
Kini posisi mereka begitu dekat. Alex nampak tersenyum tipis sambil memandangi wanita yang kini wajahnya begitu dekat dengan nya.
Sedangkan sisy nampak hanya sekilas – sekilas saja membalas tatapan mata Alex.
Lebih banyak menatap ke bawah hanya kadang- kadang melirik wajah alex yang kini tepat ada si depan wajahnya dalam posiai tanpa penolakan.
“kenapa menunduk? Apa aku terlalu tampan hingga jantungmu berdebar-debar?” ejek alex sambil tersenyum mesum .
Yang di katakan Alex persis dengan yang di rasakan Sisy. Namun berusaha menutupi nya.
“tidak,,,” sambil mengangkat dagu nya memberikan balasan tatapan pada mata alex yang sedang memandangi wajahnya sejak awal berdansa.
Seketika Alex menarik lebih dekat lebih kencang pinggang Sisy hingga sisy reflex berteriak kaget.
“auwhhh......”
Namun alex semakin tersenyum senang melihat wanita di depan nya begitu gugup.
“ kamu akan membayar hutang mu tentang barang yang aku berikan pada mu tadi pagi” bisik alex hingga mengenai daun telinga Sisy menghasilkan rasa merinding di sekujur tubuhnya.
“jadi ini maksudnya memberikan handphone padaku namun semua nya tidak gratis..” guman sisy dalam hati.
Namun ketika Sisy masih sibuk memikirkan maksud Alex, pria yang sedang merangkul pinggangnya tersebut perlahan namun pasti mulai memiringkan serta mendekatkan wajahnya hingga jarak keduanya semakin tak tersisa.
Mau apa lagi kalau bukan berciuman.
Ya Alex akan mencium bibir wanita yang ada di pelukan nya itu.
Namun saat kedua bibir hampir bersentuhan , tangan Sisy menahan dada Alex.
Seketika Alex berhenti sesaat
“aku tidak perlu ijinmu untuk sekedar mencium mu bukan?” ucap Alex dengan Suara serak seolah menahan sesuatu.
Kemudian Alex tetap memajukan bibirnya menuju bibir wanita yang ada di depan nya.
Seketika Sisy memalingkan wajahnya hingga ciuman bibir yang mau di lancarkan Alex tak terjadi sebagaimana mestinya.
Namun Alex tidak tinggal diam. Setelah satu tangan nya merangkul kecang pinggang sang wanita, tangan yang lain menarik tengkuk leher Sisy dan memegangnya erat. kemudian mencium bibir wanita nya dengan paksa dan kasar.
“emmuachhh.....”
**********, menyesapnya ,serta memberikan gigitan kecil memaksa si wanita membuka mulutnya sehingga bisa memberikan ciuman lebih panas lagi.
Sisy masih tampak kaget serta sedikit meronta ,namun pegangan Alex sangat kuat.
Alex terus merus mencium bibir gadis yang ada di depan nya itu.
menikmati sesapan demi sesapan meskipun Sisy tidak memberikan balasan.
Ciuman berlangsung lebih lama hingga Sisy mulai kehabisan nafas.
Alex yang sadar akan hal itu mulai sedikit melepaskan tautan bibirnya dan melepaskan ciuman itu.
“itu hukuman karena telah melanggar ketentuan ku”
Lalu Alex berjalan ke meja makan mengambil segelas air putih dan meminumnya sampai habis dalam sekali tegukan.
Kemudian berlalu meninggalkan restoran tempat makan malam romantis tersebut. Di ikuti thomas yang muncul di depan pintu luar mengikuti bos nya dari belakang.
__ADS_1
Sisy yang masih syok dengan kejadian itu, masih mematung di lantai dansa sambil memegangi bibirnya yang sedikit bengkak karena ciuman kasar serta ciuman lama yang di lakukan Alex.
“jadi benar dia serigala ..?!?!?” sambil mengingat apa yang di katakan para gadisnya tante rita bahwa setelah lepas dari kandang macan masuk ke kandang serigala.
Kemudian berjalan menuju meja makan sambil bergidig ngeri.
Meminum segelas jus yang masih tersisa sambil memikirkan banyak hal.
“dia bukan orang baik, mana ada orang baik main nya ke tempatnya tante rita” gumam dalam diri nya.
“kapan aku bisa terbebas dari semua ini....” melepas nafas panjang , merasa frustasi dengan keadaan.
Tampak dua bodyguard menghampiri Sisy yang masih meminum jus
“nona sudah selesai? “
“hem” sambil mengangguk Sisy mengikuti mereka menuju lantai dasar gedung mewah tersebut di teruskan pulang ke rumah Alex lagi.
Di tempat lain.....
Alex duduk di kursi belakang memandang ke arah luar jendela “sepertinya malam ini aku tidak bisa tidur,...” masih melamun entah apa yang di pikirkan nya.
