Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
123. Di Buka Ya?


__ADS_3

"sayang, aku malam ini tidur di sini ya?"


ucap alex meminta ijin pada istri nya, sambil tangan nya masih membelai lembut perut sisy yang kini sudah rebahan dengan posisi miring, membelakangi alex sambil mata nya mengarah pada televisi, menonton drama korea kesukaan nya.


'ah, mau tidur dengan istri sendiri saja harus minta ijin, sabar alex...ini ujian'


alex berusaha menasehati diri sendiri, menyemangati diri nya, pantang menyerah sebelum keadaan kembali seperti semula.


sejenak sisy melirik ke arah alex, melihat ke arah wajah sang suami,


sisy berpikir, mungkin sudah saat nya mengijinkan lagi untuk alex dekat dengan nya, memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri seperti ide sebelum nya.


apalagi melihat alex yang sekarang begitu perhatian, dan lembut membuat sisy menjadi luluh dan berpikir ulang untuk memaafkan tentang kesalahan alex sebelum nya.


sentuhan tangan alex yang ada di perut nya, mengbelai lembut sang janin, seolah memberikan ketenangan tersendiri di dalam hati.


perasaan sebelum nya yang selalu ingin muntah ketika berdekatan dengan sang suami, kini yang ada hanyalah rasa ingin selalu di perhatikan dan di manja oleh alex, ayah dari bayi yang ada dalam perut nya.


sisy masih belum meng iyakan permintaan alex, otak nya masih terus berpikir dan menimbang perasaan nya, keputusan apa yang harus di ambil.


sedangkan alex, perlahan terus menaikkan tangan nya, mengarah ke bukit kembar sang istri, membelai disana, bukan lagi di perut sang istri,serta menyingkap cup yang masih membungkus dua gundukan kembar, bermain- main di puncak nya, memilin p*ting nya,


"sayang, semenjak hamil, kenapa punya mu ini semakin besar?"


tanya alex sambil tangan nya terus bermain di dua bukit kembar istri nya, menjelajahi nya.


"alex, tangan mu"


sisy berusaha menyingkirkan tangan alex di atas gundukan kembar nya, namun tangan itu tak mau pergi, masih asyik dengan mainan nya yang sudah lama tak di jamah nya.


hingga sisy yang tadi nya memegang remote tv dan menghadap tv, kini membalikkan tubuh nya telentang, dengan suara seksi yang mulai keluar dari mulut nya.


"akhhh.."


wanita itu, yang sebelum nya menolak , sekarang malah terlihat begitu menikmati nya, mata nya terpejam dengan di sertai suara desa*han yang kian sering keluar.


alex tersenyum melihat istri nya mulai terpancing rangsangan rang dia berikan.


'yes, berhasil'

__ADS_1


ucap alex bersorak gembira, merasa berhasil memancing birahi wanita nya.


tangan nya semakin lihai menari- nari di ujung bukit barisan, yang tadi nya hanya menggunakan satu tangan, kini kedua nya ia gunakan untuk memilin p*ting sang istri serta memutar dan me*remas dua aset kembar sang istri.


sisy semakin terhanyut ke dalam sensasi yang alex ciptakan.


sesekali sisy membuka mata nya, menatap penuh damba dengan kelihaian alex memberikan kenikmatan di bukit kembar nya.


