Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
17. Aku bisa apa?


__ADS_3

Di dalam mobil sisy tampak gelisah.


Merubah posisi duduknya berkali-kali.


Membuat pengawal yang sedang duduk di depan nya beberapa kali menanyakan kondisi nya.


“nona butuh sesuatu?” tanya bodyguard untuk yang kesekian kali.


“tidak apa-apa” jawab sisy singkat.


“ehh pak , bisakah kita ketempat lain?”tanya sisy pada pak supir.


“kita bisa kemanapun anda mau nona, asal sebelum pukul 5 nanti kita sudah sampai rumah” jawab kepala pengawal.


Sedangkan satu mobil yang berisi empat pengawal lainnya masih mengikuti di belakang.


“ aku mau ke kos ku dulu, mengambil barang-barang ku. Alamatnya di jalan xy pak” ucap sisy.


“baik nona” balas sang pengemudi.


-


-


“ bu, saya ke sini mau ambil barang- barang saya” ucap sisy pada ibu kosnya dulu.


“barang- barang nak sisy saya taruh gudang. Soalnya kamar yang dulu di tempati nak sisy sudah ada yang nempati. Nak sisy belum bayar uang kos yang bulan ini soalnya. Jadi pas ada yang cari kos-kos an ibu berikan kamar nak sisy” ucap ibu kos merasa tidak enak.


“iya. Maaf bu saya belum bayar tapi pergi mendadak” ucap sisy juga merasa tidak enak pada ibu kosnya dulu.


“ibu juga minta maaf sudah memberikan kamar nak sisy pada orang lain dan menaruh barang nak sisy di gudang. Ibu tidak bermaksud mengusir nak sisy. yang bulan ini tidak usah nak sisy bayar”


“iya bu tidak apa-apa. Saya mau langsung ambil barang saya bu” ucap sisy ingin mengakhiri situasi dimana kedua orang yang saling tak enak hati.


Kemudian keduanya berjalan menuju arah gudang, mengambil barang sisy yang sudah di masukkan ke dalam tas ransel yang ada di kamarnya dulu serta sebagian ada yang di masukkan di kardus.


Sisy mengambil baju- baju nya saja.


Serta beberapa surat- surat penting miliknya.


Termasuk ijasah yang masih tertinggal di situ.


Lainnya pernak pernik penghias kamar kosnya,semuanya ia tinggal.


“semua barang-barang yang tidak saya bawa boleh ibu kasihkan ke orang lain atau ibu gunakan atau ibu buang. Saya tidak akan mengambilnya lagi bu” ucap sisy sambil mengangkat ransel tas nya.


Ibu kos hanya mengangguk tersenyum.


Sang pengawal sudah siap siaga membawakan ransel sisy. Membuat sisy sedikit takjub keheranan.


“ permisi bu saya pamit” ucap sisy kemudian keduanya saling memberikan salam .


-


Sampai rumah baru jam empat sore. Tidak ada yang di langgar dari ketentuan alex.

__ADS_1


“pak tolong angkatkan ke kamar atas” pinta sisy pada bodyguard yang sedari tadi siaga membantunya.


“apa ini???” suara bariton mengagetkan kedua orang yang baru masuk rumah hampir menaiki tangga.


Terlihat alex baru saja turun dari tangga.


“ itu,,,barang-barangku dari kos an ku dulu. Aku rasa aku akan tinggal setidaknya 20 tahun lagi kalau dihitung- hitung barulah hutangku lunas” sisy menjelaskan alasannya.


“ jadi aku membawa barangku ke sini” mencoba melanjutkan kalimatnya.


Alex membuka tas ransel sisy, mengangkat beberapa lembar pakaian.


“ baju apa ini??? Sampahhhh” sambil menjatuhkan baju sisy tergeletak di tangga depan kaki nya.


Sisy yang melihat kelakuan tidak terpuji alex segera membulatkan mata, serasa tidak terima baju yang ia beli dengan hasil kerja keras nya dibuang tak di hargai.


Namun alex sepertinya tidak peduli. Malah terus berjalan menginjak baju sisy dan berjalan mendekati wanita nya itu.


“ini,,,,baju siapa yang kamu pakai????” sambil menjinjing jijik pada bagian lengan baju yang di pakai sisy.


“ aku pinjam mbak minah “ jawab sisy malas sambil membuang pandangan nya tak ingin melihat pria di depan nya.


Alex semakin menajamkan pandangan nya


“ memmalukannnnn!!!” teriak alex tepat di depan wajah wanitanya itu hingga sisy memejamkan matanya.


“aku bisa apa?, aku butuh baju formal sedangkan di lemari tidak ada. Apa aku harus pakai dres mini? atau gaun dengan belahan sampai paha? Atau aku harus pakai baju tidur transparan???” semua itu jenis baju- baju yang di berikan alex selama sisy di rumahnya.


