Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
15. Hanya lelah yang tersisa


__ADS_3

Semakin lama ciuman mereka semakin dalam.....


Kini tangan alex mulai menuju ke arah bagian dada sisy.


Meraba serta meremas dua buah gundukan wanitanya itu secara bergantian tanpa di sadari sang pemiliknya.


tangan alex semakin nakal bergerilya memasuki baju sisy dan mencoba membukanya, sambil terus mel***t bibir yang sudah menjadi candu nya itu.


Deg............


Seketika sang pemilik tubuh mulai menyadari nya.


Sisy reflex mendorong pria berbadan sixpax itu.


Kemudian terdiam masih terengah- engah Menghirup banyak-banyak oksigen sambil berpikir sejenak.


alex mencoba merayu wanitanya untuk melanjutkan kegiatan yang sudah kepalang tanggung.


“ayo kita lakukan sekarang” bisik alex dengan suara berat tampak menahan hasratnya yang mulai bergelora.


“ti...tidak...aku tidak bisa” sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. kemudian berlari dengan sekencang- kencang nya menuju pintu keluar kamar alex.


-


Sampai di kamar, sisy langsung mengunci pintu kamarnya dengan segera dan bersandar di balik pintu kamar.


“apa yang aku lakukan tadi????”


menanyakan pada dirinya sendiri sambil memejamkan matanya menyesali setiap perbuatan yang baru saja ia lakukan di dalam kamar alex.


Bersandar cukup lama di depan pintu dengan dres panjang nya yang masih terbuka di bagian resreting belakang.


Resreting yang mulai di buka alex tadi ketika adegan ciuman berlangsung.


“untung aku masih bisa mengembalikan akal sehatku sebelum terlambat”


Sambil berjalan menuju tempat tidur.


kemudian sisy mulai merebahkan tubuhnya.


Menutup wajahnya dengan bantal mencoba melupakan setiap kejadian di kamar alex.


-


Di kamar, alex nampak begitu kesal.


“sial.......” sambil meninju udara.


Bahkan miliknya yang sudah mulai mengeras dan berdiri sejak tadi harus menelan kekecewaan.


Ketika hendak berjalan menuju kamar mandi, mencoba meredam hasratnya dengan air dingin, terdengar suara seseorang membuka pintu kamar.


Ceklek.....


Alex bergegas menoleh. Berharap wanita yang sejak dari tadi dia inginkan berubah pikiran dan kembali ke kamarnya.


“sonya...??.”


“Seharusnya aku tidak berharap banyak”


gumam alex dalam hati yang merasa kecewa karena bukan sisy yang membuka pintu kamarnya kini.


“aku sangat merindukan mu” ucap wanita di depan alex yang di ketahui bernama sonya. membuyarkan pikiran alex yang masih mengharapkan sisy kembali ke kamarnya.


mendengar kata rayuan dari sonya,


alex hanya diam mematung.


“aku ingin melaporkan banyak hal nanti di ranjangmu” goda sonya sambil berbisik di telinga alex sambil mengalungkan tangan di tengkuk leher pria tampan di depan nya.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, sonya mulai mencium bibir alex dengan liarnya.


Alex pun mulai memberikan balasan dan melakukan ciuman panas, sambil berjalan ke arah ranjang berukuran king size di belakang tubuhnya.


Keduanya kini mulai menghabiskan malam panas mereka berdua.


-


Wanita yang di ketahui bernama sonya adalah orang kepercayaan alex. Yang di tugaskan mengurus dan menjadi mata dan telinga alex di perusahaan nya yang ada di amerika.


Wanita dengan postur tubuh bak model dengan body aduhay serta berwajah blesteran itu, sudah lama memendam perasaan nya pada bos nya itu.


Dia pun sudah pernah menyatakan perasaan nya pada alex.


namun berulang kali alex menolaknya.


Dia bahkan tidak keberatan walau hanya menjadi pemuas ***** bos nya, asal dia tetap bisa mencintai pria yang sedang dia layani di atas ranjang tersebut.


Sonya adalah wanita yang smart. Bisa di andalkan alex untuk menjadi tangan kanan nya untuk perusahaan di amerika. Tak di ragukan lagi kesetiaannya terhadap bos sekaligus teman ranjang nya.


-


-


Pagi mulai menyapa.....


Sisy bergegas mencari ponselnya.


ya,,,,,,untuk menghubungi seseorang.


“hallo may?” sisy menyapa orang di seberang telfon sana.


“iya siy, bagaimana? “


“aku tidak yakin bisa menemui bu taty hari ini” jawab sisy dengan sungkan.


“kenapa?”


