
setelah usaha nya merayu marsya sang bodyguard, akhirnya bodyguard cantik yang selalu mengikuti kemana pun sisy pergi itu, mau di ajak kompromi dan bekerja sama.
tak akan melaporkan apapun tentang pertemuan nya dengan juna, walaupun pertemuan itu tidak di sengaja dan tak ada apa- apa pula di antara juna dan diri nya.
namun sisy tak mau alex marah dan salah paham. apalagi sampai menghajar juna seperti waktu lalu, tak ingin orang lain celaka karena diri nya, pikir sisy.
.
.
setelah sampai di rumah dari kegiatan nya berbelanja, sisy langsung berjalan berlalu ke kamar nya untuk mandi dan merebahkan diri di kasur, istirahat.
sisy kemudian mengecek ponsel nya, ada beberapa chat masuk, bukan hanya alex saja sekarang yang bisa menghubungi nya, namun ada juna dan beberapa teman kantor nya dulu, termasuk mira, sahabat dekat nya.
sisy tersenyum mendapati chat masuk dari mira, membalas chat yang di kirim kan nya beberapa waktu lalu, yang memberitahukan diri nya dengan nomor baru nya.
ada juga chat dari juna yang hanya berbungi 'ping juna' sekedar memberitahukan kalau itu adalah nomor nya.
namun tidak ada pesan masuk dari alex, baik itu berupa miss call atau pun chat.
membuat sisy yang baru saja mengulum senyum mendadak menarik bibir nya datar.
biasa nya paling tidak alex menelepon walau hanya sehari sekali.
"apa dia begitu sibuk? kenapa aku jadi ada yang kurang ya kalau tidak mendengar suara nya, apa kau sudah mulai tergila- gila pada alex siy?"
sisy berbicara pada diri nya sendiri, merutuki diri yang berubah jadi bucin pada alex, mengharap dan merindukan pria yang sudah menjadi suami nya itu.
"ah, mungkin dia sibuk mengurusi permasalahan perusahaan nya"
ucap sisy lagi pada diri nya sendiri, sebelum terlelap tidur malam, tak ingin berpikiran buruk pada alex, berusaha tetap percaya pada alex.
.
.
sudah tiga hari alex tak memberi kabar apapun, pikiran sisy mulai tak enak, antara alex kenapa- kenapa atau alex memang sudah melupakan nya, sudah bosan pada nya dan mencari kesenangan dengan wanita lain lagi, seperti sifat nya sebelum menikahi nya.
hari ke empat, sisy mencoba menghubungi alex, di coba beberapa kali, namun tak di angkat juga,
"di sana, ini sudah malam"
__ADS_1
ucap sisy yang melihat jam, mencari alasan untuk melegakan sedikit pikiran nya mengapa alex tak mengangkat telepon nya, ah alex mungkin sedang tidur, pikir sisy.
"sekali lagi ah"
ucap sisy lagi pada diri sendiri, hidup nya tak tenang jika belum mengetahui kabar alex.
kemudian menekan lagi tombol panggil, untuk mencoba menyambungkan panggilan pada alex.
sisy menunggu beberapa saat, sampai akhir nya ada yang mengangkat.
" di angkat"
jawab sisy begitu antusias, melihat layar ponselnya yang tadi nya keterangan berdering berubah jadi angka yang terus berjalan.
"hallo"
suara di seberang sana, di ujung telepon alex.
betapa kaget nya sisy mendengar bukan suara alex yang mengangkat, namun suara seorang wanita.
sisy tak bisa berkata- kata, hanya mendengarkan suara sang wanita mengatakan hallo berulang kali.
dada sisy terasa sesak, mata nya berkaca- kaca, mengetahui yang mengangkat ponsel alex adalah suara wanita.
kepala nya terasa berat , banyak pikiran, apakah benar alex sudah mulai bosan pada nya? apakah pria itu memang tak pernah berubah? apakah alex memang masih sering bermain dengan wanita di luaran sana? apakah alex memang menikahi nya hanya ingin mendapatkan tubuh nya saja?, setelah mendapatkan nya maka akan di buang begitu saja?, ya apakah pria itu sudah bosan pada nya?
