
"Apa ini yang nama nya terkurung dalam sangkar emas??siapa sebenarnya kamu?” batin sisy bertanya pada diri nya sendiri seraya masih berdiri mematung di tangga paling dasar.
Sementara para pelayan sudah membubarkan diri sejak tuan nya meninggalkan ruang tengah.
Sisy tak menghiraukan Alex tentang kejadian tadi siang.Sisy bahkan membantu memasak sekarang. Meskipun para pelayan was-was dengan apa yang di lakukan wanita itu. Karena sejati nya Sisy memang merasa sangat bosan merasa terkurung di dalam rumah itu.
“bi Nani ijinkan aku membantu di dapur. Aku tidak akan ikut bersih-bersih lagi . Tapi aku akan membantu memasak. Aku bosan sekali di sini. Aku tidak punya apa-apa. Baju saja cuci kering pakai, uang apa lagi. Sepeserpun aku tak punya, handphone ku.....entah lah sekarang aku bahkan tidak tahu di mana ponsel ku” sisy menghela nafas panjang meratapi apa yang sedang di alami nya sekarang.
Harapan bahwa dia akan punya kehidupan yang lebih baik setelah lepas dari tante Rita kini mulai sirna.
“sabar ya nona, kesabaran akan membuahkan kebaikan “ bi Nani menimpali .
Suasana dapur yang masih sibuk dengan menyiapkan makan malam. Karena si bos menginginkan makan malam di rumah . Sementara sisy ikut melakukan kesibukan di dapur tersebut. Walau hanya sekedar mencuci sayur atau pun mencicipi hasil masakan sang koki rumah megah tersebut.
Jam dinding sudah menunjukkan pukul tujuh . Itu adalah waktu biasa nya sang tuan turun untuk makan malam. Memang terbilang jarang, sang majikan makan malam di rumah. Tidak seperti ritual sarapan pagi yang sudah bisa di pastikan tuan nya akan sarapan pagi di rumah jika si bos di rumah.
“nona sebaiknya anda pindah ke ruang makan. Takutnya tuan melihat anda di dapur dan marah-marah lagi” bi Nani tidak mau tuan nya membuat kehebohan lagi.
“He'em....” angguk Sisy kemudian berlalu ke ruang makan.
Saat mau duduk di kursi makan, tepat Alex yang terlihat mulai menuruni tangga menuju ke lantai bawah tepatnya ruang makan. Ini adalah kali pertama Alex maupun Sisy makan bersama dalam satu meja .
Ketika melihat Alex yang berjalan menuju meja makan sisy hanya terdiam kikuk.
“kamu sudah di sini rupanya” suara alex memulai percapan.
“iya , aku menunggu mu ...” jawab Sisy asal.
Padahal dia hanya tidak ingin ketahuan karena dia sudah ikut membantu pekerjaan pelayan.
Namun seperti nya kata-kata sederhana yang di ucapkan Sisy barusan mampu membuat batin Alex tersenyum kegirangan.
“ehmmmm....” deheman Alex mencoba mengusir salah tingkahnya.
“apa kamu sedang merayuku?” seraya duduk dan mendekatkan wajahnya pada Sisy.
“apa???....” Sontak sisy kaget dan mencondongkan tubuh nya ke belakang agar ada jarak dengan Alex.
__ADS_1
Alex yang melihat ekspresi Sisy ketakutan, mulai menegakkan tubuh nya lagi di atas kursi duduk dan Kembali menghadap meja nya.
Acara makan malam bersama untuk yang pertama kalinya mulai berjalan. Hanya ada suara dua orang yang sedang makan malam fokus menikmati makanan. Suara dentingan piring silih berganti antara kedua nya.
“ehmmmm.....sampai kapan aku ada di sini?” tanya sisy pada Alex memulai pembicaraan . mencoba memberanikan diri bertanya.
“memangnya kenapa?”alex masih fokus dengan makanan nya.
“ ayo kita hitung-hitung an” sebenarnya Sisy nampak ragu dengan ucapan nya.
Pasalnya dia meminta hitung-hitungan tentang hutang nya yang jumlah nya sangat banyak. Bahkan tidak tahu kapan dia bisa melunasinya.
“maksud kamuu??” sambil memandang ke arah sisy dan menghentikan aktifitas nya.
