Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
95. Menikmati Pantai


__ADS_3

"kenapa tidak di jawab?ha?" alex semakin jahil, ingin membuat istri nya salah tingkah.


"enak?"


bisik alex di depan telinga sisy, melihat wanita nya tak bisa menjawab, alex semakin jahil.


sebuah sisi lain dari seorang alex, pria yang terlihat cool mempesona, nyata nya juga bisa jahil juga.


"tau ah"


tak mau menjawab pertanyaan alex, dengan wajah yang sudah seperti kepiting rebus, sisy beranjak dari ranjang, melepaskan tautan tangan alex.


"mau ke kamar mandi" jawab nya singkat, dengan nada ketus.


" ngapain?"


"mandi lah" masih kesal dengan pria di samping nya, karena sudah membuat malu dan salah tingkah.


"ayo mandi bareng, aku ingin berendam air hangat dengan mu"


ucap alex yang juga bergegas bangun, berjalan dengan santai nya tanpa sehelai benang pun, menyingkirkan selimut yang hendak di gunakan sisy untuk menutupi tubuh nya.


"apa yang kamu mau tutupi?, aku sudah melihat semua nya bahkan aku sudah hafal"


memeluk sisy dari belakang, membiarkan antar kulit tubuh bersentuhan tanpa penghalang.


.


.


tok...tok...


suara ketukan pintu kamar terdengar,


seperti biasa, kalau ada pelayan pengantar makanan, atau petugas kebersihan, alex akan menyuruh istri nya untuk masuk ke kamar mandi, jika hanya hanya memakai lingerie, atau menyembunyikan wanita nya itu di bawah selimut tebal, hanya menampakkan kepala dan rambut saja.


seperti saat ini, alex menyembunyikan wanita nya yang hanya memakai handuk sebatas dada sampai paha di dalam kamar mandi, meskipun acara mandi mereka sudah selesai.


alex membuka pintu, melihat siapa yang datang.


ternyata thomas, datang dengan beberapa paperbag di tangan kanan dan kiri, menyerahkan nya kepada sang big bos.


"siapa?"


tanya sisy pada suami nya.

__ADS_1


alex berjalan masuk kamar, kemudian menutup pintu kembali, pria yang masih mengenakan bathrobe itu berjalan membawa beberapa paperbag di tangan kanan dan kiri nya.


"nih"


alex memberikan paperbag yang berisi baju, juga beberapa perlengkapan wanita kepada sisy yang masih dalam posisi tubuh di dalam kamar mandi, kepala di luat kamar mandi.


"sudah tidak ada siapa- siapa, keluarlah"


perintah alex pada istri nya, terkekeh melihat sikap istri nya yang seolah masih waspada.


sisy segera melihat isi paperbag...


melihat isi paperbag adalah pakaian layak pakai bagi nya,,,,


betapa senang nya wanita itu, bagai melihat oase di tengah gurun yang gersang.


senyum nya merekah bahagia, akhirnya setelah sekian hari tubuh nya tak mengenakan pakaian layak pakai, sekarang akhirnya baju layak pakai ia dapatkan juga.


setelah ini angan nya sudah melayang, bisa pergi jalan- jalan keliling pulau, menyenangkan bukan?.


kasihan wanita itu, terjebak kedalam rencana honeymoon alex yang tanpa di ketahui istri nya, yaitu 99 persen di kamar, dan sisa nya hanya 1 persen untuk jalan- jalan. xixixi....


Alex tak menanggapi apapun,, hanya menahan tertawa melihat ekspresi wanita nya itu.


“habis ini kita jalan- jalan”


hanya melihat sinar mentari serta tumbuhan hijau dari balik jendela kamar, tanpa membuka nya.


Seolah udara sejuk tak terhirup oleh nya beberapa hari ini, persis seorang tahanan di ruang isolasi.


.


