Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
85. Janji Suci Pernikahan


__ADS_3

batin sisy berkecamuk tatkala melihat bayangan tubuh nya di depan kaca yang begitu besar.


Menampakkan betapa diri nya terlihat begitu anggun dan cantik.


Para tim ahli kecantikan mundur, juga menundukkan kepala, memberi salam hormat kepada seseorang yang baru datang.


Sisy menoleh ke arah kemana mana mata mereka tertuju.


Ya, siapa lagi kalau bukan alex, pria itu pun datang dengan balutan tuxedo rapi, membuat pria itu terlihat begitu tampan, dan juga keren, sejenak membuat sisy terpana melihat nya.


Entah lah pria itu kenapa terlihat begitu mengesankan, pantas saja banyak wanita Yang jatuh ke dalam pelukan nya, bahkan sekelas artis internasional sekalipun, batin sisy sejenak khilaf mengagumi pria yang selalu di tolak nya ketika menginginkan tubuh nya.


Kenapa baru sadar siy, kalau pria yang sudah tinggal beberapa bulan terakhir dengan mu itu begitu tampan dan mempesona?


“sudah siap?”


tanya alex sambil menyodorkan lengan kanan pada wanita nya itu, membuyarkan lamunan sisy.


Alex tersenyum, melihat sisy sempat terpana dengan kedatangan nya.


“ mau kemana? Acara apa?”


tanya sisy pada alex, tanpa menoleh namun tangan nya tetap melingkar di lengan alex.


Wanita yang sudah mendiamkan alex beberapa hari, akhirnya bicara juga, karena rasa penasaran yang ada dalam hati nya.


“nanti juga tahu”


jawab alex terus berjalan menuju mobil, wajah alex terlihat sumringah, senyum di bibir nya tak juga surut, membuat sisy yang sesekali melirik ke arah alex semakin penasaran.


tak seperti biasa nya wajah alex begitu terlihat bersahabat.


bukan lagi bersahabat, tapi melihat alex memamerkan senyum setiap saat, itu momen langka.


Mobil terus melaju, membelah jalanan yang lumayan ramai lancar.


tak ada obrolan antara kedua nya, alex masih sama, menampakkan wajah cerah nya penuh senyum, menatap ke arah jalanan depan.


menyenderkan tubuh nya ke sandaran kursi.


sedangkan sisy, masih tenggelam dalam rasa penasaran nya.


hingga berhenti di sebuah lobby hotel mewah berbintang.


di sana audah ada thomas yang berdiri menunggu bos nya, juga menggunakan setelan yang rapi.

__ADS_1


berjalan menuju lift dan naik ke sebuah ruang pertemuan.


Sampai di sebuah ruangan, sisy mengedarkan pandangan nya kesana kemari.


di sana sudah ada beberapa orang yang menunggu kedatangan alex dan juga sisy.


Sedang duduk di depan, serta ruangan yang berhiaskan bunga- bunga dengan desain yang menawan, juga berjejer kursi yang masih kosong.


tak banyak, hanya beberapa, muat untuk sekitar 15 an orang saja.


Sisy semakin penasaran, namun hanya bisa mengernyitkan mata.


sambil melihat kesana kemari, masih tetap menggandeng lengan alex.


Rupa nya tebakan sisy salah, di kira nya akan ada makan malam privat seperti sebelum nya.


ternyata, acara yang masih belum juga di pahami sisy.


alex yang masih menggandeng siay, berjalan ke tempat duduk paling depan.


dua pria yang sudah duduk di sana menyambut nya ramah, memakai jas rapi juga.


“bisa di mulai”


Tak ada jawaban dari mereka, hanya menganggukkan kepala.


deg....


sisy menoleh seketika, menatap pria di sampingnya.


Betapa kagetnya sisy ketika mendengar alex mulai melantunkan kata demi kata, merangkai menjadi sebuah kalimat indah nan menggetarkan jiwa, sebuah janji suci sebuah pernikahan terucap dari bibir alex begitu tegas tanpa ada keraguan di ucapkan begitu lancar.


