membuat sisy mulai curiga.


"mana.....sudah atau belum nulis nomor rekeningnya? " sambung sisy mencoba merebut handphone miliknya kembali.


melihat layar ponsel, wajah sisy merah menyala marah menemukan kenyataan saldo yang tersisa tinggal seratus ribu.


"apa......tinggal seratus ribu? kau mencuri uang ku" sambil menunjuk- nunjuk ke arah alex.


"mana ada aku mencuri. itu kau membayar hutang padaku. seperti perjanjian awal" ucap alex senang.


" iya tapi ya tidak terus cuma kamu sisakan seratus ribu doang seperti ini. untuk transport satu bulan saja tidak cukup itu" sisy mulai memelankan nada bicara nya.


"kalau kurang kau boleh pinjam pada ku lagi. namun hanya sekedar untuk transport. tidak untuk belanja yang lain" alex menegaskan.


"bilang saja kamu memang tidak membolehkan aku pergi ke mall dengan teman ku kan?" tanya sisy menyelidik.


"kalau iya kenapa?" tanya balik alex pada sisy.


"kalau hari minggu aku ada di rumah maka kau tidak boleh kemana- mana dan tetap di rumah. kecuali aku yang mengajak. catat itu" wajah serius alex membuat nya tak berani membalas perkataan alex.

__ADS_1


__ADS_2