kini begitu banyak pertanyaan di kepala sisy yang tak di temukan jawaban nya.
ah mungkin pria itu memang tak pernah berubah menjadi baik.
sampai akhirnya ponsel sisy mati, mendapati tak ada jawaban, wanita yang mengangkat telepon itu akhir nya mematikannya begitu saja.
sisy hanya bisa terdiam dengan air mata yang masih menggenang.
beberapa saat setelah diri nya menelepon alex dan di matikan tadi, kini ponsel sisy yang gantian berbunyi, tertera nama my love di layar ponsel.
ya, alex menyimpan nomor nya di kontak ponsel sisy dengan sebutan my love, alex sendiri yang menamai nya, sebelum diri nya menyerahkan ponsel itu pada sisy.
sisy yang melihat nomor kontak dengan nama 'my love' itu serasa malas untuk mengangkat, pasti pria itu menyadari kalau diri nya baru saja menghubungi dan yang mengangkat adalah wanita yang sedang bersama nya, dan akan memberikan seribu alasan, batin sisy sudah mulai tidak percaya pada alex.
sisy menghentikan tangis nya, mengusap sisa air mata,
__ADS_1
dan sisy biarkan ponsel nya terus berbunyi, melihat nya sejenak, ingin mengangkat dan menanyakan siapa wanita itu, namun merasa malas harus berbicara panjang lebar dengan alex, batin sisy gamang.
sisy memikirkan nya berulang kali, sedangkan ponsel nya terus berdering.
merasa gerah dengan bunyi yang terus keluar dari ponsel nya, sisy akhir nya mengangkat telepon dari alex.
"hallo"
jawab sisy datar, tanpa ekspresi.
"kenapa kamu lama mengangkat nya?"
"siapa wanita yang mengangkat ponsel mu tadi?"
" tidak penting, kamu kenapa lama mengangkat telepon ku?"
"bagi ku penting alex, kamu sedang bermalam dengan wanita mana lagi?
"bukan siapa- siapa , jangan pikirkan dia, kamu kenapa lama mengangkat telepon ku? kamu bersama siapa?"
kedua nya malah saling curiga satu sama lain.
"kamu bersama mantan atasan mu itu? janjian?"
ish kenapa jadi dia yang menyalahkan ku dan menuduh ku? padahal dia yang sudah jelas- jelas bersama wanita lain saat ini.
"hey, kamu yang sudah jelas- jelas yang mengangkat ponsel mu adalah perempuan dan sekarang di sana itu tengah malam bukan? wanita mana lagi yang kamu kencani dan tiduri?"
batin sisy meradang mendengar tuduhan alex padahal diri nya yang sudah ketangkap basah bersama wanita lain, sisy semakin geram.
"aku akan mencelakai mantan atasan mu itu kalau kamu bertemu dengan dia lagi"
kenapa alex tahu pertemuan dengan juna? meskipun itu sebenar nya tidak di sengaja, batin sisy bertanya- tanya, ah namun bukan itu yang lebih penting, lebih penting membahas alex dan wanita asing.
"apa kamu bersenang- senang dengan wanita mu yang lain? apa aku mengganggu kesenangan mu? apa dia model terkenal atau penyanyi terkenal atau artis terkenal? siapa wanita itu?"
mata sisy berkaca- kaca lagi, merasakana hati nya yang seperti tersayat sembilu.
harus nya aku tahu akibat nya jika menaruh hati pada pria itu? sakit hati.
mana ada pria berengsek yang bisa berubah menjadi baik dengan mudah nya? batin sisy berkecamuk, tak habis pikir diri nya mengharapkan kesetiaan pada alex yang sudah terbiasa hidup dengan berganti banyak wanita.
__ADS_1
mana puas pria itu hanya bermain dengan satu wanita?, apalagi mengharapkan kesetiaan nya.
sisy merutuki kebodohan nya, berharap pada manusia hanya akan berakhir kecewa, mengharapkan alex setia hanya seperti pungguk merindukan bulan, gumam sisy dalam hati.