Di amini oleh peserta yang memenuhi tempat duduk berjejer yang tadi nya kosong, sekarang penuh dengan manusia.


entah sejak kapan mereka ada di sana, sisy tidak menyadari nya.


wanita itu, terhanyut dalam kalimat indah yang baru saja di lantunkan alex, wajah nya meremang, mata nya berkaca- kaca, tidak tahu harus merasakan apa. bahagia atau kah sedih.


sebuah acara pernikahan yang bahkan tidak di ketahui sama sekali oleh sang mempelai wanita.


peserta yang hadir di sana , yang menjadi saksi terucap nya janji suci seorang alex morris pada satu- satu nya wanita yaitu ada


beberapa petinggi di perusahaan nya, orang kepercayaan alex, serta para pelayan di rumah alex juga beberapa bodyguard alex yang biasa mendampingi dan menjaga baik sisy maupun alex.


Termasuk bi nani juga ada di sana.

__ADS_1


[ astaga, aku seperti orang yang di todong pernikahan, tanpa tahu apapun aku sudah sah menjadi istri nya, ini gila]


Sisy bingung dengan keadaan nya sendiri, entah bahagia atau sedih dengan pernikahan yang bagi nya dadakan ini , tanpa ada diskusi dengan nya sebelumnya, atau ajakan menikah dengan kata indah dengan cara yang romantis oleh pria yang beberapa detik yang lalu telah sah resmi menjadi suami nya.


seperti layaknya para sepasang kekasih pada umum nya, berlutut pada wanita nya, memberikan sebuah cincin, dan baru setelah itu merencanakan sebuah pernikahan impian bersama- sama.


tapi ini? apa ini? tak ada semua itu, yang ada tanpa memberitahu apapun, apalagi meminta persetujuan nya.


alex begitu seenak nya mengatur semuanya sendiri, mengatur kehidupan orang lain sesuai keinginan nya sendiri.


Terlihat tak henti- henti nya alex tersenyum, memancarkan lebahagiaan, tak ada rasa kikuk kaku sungkan atau tegang.


pria itu begitu pandai menguasai diri nya.


kemudian mencium kening wanita yang sudah resmi menjadi istri nya itu.


namun pandangan sisy masih kosong, masih bingung menerima keadaan yang diri nya alami saat ini.


“silahkan nyonya anda tanda tangani ini”


Seorang pria yang ada di depan nya, mengulurkan buku nikah, memintanya untuk di tanda tangani.


juga beberapa berkas yang harus di lengkapi.


Tak tahu harus apa, nyata nya sisy menanda tangani nya , membuat alex yang melihat lagi- lagi tersenyum.


kemudian gantian alex yang menandatangani nya.


[Pria itu, kenapa jadi banyak tersenyum? Padahal aku ingin segera memaki nya setelah ini]


Yakin akan memaki nya, atau malah sisy yang gemetaran setelah ini?


Sisy merasa diri nya di bodohi, semua orang bekerja sama untuk menjebak nya ke dalam sebuah pernikahan bersama alex .


termasuk bi nani, satu- satu nya orang di rumah alex yang di anggap mengerti diri nya.


sisy menatap ke arah bi nani, bukan nya takut malah bi nani memberikan senyum, seolah mengucapkan selamat atas pernikahan nya.


Sisy bahkan tak butuh ucapan selamat dari siapapun, yang ada di hati nya hanya ingin menjerit, dengan apapun yang sekarang sedang terjadi.


Tak butuh waktu lama, acara pernikahan yang sederhana namun begitu sakral akhirnya selesai.


alex menggandeng tangan wanita yang sekarang sah berstatus sebagai istrinya.


segera berjalan meninggalkan ruangan, tempat acara akad nikah nya lebih dulu dari lain nya, menuju ke lift, naik ke atas.

__ADS_1


__ADS_2