“ may bisa minta tolong lagi nggak? Kalau aku tidak bisa datang ke kantor menemui bu taty hari ini.


Aku mohon banget, bantu aku melobi bu taty lagi ya.


Please....”


lanjut sisy dengan suara memohon.


“emmmm....kamu hubungi bu taty sendiri saja deh” maya mencoba memberi saran pada sisy.


Maya pun sebenarnya merasa tidak enak jika harus memintakan ijin sisy pada atasan nya.


“ ohhh gitu...ya..udah...deh... tapi aku gak punya nomor telfon bu taty. Handphone ku yang dulu hilang.


Jadi aku mengandalkan ingatan ku untuk menghububgi mu.hehe”


sisy tampak tersenyum canggung.


“iya udah nanti aku kirim i nomor bu taty sy”


“ terimakasih may kamu sudah banyak membantuku” ucap sisy.


“ sama- sama siy jangan sungkan untuk minta bantuan ku.” Jawab suara di seberang sana.


Kemudian keduanya tampak mengakhiri panggilan seluler yang mereka lakulan.


Sisy melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul enam pagi .


“ hehm.... “ menghela nafas.


“rasanya malas sekali bertemu dengan nya” bergumam sendiri sambil bergegas menuju kamar mandi untuk bersiap- siap sarapan pagi.

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi. Di meja makan sudah ada alex bersiap untuk sarapan.


Kedua orang di meja makan tersebut tampak sibuk dengan menu di masing- masing piring nya.


Tanpa sepatah kata yang keluar dari keduanya. Bertukar sapa pun tak ada.


Setelah menyelesaikan sarapan, alex langsung berlalu begitu saja .


Meninggalkan meja makan dengan ekspresi datar.


Berjalan menuju thomas yang sudah menunggu sang big bos di ruang tengah.


Sisy hanya bisa memandangi pinggung alex yang mulai berlalu meninggalkan nya tanpa bicara.


“ ### mungkin dia marah besar padaku,, habislah aku di kurung di rumah ini seumur hidupku” gumam sisy dalam hati di tengah ketegangan menghadapi pria penguasa rumah mewah yang sedang ia tempati.


-


Setelah rutinitas sarapan pagi, sisy membantu para pelayan membereskan meja makan.


“nona,,,tidak usah biar kami saja”


seorang pelayan melarang sisy membantu membersihkan meja.


“ aku bosan makan tidur doang di rumah ini” sambil berjalan membawa piring kotor ke arah dapur.


Tampak bi nani menyiapkan sanwich yan di letakkan di atas piring dengan segelas susu di nampan.


“buat siapa bi?” tanya sisy penasaran.


“buat nona sonya” bi nani menjawab seraya berbisik.


“siapa nona sonya?” tanya sisy semakin penasaran menyelidik ke arah bi nani.


“ hmmm itu,,,,, orang kepercayaan nya tuan. Sekarang ada di kamar tuan” jawab bi nani.


“ahhh dasar,,,pria macam apa sebenarnya dia???? Dengan mudahnya nemplok sana nemplok sini” gumam sisy dalam hati merasa kesal.


Pria yang semalam menciumnya , seolah memberikan ciuman dengan sepenuh cinta dan kasih sayang, kini ia dapati menghabiskan malamnya dengan wanita lain.


-


-


Di kantor, alex terlihat tampak lelah dan mengantuk.


Padahal baru saja sampai kantor.


“apa anda kurang sehat bos???”


thomas merasa khawatir dengan bos nya yang berulang kali memegangi pelipisnya.


“tidak,,,, aku hanya sedikit lelah dan kurang tidur saja”


sambil memutar kursi kebesaran nya menghadap jendela kaca yang ada di belakang nya sambil memejamkan mata.


“sial,,,bahkan sebuah ciuman lebih menggairahkan daripada waktu yang sudah aku habiskan semalaman”


gumam alex dalam hati mengingat aktifitasnya tadi malam.


Setelah adegan ciuman nya dengan sisy , alex memang menghabiskan malam nya dengan sonya, salah seorang kepercayaan nya yang baru datang dari amerika.


Bahkan semalaman alex mengulang berkali- kali adegan ranjangnya. mencoba mendapatkan kenikmatan.


Tapi tak ia dapatkan kembali gairah hasrat kepuasan seperti ketika berciuman dengan sisy.


Menghabiskan malam sampai menjelang subuh.


Hingga sonya , partner ranjang nya, sudah terkapar tak berdaya.

__ADS_1


Mencoba nya berkali- kali mencari kepuasan yang belum juga ia dapatkan.


Hanya lelah yang tersisa....


__ADS_2