
" mir, ada apa?" terlihat sisy yang baru kembali dari toilet melihat beberapa karyawan berkumpul di depan pintu ruang pimpinan merasa bingung.
mira yang ikut berdiri di depan pintu pmpinan itu ikut antusias.
"anak big bos akan jadi pimpinan kita, wajahnya ganteng maksimal, unchhh... gemes" jawab mira dengan centilnya membayangkan ketampanan wajah anak pak bharata yang akan menjadi pimpinan nya.
"ihhh geli... " melihat ekspresi mira yang berubah jadi centil membuat sisy malas.
"tapi aku seperti pernah melihat nya, dimana ya?" mira yang masih memikirkan atasan baru nya.
setelah beberapa pembicaraan yang terjadi di dalam ruangan pimpinan, putra dari pak bharata akhirnya keluar ruangan dengan sekretaris pak bharata, memperkenalkan diri pada bawahan nya yang sudah berjajar rapi di depan pintu .
"benar kan cakep?" bisik mira pada telinga sisy.
namun tak di jawab sisy. hanya menganggukkan kepala.
"aku sepertinya pernah melihat?" dalam hati sisy juga membatin tentang pria yang sedang memperkenalkan diri di depan yang di ketahui bernama juna.
" nama saya arjuna, biasa di panggil juna, mohon kerjasama nya" ucap juna pada para bawahan nya.
"ah dia atasan yang humble, tidak sombong meskipun anak pemilik perusahaan" bisik mira pada sisy lagi.
kemudian juna menyalami satu persatu bawahan nya.
termasuk mira dan sisy.
saat bersalaman, sisy merasa aneh dengan senyum juna yang terkesan menggoda nya.
namun sisy abaikan, tak ingin merasa terlalu percaya diri kalau juna , yang sekarang menjadi atasan nya sedang menggoda nya.
.
.
.
tak berapa lama setelah kembali ke tempat duduknya, sisy menerima telepon dari atasan nya juna,
" ke ruangan ku sekarang" perintah juna dari seberang telepon.
sisy yang tidak pahan ada apa sampai dia di panggil ke ruangan atasan nya hanya bisa bengong sambil memegang ujung telepon.
" ada apa siy?" tanya mira dari meja kerja nya.
" atasan baru kita memanggil ku," sambil menggidikkan bahu nya. menandakan diri nya juga tidak paham ada apa diri nya di panggil.
.
tok...
__ADS_1
tok...
tok...
"masuk" suara juna dari dalam.
"pagi pak, " menganggukkan kepala sisy memberi hormat pada atasan nya.
" silahkan duduk" perintah juna.
" saya hanya ingin memberikan ini untuk kau pelajari " ucap juna sambil memberikan map.
"misi kita untuk kerja sama di amerika nanti" lanjut juna.
memberikan pembekalan tugas sisy ketika mengadakan pertemuan dan seminar di amerika.
"baik pak" ucap sisy mengerti apa yang di ucapkan atasan nya.
"oh ya, kita sepertinya pernah bertemu?" ucap juna yang juga merasa tidak asing dengan sisy.
"aku juga merasa seperti itu, tapi di mana ya pak?" sambil mengingat- ingat sisy keceplosan berbicara non formal pada atasan nya.
juna yang melihatnya hanya tersenyum, melihat bawahan nya berbicara non formal pada nya.
"ehhh maaf pak, maaf saya tidak sengaja tidak sopan dengan cara bicara saya" menyadari ucapan nya pada atasan nya.
"ahhh iya, betul. yang pacar nya perempuan galak waktu itu" mendengar cara bicara sisy yang tidak formal kembali, membuat juna kembali tertawa tersenyum.
"itu bukan pacar ku, itu sepupu ku" menjelaskan siapa wanita yang waktu itu marah-marah pada sisy.
"aku belum punya pacar" juna menambahkan.
membuat sisy jadi salah tingkah.
