
Di kantor alex,
“ segera reservasi restoran, aku akan makan malam di luar dengan Sissy” . Sambil melempar ponsel ke atas keja nya memberi perintah pada Thomas.
“persiapkan dia thomas” suara lirih Alex memberi perintah tambahan pada orang kepercayaan nya itu, sambil menyandarkan kepala pada kursi kebesaran serta memejamkan mata nya
Seperti sedang mencari ketenangan atau mungkin sedang memikirkan sesuatu yang berat.
Kali ini thomas nampak tidak paham dengan apa yang di pikirkan bos nya itu.
“Apa karena hanya seorang wanita otak bos nya yang cerdas itu kehabisan akal “ pikiran thomas bertanya-tanya.
Apa wanita itu begitu spesial bagi bos nya ,dia pun tidak bisa menyimpulkan beberapa pertanyaan dalam pikiran nya.
Thomas hanya bisa mengernyitkan alis lalu segera menjalankan perintah sang bos.
“baik bos...” jawab thomas sambil berlalu menuju meja kerja nya .
Tampak thomas mulai menghubungi seseorang.
Di tempat lain,,, tepatnya di kediaman mewah Alex. Tampak bi Nani buru-buru menaiki tangga .
Tok....tok....tok....
“siapa...?” sahut sisy dari dalam kamar.
“saya nona”
“masuk bi ...”teriak suara di balik pintu.
Kemudian bi Nani membuka pintu kamar.
“maaf nona mengganggu, nona sudah di tunggu di ruang bawah” bi nani masih tampak terengah-engah.
Seperti nya dia setengah berlari saat menaiki tangga tadi.
Terang saja bi nani tampak buru-buru setelah dapat telepon dari thomas.
Bi nani di suruh mempersiapkan wanita Bos nya untuk siap-siap untuk acara makan malam yang akan di lakukan tiga jam lagi.
Bukan waktu yang lama tentu nya . Wanita memerlukan waktu yang lebih panjang lagi untuk mempersiapkan diri sebelum ke sebuah acara.
Harusnya lebih dari tiga jam paling tidak.
“di tunggu siapa bi?” sambil bangun dari tempat tidurnya.
Tempat di mana seharian ini dia habiskan sambil mengotak atik ponsel baru nya.
__ADS_1
“nona ikut saja dengan saya” sambil bi nani mempersilahkan nona nya serta membukakan pintu.
Tanpa rasa curiga atau bertanya lebih banyak, sisy berjalan mengikuti kepala ART di rumah itu.
Sampai di sebuah ruangan di lantai bawah, sisy tampak bingung melihat ada beberapa orang berjajar di depan pintu ruangan yang di tunjukkan bi nani.
“selamat sore nona kami di sini di tugaskan membantu nona merias diri” ucap salah satu dari mereka.
Sisy yang tidak paham hanya melirik bi Nani.
“mereka suruhan tuan Alex . Sebentar lagi tuan mengajak anda makan malam di luar” bi nani menjelaskan pada nona nya yang masih bingung.
Kemudian Sisy mengikuti mereka dimana ada fashion stylish, make up artis,serta pegawai salon yang akan memberikan therapi kecantikan seperti luluran dan massage.
Sisy yang masih bingung hanya menuruti mereka. Mengijinkan mereka melakukan sesuatu pada tubuhnya.
“acara makan malam dengan orang pentingkah hingga persiapan nya seperti orang mau menikah saja” gumam sisy yang sedang melakukan massage di tubuh nya.
Setelah treatment kecantikan di lakukan,, nampak mereka sibuk merias serta memilihkan beberapa gaun.
Dari beberapa gaun mewah yang ada di ruangan tersebut, terpilihlah gaun panjang dengan bentuk kemben. memperlihatkan bahu sang pemakai nya.
serta belahan pada bagian bawah yang panjangnya sampai paha.
“bolehkah aku minta gaun yang lain selain disini? Semua gaun yang aku coba tadi nampak terlalu terbuka” sisy mencoba bernegosiasi dengan orang-orang yang ada dalam ruangan tersebut.
“maaf nona, kami hanya membawa ini, saya rasa yang terakhir ini tidak terlalu terbuka di bandingnya dengan yang lain. Ini nampak serasi pada tubuh anda nona” seorang stylish menjelaskan panjang lebar agar wanita di depan nya itu mau memakai salah satu gaun yang tersedia.
serasa tidak ikhlas tubuhnya di pakaikan pakaian itu.