"di buka ya?"


tanya nya, tangan alex segera melucuti atasan piyama sang istri setelah sisy menganggukkan kepala, tak ingin kehilangan kesempatan.


dengan gesit di teruskan dengan membuka cup pembungkus dua bukit kembar yang kian membesar dan menegang.


bisa menelanjangi sang istri setengah badan saja sudah menjadi suatu berkah untuk alex, sejak kembali nya dari amerika.


karena sisy yang tak memberikan kesempataan sama sekali pada suami nya untuk mendapatkan hak nya.


wanita hamil itu, selalu saja melarang alex mendekati nya, apalagi menyentuh nya, karena rasa mual ketika melihat dan mencium bau sang suami.


alex seperti seseorang yang kekeringan di tengah gurun pasir yang terik, tak mendapat jatah , alhasil senjatanya yang begitu mendamba sarang nya hanya bisa kecewa berulang kali, nyut- nyut an isi nya tak bisa di keluarkan.


benar yang di katakan alex, kalau bukit kenyal milik istri nya itu menjadi semakin besar dan montok, membuat alex yang memandang nya menelan saliva nya berat, apalagi setelah hampir dua bulan tak melihat nya sejak terakhir sebelum pergi ke amerika.


kelakian alex langsung bangkit menyesakkan celana, kali ini harus goal, batin alex tak mau gagal.


melihat pemandangan indah itu alex kembali mendaratkan tangan nya, menangkup di kedua bukit kenyal, meskipun ingin segera menyesap nya, tak apalah tangan nya akan lebih lama bermain di sana.


sudah lama tangan nya tak menyentuh benda kenyal itu.


"akhhh...akhhh"


ah, suara itu, suara kenikmatan sang istri yang begitu ia rindukan semakin membangkitkan senjata alex.


alex segera mendaratkan bibir nya di sana, menyesap nya dengan rakus, hingga tubuh wanita nya itu semakin menggelinjang meliuk kesana kemari, merasakan sensasi kenikmatan.


"enak?"


tanya alex sambil menengadahkan kepala nya, melihat wajah istri nya yang mulai frustasi menahan nikmat dari aksi nya.

__ADS_1


sisy yang masih terpejam, menganggukkan kepala, sambil mengatur deru nafas nya yang terengah ketika sesaat alex melepaskan sesapan bibir dari p*ting nya.


melihat reaksi sang istri, alex semakin bersemangat, mendaratkan kembali bibirnya, menjelajahi benda kenyal itu, sambil kedua tangan nya meraba bagian bawah, mencari celana sang istri dan ingin segera menarik nya ke bawah, melepaskan nya dari tubuh wanita nya yang kini berada di bawah nya.


alex sudah tidak sabar melihat istri nya itu tanpa busana di hadapan nya.


namun ketika hendak membuka pakaian bawah sang istri, tiba- tiba ponsel alex berbunyi.


"alex, ponsel mu berbunyi"


bibir alex masih sibuk menyesap puncak gunung kembar.


"hm, biarkan saja"


tangan alex masih berusaha menurunkan celana sisy, melewati benda sintal yang menjadi tumpuan wanita nya duduk.


"alex, angkat dulu, aku tidak bisa konsentrasi"


pinta sisy lagi, kali ini sambil mendorong kepala alex yang ada di dada nya.


membuat alex bangkit dan duduk sambil mendengus kesal, mengeluarkan nafas nya kasar, kemudian turun dari ranjang, berjalan ke arah meja yang ada di sebelah kanan ranjang untuk mengambil ponsel nya.


"moreno? mau apa lagi penjahat itu menghubungi? masih tidak puas dengan proyek yang ku bagikan dengan nya?"


gerutu alex melihat ternyata musuh nya yang menghubungi nya dari tadi.


"mengganggu saja"


alex kemudian memencet tombol menolak panggilan dan selanjutnya menonaktifkan ponsel nya.


tak menunggu lama, alex segera berbalik, naik ke atas ranjang, sudah tidak sabar lagi untuk melanjutkan kegiatan nya tadi.


alex tersenyum, pikiran nya melayang membayangkan akan menghabiskan malam panas dengan istri nya malam ini, setelah sekian purnama tak merasakan nikmat surga dunia.


namun harus terganggu karena ulah panggilan telepon dari moreno.


ketika mata alex kembali melihat ke arah wanita nya yang berada di atas ranjang, alex menatap tak percaya,


"hah?"

__ADS_1


__ADS_2