'untuk apa dia menjelaskan' ucap sisy dalam hati mengapa juna menjelaskan kalau diri nya belum punga pacar.
namun hnaya di balas anggukan oleh sisy.
"kalau begitu saya permisi kembali bekerja pak" sisy meminta ijin kembali ke meja kerja nya.
"silahkan" ucap juna, sambil terus memandangi sisy sampai menutup pintu ruangan nya kembali.
di balik punggung sisy , juna menyungging kan senyuman.
.
.
.
__ADS_1
"siy ada apa atasan ganteng memanggil?"
sisy yang baru sampai di meja nya kembali sudah mulai di cecar pertanyaan oleh sahabat nya itu.
sambil melangkah duduk serta meletakkan map yang di berikan juna , sisy menceritakan kenapa atasan baru nya memanggilnya.
" bos baru memberikan ini, untuk di pelajari di pertemuan nanti di amerika" sisy sambil menunjukkan map yang baru saja di letakkan di meja.
"mir, aku tahu kenapa wajahnya tak asing bagi kita" sisy ingin mengingatkan kepada teman nya di mana merwka ketemu juna.
"kenapa?" mira antusias . mendekatkan kurainya pada meja sisy.
"kita pernah ketemu. kamu jngat tempo hari kamu menabrak seorang perempuan dan dia marah- marah kemudian ada pria yang datang setelah itu?" sisy mencoba mengingatkan kejadian seminggu yang lalu.
"astaga... benar siy, iya dia pacar nya perempuan galak itu kan?" mira akhirnya mengingat kejadian menyebalkan bagi nya.
sisy mengangguk meng iyakan pernyataan teman nya.
"iya kejadian itu, tapi perempuan itu bukan pacar nya. dia sepupunya" sisy menceritakan tepat seperti apa yang di ceritakan juna pada nya.
"dia belum punya pacar" tambah sisy lagi.
"what???? dari mana kamu tahu?" mata mira berbinar mendengar bos tampan nya masih belim punya pacar, namun juga heran dari mana sisy tahu.
sisy menempelkan jari telunjuknya pada mira tatkala mira berbicara dengan keras .
"sttttt ..... pelankan suara mu" ucap sisy meminta teman nya memelankan suara nya. pasal nya beberapa teman yang lain sempat menoleh pada mereka berdua. mendengar kegaduhan mira dan sisy.
" pak juna sendiri yang menjelaskan nya pada ku tadi" sisy meneruskan cerita nya pada mira tentang obrolan pimpinan baru dan diri nya.
"waowww berarti dia masih single and available" mira semakin sumringah, itu arti nya diri nya punya kesempatan untuk tebar pesona pada bos nya.
"ya...dia single and available. masih milik bersama" sisy menimpali.
"tapi.... kenapa dia menceritakan pada mu kalau dia masih jomblo?" mira merasa sedikit curiga kenapa bos nya menjelaskan ke jombloan nya pada sisy.
"mana aku tahu. sudah ayo kita selesaikan pekerjaan ini , sebelum goes to amerika" sisy berbisik pada mira. dirinya begitu gembira mengingat akhirnya dia di ijinkan oleh alex menjalankan dinas kantor nya.
" tunggu, jangan- jangan pak juna ganteng naksir kamu lagi" mira menerka- nerka kenapa bos baru nya begitu terbuka pada sisy.
"ngarang kamu ah....sudah ayo kerja lagi" sisy menampik perkiraan konyol teman nya itu.
"mir , amerika sekarang musim apa? aku antusias banget nih . ini pertama kali nya aku ke amerika" ucap sisy merasa senang tentang rencana keberangkatan nya ke amerika.
"kata nya ngajak menyelesaikan kerjaan, eh dianya yang masih ngajak ngobrol" gumam mira namun masih terdengar sisy.
mira sebal, ketika teman nya itu di ajak membahas bos baru nya, katanya di suruh melanjutkan pekerjaan. eh malah dia ngajak membahas yang lain nya.
namun gerutu mira di balas sanyuman dari sisy.
__ADS_1