“kamu menyindirku???” suara menggelegar membahana semakin tak terkontrol.


Skakmat sisy membuat alex malas untuk melanjutkan perdebatan.


“ alasan saja. Ayo ikut aku “ tanpa banyak tanya sisy mengikuti pria yang berdebat dengan nya dari tadi.


Berjalan menuju pintu keluar rumah kemudian memasuki mobil.


Disana sudah siap seorang sopir serta thomas yang sudah duduk di samping sopir.


Namun sisy tak berminat bertanya kemana alex akan membawanya pergi.


Sepanjang perjalanan, sisy hanya memandang ke arah luar jendela mobil. Sedangkan alex terlihat sibuk dengan handphone yang barusan thomas berikan pada pada bos nya itu.


Mobil sudah sampai di sebuah butik mewah. Sisy hanya mengikuti kemana alex melangkah.


Tampak beberapa pelayan sudah siap melayani. Alex yang baru datang langsung duduk di sofa.


Tampak manajer toko menanyakan sesuatu.


“ada yang bisa saya bantu tuan?” seraya membungkukkan tubuh memberi hormat.


“ carikan dia baju formal sebayak- banyaknya” ucap alex sambil menunjuk ke arah sisy.


Kemudian beberapa pelayan datang membantu.


“ silahkan nona kesini” kemudian mereka berjalan memilih baju, mencobanya , mencari ukuran yang pas.

__ADS_1


“ mbak sudah cukup,,,,, ini sudah cukup” pinta sisy pada para pelayan yang masih mencari ukuran baju formal yang pas.


Padahal baju di depan nya sudah menumpuk.


Jika di hitung sudah ada 30 set baju formal.


Selain baju formal sisy juga memilih beberapa celana pendek dengan kaos untuk baju santai sesuai seleranya.


” Mbak nya tidak memilih sepatu sekalian??” seorang pelayan menawarkan.


Di pikiran sisy mumpung dapat gratisan sekalian saja lah. Jarang- jarang di belikan baju oleh alex tapi bisa milih sendiri sesuai selera..


“ iya boleh aku mau lihat dulu” sisy begitu antusias berjalan menuju rak sepatu.


Di pilihlah dua sepatu kerja model flat shoesh serta satu pasang sepatu lainnya dengan hag setinggi lima centimeter..


Sisy memang tidak suka dengan sepatu hag tinggi. Dia bahkan memakainya pertama kali ketika harus di paksa tante rita.


“ayo kita cari makan dulu” ucap alex setelah thomas asisten nya menyelesaikan pembayaran di kasir. Serta pak supir yang sudah mulai mengangkat paperbag ke dalam bagasi mobil.


“emmm terimakasih” ucap sisy lirih kepada pria yang duduk di sebelahnya sepanjang perjalanan.


“ untuk apa?” jawab alex santai.


“untuk semuanya” sisy sambil melirik ke arah belakang tempat duduknya.


“pengeluaran mu itu akan di masukkan ke dalam daftar hutangmu” jawab alex santai sambil tersenyum licik.


“apa?????” sisy langsung membulatkan matanya.


“aku ingin mrngembalikan semua belanjaan tadi” ucap sisy begitu panik.


“ barang yang sudah di beli tidak bisa di kembalikan” alex semakin senang melihat sisy kelimpungan.


“kita makan dulu” perintah alex setelah sampai di depan sebuah restoran mewah .


Tanpa berkata apapun sisy terus mengikuti kemana alex pergi.


“ makan yang banyak, agar punya tenaga untuk menghitung tambahan hutangmu” ucap alex sambil tersenyum meledek.Dia tahu berapa banyak uang yang sudah ia keluarkan untuk membayar baju-baju brandit yang ada di bagasi mobil.


Sisy hanya terdiam, merasa malas membalas setiap ucapan alex. Selera makan pun juga tak enak. tenggorokan terasa susah untuk menelan. Tepatnya itu yang di rasakan sisy selarang.


setelah menu yang tersaji di meja hampir habis,


“ apa makanan yang aku makan ini juga akan masuk ke dalam daftar hutangku?” tanya sisy menyindir...


“boleh juga” jawab alex dengan santainya.


Membuat sisy menatap malas pria di depan nya.


Setelah menyelesaikan makan, thomas datang membawa bon makan yang baru saja di bayar. Meletakkan nota yang hanya berisi nama menu yang sisy santap tadi.


“ itu tambahan hutangmu” ucap alex sambil melirik nota di atas meja .Membuat sisy semakin syok.


“aku pikir dia bercanda” gumam sisy dalam hati sambil melihat bon harga makanan di tangan nya.

__ADS_1


Namun tidak mengeluarkan sepatah kata .


__ADS_2