Sore yang indah, bisa melihat mentari terbenam di hamparan pantai pasir putih, di hiasi warna memerah langit si atas ufuk barat dimana letak mentari yang ingin masuk kedalam peraduan nya.


tempat wisata pantai dekat resort di mana beberapa hari ini sisy hanya menghabiskan waktu di kamar.


segala keindahan di sekitaran resort terlewatkan oleh nya begitu saja.


Berjalan di tepi pantai menikmati sejuknya udara yang berhembus di bawah langit yang tampak memerah, matahari akan pulang le dalam peraduan nya.


Meskipun banyak wanita cantik memakai bikini minim bahan di sekitaran pantai, namun tidak untuk sisy.


wanita itu bahkan memakai pakaian yang terlalu sopan, memakai dres panjang dengan lengan panjang kedodoran berkain ala baju pantai yang adem di kulit.


Di sebelah, tentu ada alex yang berjalan beriringan dengan kaca mata hitam dan celana pendek serta juga kemeja motif pantai memberikan kesan maskulin yang menampilkan ketampanan yang tiada terkira.

__ADS_1


Bahkan beberapa wanita bule yang ada di sana terlihat memperhatikan dan mencuri pandang pada pria itu.


Beberapa juga bahkan ada yang menggoda dengan tersenyum genit, atau hanya sekedar menyapa dengan ucapan sederhana, sekalipun di samping nya sudah ada seorang wanita yang menemani berjalan.


[jadi seperti ini rasa nya berjalan di sebelah pria idaman banyak wanita?]


gumam sisy dalam hati, ada rasa bangga juga ada rasa sesak melihat lelaki nya di lirik dan di goda wanita lain.


hellow kemana saja kamu sisy? bukankah sudah lama dan sering kamu melihat berbagai macam wanita dengan kecantikan dan kemolekan silih berganti keluar masuk kamar alex?


kenapa baru sekarang baru menyadari nya kalau alex menjadi idaman banyak wanita?


dulu biasa saja, tak se sesak ini rasa nya, karena dulu tak sedekat sekarang hubungan nya dengan alex, dimana sekarang alex sudah menjadikan diri nya milik nya seutuh nya.


“kamu suka? “


tanya alex pada sisy, yang masih menggandeng erat tangan wanita nya, membuyarkan lamunan sisy yang pikiran nya berkelana liar.


“seperti nya yang lebih suka adalah kamu, melihat pemandangan para wanita berbikini seksi”


ucap sisy dengan nada yang sedikit ketus.


“aku akan suka jika kamu yang memakainya, namun tidak di tempat ini, di kolam renang privat ku, aku tidak suka jika orang lain melihat lubuh mu, hanya aku yang boleh”


ucap alex dengan teraenyum jahil, tahu jika wanita nya itu merasa cemburu pada beberapa wanita yang sudah menggoda nya.


baru kali ini, mendapati wanita nya cemburu, alex malah terlihat tersenyum senang.


“aku juga tidak suka memakai bikini”


ucap sisy kembali, masih dengan nada bicara yang tak bersahabat, mengerucutkan bibir nya.


“kita duduk di sana” ajak alex masih menggandeng tangan sisy menunjuk ke salah satu tempat duduk.


Di sana rupa nya sudah ada thomas duduk seorang diri.


Thomas yang melihat bos nya datang kemudian menyambutnya, dengan berdiri.


Juga di sana sudah ada beberapa makanan ringan serta minuman dingin yang menyegarkan, seperti nya baru saja di saji kan.


“hai, semoga aku tidak terlambat”


sapa suara seorang wanita yang baru datang dari belakang , kemudian bergabung di meja yang sama.


Sisy yang baru saja meminum segelas es kelapa muda menoleh ke arah sumber suara.

__ADS_1


Sedikit kaget, melihat sonya yang memakai bikini seksi minimalis sehingga menampakkan body goals yang bak gitar spanyol.


Tonjolan di tubuh bagian atas bawah sungguh terpampang nyata memberikan pemandangan indah bagi siapapun yang memandang nya.


__ADS_2