Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
16. Seperti ibu-ibu pejabat


__ADS_3

Melihat bosnya mulai memejamkan mata, thomas memberi waktu sang bos untuk beristirahat sejenak.


“kali ini kau gagal sonya” gumam thomas dalam hatinya.


“thomas....!!” panggilan sang bos terdengar lirih di balik kursi kerjanya yang masih menatap ke arah luar jendela.


“ya....???” jawab thomas singkat.


“siapkan supir dan pengawal, suruh antar sisy kemanapun dia mau”


“baik bos” jawab thomas di sertai sedikit senyuman .


“jangan menertawakanku, aku mengetahuinya” suara yang kini sedikit keras dari sebelumnya , membuat thomas memilih langsung keluar dari ruangan sang bos.


Segera melaksanakan perintah bos dengan menghubungi beberapa orang.


-


-


Di rumah , sisy masih berada di dapur.


“nona mau sesuatu?”tanya seorang pelayan.


“ enggak, aku hanya ingin duduk di sini. Bosen di kamar” jawab sisy berkilah sambil sebentar- sebentar menoleh ke arah tangga.


Pelayan yang sedang mengerjakan pekerjaan nya di dapur pun ikut menelisik, apa yang di lihat nona di rumah itu pada tangga hingga menoleh ke arah tangga berulang kali.


“nona mencari sesuatu,” tanya pelayan lagi.


Pelayan yang dari tadi bertanya terus pada sisy.


“enggak,....lanjutkan pekerjaan mu” sisy mulai kesal .


“ nona mau aku buatkan sesuatu? Atau mau chef yang membuatkan camilan?”


Sisy tampak mulai geregetan dengan pelayan yang sejak tadi bertanya. Membuat dia tidak konsentrasi menjalankan misi nya.


“mbak minahhhh , aku tidak ingin apa- apa, aku hanya ingin duduk di sini sebentarrrrr saja” sambil menghela nafas dengan nada bicara penuh penekanan pada salah seorang pelayan yang usianya tidak jauh beda dari dirinya. namanya minah.


Kemudian kembali lagi mengarahkan pandangan nya menuju tangga dari balik tembok pembatas ruang dapur.


Seperti sedang memata- matai seseorang. Sedangkan pelayan tadi yang bernama minah , menggaruk- garuk kepalanya yang tidak gatal . Merasa heran dengan apa yang di lakukan sisy.


“itu dia...” ucap sisy bicara sendiri sambil mengamati tangga dimana ada seorang wanita yang turun dari sana.


Tampak dari kejauhan sisy bisa melihat wajah blesteran dari wanita yang sedang menuruni tangga tersebut.


“nona sedang apa?” sentuhan tangan bi nani mengagetkan sisy yang dari tadi konsentrasi mengintip arah tangga.


“ bi nani ,mengagetkan saja” sambil menoleh ke arah bi nani. Meninggalkan pandangan yang sejak tadi memperhatikan wanita yang baru saja menuruni tangga.


“ emmm.... tidak” jawab sisy tampak bingung harus menjawab apa.

__ADS_1


Kemudian bi nani menoleh menuju ruang di balik tembok, mencoba mencari apa yang sejak tadi di lihat nona nya.


“ohhh...jadi nona penasaran pada nona sonya?” bi nani tampak tersenyum mengejek.


“i,,,iya. Cuma sedikit penasaran saja. Hehe..” jawab sisy sambil tersenyum canggung.


“kalau nona mau tanya, saya bisa menceritakan. Nona sonya sudah berulang kali datang ke rumah ini. Jadi saya sedikit tahu siapa nona sonya” membuat sisy tersenyum riang.


“yang benar bi? Ceritakan yang bibi tahu” pinta sisy begitu antusias .


“tapi tidak sekarang nona, saya kesini ingin memberitahu nona kalau di depan sudah siap supir yang akan mengantar nona” bi nani menyampaikan pesan telfon yang di dapat dari asisten sang bos.


“ supir? Mengantar aku? “ sisy merasa tidak paham.


“ saya hanya menyampaikan pesan dari tuan thomas nona” ucap bi nani , kemudian pamit melanjutkan pekerjaan nya. meninggalkan sisy yang masih bengong berpikir.


Kemudian berjalan ke kamarnya mengambil ponsel.


Terdapat nomor tidak di kenal di riwayat panggilan. Serta sebuah pesan.


‘nona, saya thomas di perintah bos alex menyiapkan supir untuk anda gunakan kemanapun anda inginkan hari ini, anda harus kembali ke rumah sebelum jam 5 sore’


“apa itu artinya aku mendapat ijin untuk ke kantor hari ini?” tanya sisy pada dirinya.


Sambil tersenyum bahagia lantas bergegas menuruni tangga.


“ mbak minah?” panggil sisy pada salah satu pelayan yang sudah membuatnya geregetan tadi.


“iya nona?” jawab minah segera datang.


sisy meminjam baju formal pada salah satu pelayan.