“saya akan menghubungi nona sisy untuk_”
belum selesai Thomas berbicara, Alex terdengar tersenyum sinis
“hemmm....hanya untuk sekedar menciumnya saja sudah susah payah. Apalagi lebih” gumam Alex namun masih terdengar thomas.
“kalau anda menginginkan nya saya akan_”
belum sempat menyelesaikan omongan nya Alex sudah menghentikan lagi
Membuat thomas seketika berhenti tak mengeluarkan kata-kata lagi.
“jadi kerja keras ku mempersiapkan semuanya ini hanya untuk sebuah ciuman saja ???” gumam thomas dalam hati ingin sekali menertawakan bos nya.
Hari mulai pagi.....
Tampak sisy yang semalam tertidur masih menggunakan gaun yang di pakai untuk makan malam mulai membuka mata.
Mengawali hari dengan senyuman.
“hoam.... heammm, semangat....” mencoba menyemangati diri nya sendiri apapun keadaan nya.
Kemudian bergegas bangkit menuju kamar mandi.
Seperti biasa, suasana pagi para pelayan di sibukkan dengan segenap tugas nya termasuk menyiapkan sarapan pagi untuk tuan nya.
“selamat pagi bi...” sapa Sisy pada bi nani sambil membuka kulkas mengambil se botol air minum.
“selamat pagi nona,” seraya tersenyum .
Kemudian Sisy hendak berlalu ke ruang makan, namun tiba-tiba dia kembali mengagetkan bi nani dari belakang sambil berbisik .
“bi nani, siapa wanita yang menuruni tangga itu?” sambil menunjuk ke arah tangga di mana ada seorang perempuan memakai dres pendek hingga memperlihatkan paha nya berwarna peach sedang menuruni tangga.
Kemudian bi nani mencoba melihat dari arah dapur.
“tidak tahu nona, tapi saya melihatnya dua kali ke sini” jawab bi nani sambil memelankan suaranya.
__ADS_1
kemudian kembali ke dapur melanjutkan tugas nya di ikuti Sisy dari belakang.
“bagaimana bi nani tidak tahu? “ masih tidak percaya sisy .
“dia dari kamar tuan, semalam datang bersama tuan, begitu pun sebelumnya, dia datang tengah malam kemudian langsung masuk ke kamar tuan di antar tuan thomas. kemudian pergi pagi-pagi seperti ini” lanjut bi nani menjelaskan .
“apa yang mereka lakukan?” pertanyaan konyol yang tak sadar terucap oleh Sisy.
Kemudian antara sisy dan bi nani saling pandang
“lupakan...”
meminta bi nani melupakan pertanyaan konyol nya sambil mengubah ekspresi masa bodoh. Namun tak bisa di bohongi dia begitu penasaran
“bi apa sering wanita keluar masuk kamar tuan? “ tanya Sisy penasaran .
“sering nona” bisik bi nani tidak ingin terdengar yang lain nya.
Seketika Sisy membulatkan mata nya.
Memang hal biasa bagi Alex mendatangkan seorang wanita ke kamar pribadi nya.
Di sela- sela obrolan mereka, rupaya orang yang sedang mereka bicara kan menampakkan wajahnya mulai menuruni tangga.
“nona jangan bicara apapun tentang obrolan kita tadi ya” pinta bi nani.
Kemudian di balas anggukan oleh Sisy sambil berlalu berjalan menuju meja makan menyambut sang bos yang sudah hendak duduk di sana.
“pagi...” sapa sisy canggung kemudian duduk di kursi nya.
“hem” di balas deheman pendek dari Alex tanpa melihat ke arah Sisy.
kemudian Sisy duduk di tempatnya.
“mungkinkah dia marah karena semalam?, kenapa dia yang marah? Kan seharusnya aku yang marah” batin sisy bertanya-tanya.
“kenapa dia masih memakai kinono? Apa hari ini dia tidak ke kantor?”
batin sisy masih bertanya- tanya melihat sosok pria di depan nya sambil melirik memperhatikan pria tampan di hadapan nya itu.
“apakah aslinya lebih tampan dari pada di foto?” sambil tersenyum jahil membandingan diri nya yang memakai kimono sekarang dengan foto nya yang tersimpan di ponsel Sisy.
“ishhhh.....”
Seketika sisy paham maksud Alex
“ kalau kamu menyukai nya aku akan sering-sering pakai seperti ini di hadapan mu” senyum alex kembali meledek.
“jangan.....” buru- buru Sisy menjawab.
Namun alex masih nampak tersenyum sambil memakan sanwich yang ada di piring nya.
“ setelah ini bersiaplah aku akan mengajak mu jogging” ajak Alex .
Sisy kemudian tersenyum tampak senang.
Dia begitu bosan dengan kegiatan nya di dalam rumah itu, bahkan untuk ke luar halaman rumah tak di ijinkan si pemilik rumah tersebut.
Para bodyguard masih bersiaga di luar rumah mewah tersebut.
__ADS_1