
Alex memeluk wanita nya erat, tak ingin ada jarak, saling menghangatkan menyalurkan perasaan masing- masing sehabis bercinta.
“aku mau beli baju”
suara sisy yang masih ada dalam dekapan tangan kekar alex.
“heem”
di jawab alex singkat, masih memejamkan mata, menikmati momen- momen bersama orang terkasih.
sejenak kedua nya saling terdiam, hening tanpa suara, hanya ada suara deru nafas yang saling bersahutan pelan.
“apakah kamu masih berhubungan dengan sonya? Atau yang lain nya?”
Pertanyaan sisy membuat alex yang tadi nya terpejam, kini membuka mata, mengecup lembut puncak kepala sisy, ingin memberitahukan kalau semua nya tidak penting sekarang, hanya wanita yang ada dalam dekapan nya yang terpenting.
“tentu”
jawab alex singkat, tak ada penjelasan lebih lanjut.
Mendengar jawaban pembenaran dari alex, wajah sisy kembali kecut.
sisy berusaha melepaskan diri dari pelukan alex, meronta, namun alex malah semakin mengeratkan pelukan nya, seperti sudah bersiap, tahu reaksi apa yang akan di berikan istri nya.
“kamu cemburu pada nya?"
mata alex menyelidik, melihat ekspresi wajah sisy.
"sonya itu orang kepercayaan ku, dia pemegang perusahaan di sini, aku tidak bisa menjauhi nya" ucap alex menjelaskan, nyata nya sonya memang wanita yang pintar, sisy juga bisa melihat itu. semakin menambah iri saja, mana ada wanita sesempurna sonya, selain cantik, seksi juga begitu cerdas, batin sisy.
"hanya untuk urusan pekerjaan” ucap alex lagi.
apakah alex tidak pernah jatuh cinta pada sonya? padahal sudah sering terbiasa tidur bersama, apa tidak ada perasaan apapun? padahal sonya begitu sempurna.
kenapa bukan sonya yang alex nikahi? kenapa diri nya? , banyak sekali pertanyaan dalam benak sisy, rasa insecure semakin membabi buta.
__ADS_1
alex memegang dagu sisy mendekatkan wajah istri nya ke arah nya, memberikan kecupan singkat di bibir istri nya, menginginkan kepercayaan dari istri baru nya itu.
“kamu sudah biasa tidur dengan nya, mana ada yang bisa menjamin hanya ada urusan pekerjaan di antara kalian? Apalagi sonya begitu cantik dan seksi, ” ucap sisy serius penuh menyelidik.
“astaga, istri ku ternyata begitu posesif” mencubit pipi sisy pelan karena gemas.
kemudian alex menarik tangan nya, mengaitkan tangan dengan yang satu nya, menatap langit- langit kamar, hal yang dulu tak bisa ia bayangkan kini harus di hadapi nya, ketika memutuskan memberi komitmen pada seorang wanita.
“apa kamu setelah memutuskan menikah akan tetap bermain- main dengan mereka para wanita mu?”
[kenapa sekarnag begitu nyeri ketika mengatakan itu? 'para wanita mu' padahal dulu biasa saja]
sisy menyelidik, wajah nya lesu, suram, ketika harus membahas alex dengan kegidupan nya dan wanita- wanita yang pernah menghangatkan ranjang suami nya.
“apa kamu memang hanya menjadikan aku pelacur pribadi mu? Seperti yang selalu kamu katakan padaku?”
Mata sisy mulai berkaca- kaca, mengingat bagaimana ketika mendengar alex dulu yang selalu mengatakan bahwa diri nya adalah pelacur pribadi nya, itu sungguh menyakitkan untuk di dengar.
Alex menatap lekat wajah wanita yang sudah menjadi istri nya itu sendu, ada rasa bersalah menyeruak dalam hati nya, sudah pernah menyebut wanita di depan nya itu dengan sebutan pelacur pribadi sebelum nya.
alex kemudian mencium puncak kepala wanita di samping nya, meminta maaf namun tak terucap lewat kata, hanya mengecup puncak kepala wanita nya berkali- kali sebagai gestur untuk menunjukkan penyesalan nya.
"apa kamu nanti setelah bosan akan membuang ku? kamu dulu pernah mengatakan seperti itu"
lagi- lagi sisy mengingatkan apapun ucapan kasar alex.
bukan kah dulu sisy memang ingin segera pergi dari pria di samping nya itu? kenapa sekarang rasa nya begitu menyedihkan membayangkan akan di buang alex setelah pria itu bosan?
banyak nya pertanyaan yang tak kunjung usai, alex masih terdiam. memberikan kesempatan wanita nya untuk mengeliarkan seluruh rasa resah gelisah nya.
namun begitu pun dengan alex, ingin mencari jawaban atas praduga nya pada sisy.
"apa kamu ingin segera pergi dari ku?" alex bukan nya menjawab, malah pertanyaan di balas dengan pertanyaan.
setahu nya, wanita di sebelah nya itu begitu ingin pergi dari nya, bahkan sempat pergi kabur, membuat alex tidak begitu yakin akan perasaan wanita nya.
__ADS_1
yang alex tahu, selama ini yang menginginkan hanya diri nya, sisy selalu menolak nya berulang kali.
mendengar pertanyaan alex , sisy merasa kesal, kenapa malah diri nya yang seolah menginginkan pergi? bukan kah pria itu yang pernah mengatakan akan membuang nya setelah bosan?
"aku yang bertanya, kenapa jadi balik bertanya?"
rasa sedih kini malah berubah jadi rasa kesal, sisy mendorong tubuh alex, menciptakan jarak.
sekalipun alex adalah ahli soal bercinta, namun soal masalah cinta, alex begitu payah.
"aku tidak tahu bagaimana kedepan nya, yang pasti sekarang aku bahkan merasa takut kehilangan kamu"
ucap alex lirih, bibir pria itu bahkan terlihat bergetar saat mengatakan nya.
membuat sisy yang tadi nya kesal, kini menjadi luluh.
mengungkapkan perasaan seperti saat ini, adalah bukan tipe nya alex sama sekali.
sisy tahu betul itu, pasti tidak mudah bagi alex.
"aku tidak tahu perasaan apa ini, bagi ku semua nya perasaan ini begitu asing, aku tak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelum nya kepada wanita mana pun, aku pikir aku hanya terobsesi dan penasaran pada mu karena kamu selalau menolak ku untuk tidur dengan ku, aku pikir aku akan bosan ketika setelah sekali bercinta dengan kamu, tapi semakin kesini yang ada aku semakin menginginkan kamu terus ada di dekat ku, aku....seperti nya jatuh cinta kepada mu"
ungkapan perasaan yang baru saja di katakan alex membuat hati sisy tersentuh, apakah hanya sekedar membual?? apakah kata- kata yang di ucapkan alex hanya kata rayuan gombal? atau kah itu semua murni isi hati nya?
kalau saja sisy tahu, kalau ini adalah pertama kali nya alex mencurahkan isi hati nya kepada seseorang.
sisy memandang lekat wajah suami nya, mencari jawaban atas segala pertanyaan di kepala nya.
alex pun begitu, mata nya masih menatap wajah cantik istri nya, seolah ingin meyakinkan kalau diri nya benar- benar tak ingin kehilangan wanita di depannya itu.
pandangan mata yang beradu, membuat keduanya tak sadar semakin mendekat satu sama lain.
mendekatkan bibir keduanya, untuk saling memagut dan menyentuh, menikmati ciuman pasca sesi saling mengungkapkan isi hati.
.
__ADS_1
.
.