Tidak ada pilihan lain. Baju punya yang di belikan alex sebelumnya semua baju santai.


“nona yakin? Tapi baju saya jelek nona, harga nya murah” minah meyakinkan sisy.


Sisy mengangguk meyakinkan minah.


"mbak minah, baju yang biasa aku pakai dulu juga baju-baju murah. lebih baik baju murah tapi sopankan daripada mahal tapi kurang bahan?". mereka berdua pun tertawa.


Kemudian keduanya menuju kamar minah mencari beberapa baju.


Setelah menemukan baju yang cocok, sisy bergegas ke halaman depan rumah.


Tampak dua buah mobil terparkir di depan pintu satu orang sopir beserta lima orang bodyguard berbadan kekar sudah siap menunggu.


“ha,,,” sisy melihat barisan pengawal sambil melongo.


“silahkan nona” pinta seorang bodyguard membukakan pintu mobil.


“ahh iya...” kemudian bergegas masuk.


Diikuti satu mobil lagi dari belakang.

__ADS_1


Sisy hanya bisa menoleh ke arah belakang lewat kaca belakang mobil merasa heran.


“ pak mobil di belakang itu mengikuti kita?” tanya sisy pada seorang pengawal serta seorang sopir yang sedang mengemudi.


“iya nona” jawab seorang pengawal singkat.


“aku serasa seorang ibu- ibu pejabat saja, kemana- mana harus di kawal”gumam sisy sambil menepuk jidat nya sendiri.


“ pak kita ke kantor x di jalan xx ya pak” pinta sisy.


“siap nona” balas seseorang yang sedang memegang kemudi.


-


“bisa tidak bapak-bapak ini tetap di mobil saja , jangan mengikutiku dari dekat”pinta sisy pada para pengawal .


“maaf nona ini sudah perintah” jawab seorang bodyguard yang dari tadi duduk di samping sopir.


“iya, maksudku agak jauh gitu, jangan mengekor terus seperti ini. Aku janji tidak akan kabur” sisy mencoba meyakinkan .


“baik nona mereka berempat akan menunggu di luar. Saya akan tetap ikut nona masuk” sang leader pengawal masih bersikukuh.


“ hah... yasudah lah ayo” ajak sisy pada leader pengawal sambil berjalan gontai.


“hay sy” maya yang melihat sisy datang langsung memeluk “apa kabar?” lanjut maya.


“baik may, aku senang bisa ketemu lagi” jawab sisy memberikan pelukan balasan pada maya sambil cipika cipiki.


“ayo cepat temui bu taty. Mumpung masih ada di ruangan nya” perintah maya sambil berjalan menuju ruangan bu taty.


“may, pria itu siapa? “ sambil berbisik pada sisy melirik ke seseorang berbadan kekar yang di sadari maya sejak tadi mengekor pada sisy.


“itu,,, teman kakakku, tadi yang menjemputku ke terminal juga. Kakakku minta tolong padanya karena aku buru-buru tadi” sisy menjelaskan pada maya sambil tersenyum canggung.


Entah itu alasan yang masuk akal atau bukan tak di hiraukan lagi. Merasa dirinya sudah kehabisan alasan.


“ohhh...” mendengar maya percaya begitu saja membuat sisy lega.


-


-


“berhubung belum ada yang menggantikan posisi mu, serta namamu masih terdaftar sebagai karyawan, kau bisa kembali lagi” ucap bu taty pimpinan perusahaan berita online tempat dia bekerja dulu.


“terima kasih bu atas kesempatan nya. Akan saya gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya” jawab sisy antusias.


Meskipun dia tidak yakin, mengingat dirinya yang masih terikat dengan alex.


“bagus, kau adalah pegawai berbakat. Itu salah satu pertimbangan saya. Tapi lusa perusahaan kita sudah resmi bergabung dengan media xxx. Jadi hari-hari akan sibuk untuk pindahan dulu. Nanti setelah pindah yang mengatur posisi karyawan bukan saya lagi. Melainkan pimpinan departemen di media xxx” bu taty menjelaskan panjang lebar keadaan perusahaan.


“baik bu, sekali lagi terimakasih” ucap sisy membungkukkan badan nya memberi hormat.


“kamu mulai kerja kembali besok saja,.. kata maya kamu batusan balik dari kampung”

__ADS_1


bu taty memang atasan yang sangat baik hati.


Rasa empati terhadap para karyawan nya begitu tinggi. Membuat karyawan nya betah bekerja pada beliau meskipun gaji yang mereka terima tak sebesar bekerja di perusahaan besar. Bagi mereka, bekerja tidak hanya sekedar mengejar gaji tinggi, tapi kenyamanan tempat kerja adalah prioritas. Bu taty juga atasan yang sangat terbuka dengan pendapat para karyawan nya. memberikan kesempatan karyawannya akan ide-ide yang mereka sampaikan. memberi ruang untuk berkreatifitas dengan seluas-luasnya.


__ADS_2