Tapi memang benar ada nya , gaun terakhir yang sisy coba yang akhirnya dia pakai untuk acara yang mungkin sangat penting itu lebih tertutup di bandingkan gaun- gaun yang lain yang bahkan belahan dada nya tampak lebar atau mengekspos rata punggung si pemakai nya.
Tampak waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam.
Waktu yang di janjikan Alex untuk makan malam adalah pukul tujuh.
Di depan sudah ada dua bodyguard yang akan mengantarkan sisy ke sebuah restoran tempat acara makan malam.
“silahkan nona...” seorang bodyguard membuka kan pintu mobil alphard dengan interior yang sudah di modifilasi serta terlihat sangat nyaman.
Yaitu salah satu mobil Alex namun jarang di gunakan sang pemiliknya.
Di balas anggukan Sisy kemudian berlalu memasuki mobil.
Setelah tiga puluh menit perjalanan, sampai lah pada salah satu gedung tinggi.
Menaiki lift menuju ke lantai sembilan. Rupanya di sana letak restoran nya. Nampak restoran mewah berkelas terkesan privat.
__ADS_1
“kok sepi??” gumam sisy pelan sambil berdiri di depan pintu restoran dimana bodyguard hanya mengantar nya sampai situ.
“mari ikuti saya nona, tuan Alex sudah menunggu anda” terdengar suara dari arah belakang hingga mengagetkan sisy.
“tuan thomas,,, mengagetkan saja” sambil menoleh arah belakang ,sisy tampak kesal karena kaget.
Namun thomas hanya berjalan menunjukkan tuan nya berada.
setelah berjalan melewati beberapa meja kosong, nampak alex dari belakang. meja lain memang tampak kosong. pasal nya restoran itu di sewa eksklusif oleh si pemilik acara.
ketika sisy mulai mendekat , baru alex yang tampak duduk menolehkan wajahnya melihat kedatangan sisy.
alex tampak tersenyum puas sambil melirik thomas melihat wanita nya malam itu terlihat sangat cantik.
kemudian di balas anggukan dari asisten nya itu, kemudian thomas kembali berlalu meninggalkan mereka berdua.
"aku pikir akan menemui orang penting atau acara pesta besar gitu, kenapa hanya ada kita berdua???" sambil duduk di kursi
sisy nampak bingung dengan acara yang hanya mereka berdua tamu di restoran tersebut.
"aku ini orang penting" jawab alex yang berada di depan sisy.
"makan malam berdua saja dengan nya harus dandan berjam-jam??" tanya sisy dalam hatinya.
beberapa saat kemudian nampak pelayan membawa beberapa menu makanan hingga memenuhi meja mereka berdua yang lumayan luas.
tanpa pembicaraan dan sepatah kata pun, mereka memulai menyantap makanan yang sudah tersaji.
"hemmm....apa ini hari spesial??? " tanya Sisy membuka obrolan.
"hari ini hari spesial atau tidak itu tergantung kamu" jaawab alex datar sambil terus melakukan aktifitasnya makan beberapa menu yang ada di depan nya.
sisy hanya menghela nafas mendengar jawaban datar Alex .
kemudian melanjutkan makan makanan yang sangat lezat yang pertama kali dia rasa kan.
Di iringi suara musik life dari sekelompok pemain musik yang sangat lihai memainkan berbagai alat musik. sehingga menghasilkan nada-nada merdu nan romantis.
sebelumnya tak pernah ia makan di restoran mewah seperti itu. dengan menu makanan yang sangat lezat buatan koki ternama.
setelah kedua orang itu menghabiskan banyak menu makanan di atas meja dan mulai kenyang....
"ayo berdansa...." ajak Alex Sambil mengulurkan tangan nya .
"Aku tidak bisa berdansa....." lirih sisy menolak ajakan Alex .
Alex yang sudah mengulurkan tangan sejak tadi langsung berdiri dan menarik pelan wanita nya itu menuju lantai dansa tidak jauh dari meja makan yang mereka tempati.
__ADS_1
"Tidak susah melakukan nya, kamu hanya perlu merangkul ku" sambil berjalan menggandeng Sisy menuju lantai dansa.
setelah sampai lantai dansa, Alex segera menempatkan tangan Sisy di pundak nya serta merangkul pinggang ramping Sisy hingga membuat Sisy terhentak melototkan matanya kaget. Namun tidak menolaknya.