Alex merasa tidak paham dengan kata- kata sisy.
“ayo hitung-hitungan tentang hutang ku. Aku akan menyicil hutang ku setelah aku mulai bekerja kembali. Aku tidak ingin kamu menuntut yang aneh-aneh lagi pada ku. Karena kewajiban ku adalah membayar hutang uang pada mu” bicara sisy panjang lebar.
“kalau kamu tidak bisa membayar hutang mu bagaimana?” jawab Alex santai.
“aku bisa asal kamu memberi ku kesempatan” jawab sisy tegas.
sambil menaruh sendok nya dengan kasar terkegetak di piring hingga menimbulkan dentingan.
“aku tidak punya kalau sekarang “jawab sisy memelas.
“kata nya minta hitung-hitungan. aku tagih sekarang kata nya tidak punya. Terus mau kamu apa??” suara alex mulai meninggi.
Sisy mulai gemetar menghadapi orang di hadapannya itu.
“bukan sekarang ...tapi aku bisa menyicilnya asalkan kamu mengijinkan ku kerja kembali” dengan nada lembut mencoba meredam emosi Alex.
“bukan nya pekerjaan mu menjual diri? Apa beda nya menjual diri pada ku dan orang lain?” Alex meledek dan merendahkan Sisy.
“enak saja, aku tak serendah itu tau. Aku punya pekerjaan . Aku di tempat tante Rita itu Karena di paksa..” Sisy membela diri.
“aku tak sebaik itu nona....” sambil mencondongkan kembali pada tubuh sisy.
__ADS_1
Sisy yang mulai ketakutan lagi
“ tidak adakah pilihan lain lagi untuk ku?aku mohon tuan....”
sambil menangkupkan tangan di depan dadanya yang tersisa sedikit ruang antara diri nya. memohon kebaikan Alex.
“aku akan memikirkan nya lagi” sambil menarik tubuhnya dan bangkit dari kursi makan menuju Thomas yang sudah menunggu Alex yang sudah beberapa menit tadi datang.
“ ayo... “ ajak Alex pada thomas.
Lalu mereka berdua meninggalkan rumah megah itu menuju mobil yang sudah siap di depan pintu.
“semoga saja hati nya tergerak untuk melakukan kebaikan” gumam sisy .
Setelah acara makan malam yang menegangkan .tampak para pelayan mulai datang untuk membereskan meja makan. Sedangkan Sisy ikut membantu membereskan meja.
“nona biar kami yang membereskan meja “bi nani datang dari arah belakang.
“oh ya bi ,bisakah bi nani menceritakan tentang tuan Alex? “ bahkan Sisy tidak tahu Siapa Alex ,pekerjaan nya apa,sifat nya bagaimana, orang seperti apa Alex.
“apa yang ingin anda ketahui tentang tuan alex nona?”
“semua nya bi” jawab Sisy penuh semangat
Lalu bi nani berjalan ke kursi teras. Di ikuti Sisy dari belakang.
“sudah berapa tahun bi Nani kerja di sini?” Sisy mulai bertanya.
“Sudah lima belas tahun nona, saya tidak bisa bercerita banyak tentang tuan. Kalau nona meminta sesuatu ke tuan Alex dan tuan menjawab akan mempertimbangkan nya itu kabar gembira nona. Biasanya tuan alex kalau bilang A ya Harus A” . Bi Nani menjelaskan tentang percakapan tuan nya dengan wanita yang duduk di samping nya itu.
“lalu apa pekerjaan Alex bi?” tanya Sisy penasaran
“saya tidak tahu pasti nona,saya hanya pelayan di sini. Yang saya tahu tuan mempunyai perusahaan besar .kalau anda ingin tahu pekerjaan tuan , tuan thomas orang yang tepat. dia adalah kepercayaan tuan Alex. Tapi saya rasa tak mudah menanyakan hal itu pada tuan Thomas “jawab bi Nani memberi saran.
“ohhh begitu ya....." sisy tampak putus asa. "terima kasih bi, sudah mau menjadi teman ku di rumah ini “ sambil menggenggam tangan wanita setengah baya itu.
Di balas bi Nani hanya menganggukkan kepala.
__ADS_1
Setelah itu dua orang yang saling mengobrol itu berjalan menuju kamar masing-masing.