Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
92. Di Ketinggian 35.000 Kaki


__ADS_3

juna memandangi surat pengunduran diri sisy yang ada di meja kerja nya, tanpa di serah kan langsung namun melalui seseorang yang di ketahui itu adalah orang nya alex.


"apa hubungan mu dengan alex morris?" gumam juna sendiri di depan meja kerja nya.


menyenderkan kepala pada sandaran kursi kebesaran nya, memikirkan wanita yang di sukai nya, belum sempat menyatakan perasaan, namun sudah menghilang tanpa kabar apapun. hanya surat pengunduran diri yang tersisa.


ketika diri nya di pukuli alex morris lah juna melihat sisy untuk terakhir kali nya.


kini perasaan juna bahkan layu sebelum berkembang. sungguh ironis.


tok...tok....


"masuk" jawab juna dari dalam.


rupa nya itu adalah mira yang hendak menyerahkan map yang


berisi dokumen penting.


sejenak mira melirik map terbuka yang ada di depan juna,


[surat pengunduran diri sisy?]


mira mengernyitkan dahi nya.


"ini pak dukumen yang perlu bapak tanda tangani" ucap mira.


"ya, nanti saya akan cek dahulu" pria itu masih terlihat murung.


"iya"


kemudian mira beranjak meninggalkan ruangan juna.


.


.


di rumah alex.....


setelah kegiatan panas jatah siang yang di minta alex, kedua manusia masih bergumul di dalam selimut tebal.


posisi favorit, alex memeluk wanita nya dari belakang, masih tanpa sehelai benang.


“aku sudah merencanakan bulan madu kita, sore ini kita terbang” ucap alex masih memejamkan mata, mengeratkan kaitan tangan yang ada di pinggang wanita nya.


“apa? kemana?” sisy menolehkan kepala ke arah alex, walaupun hanya bisa sedikit saja karena pelukan alex , ekspresi nya terlihat kaget. sebelum nya alex tidak membahas soal bulan madu atau apapun.


“hawai"


ucap alex yang masih asyik dan nyaman menempel pada punggung wanita nya, mata nya terpejam. kepala nya menempel pada ceruk leher sisy.


"kenapa baru bilang, kita belum persiapan apapun"

__ADS_1


sisy berusaha bangkit dari tidur nya, ingin menyiapkan koper dan barang yang harus di bawa.


"tidak perlu menyiapkan apapun" alex menahan tubuh sisy, mencegah supaya tidak bangkit dari tempat nya.


"lalu?"


wanita itu masih bingung, kalau tidak perlu menyiapkan apapun bagaimana dengan baju ganti, pasport, tiket, ah kalau tiket mungkin tidak perlu, alex selalu memakai jet pribadi kalau kemana- mana, dan barang yang lain nya, misal sabun , kosmetik , atau tas sepatu mungkin.


"thomas sudah menyiapkan semua nya, jangan kemana- mana aku masih ingin memeluk"


tangan kekar alex masih menahan, mencegah wanita beranjak bangun, masih ingin menikmati suasana romantis berdua sehabis bercinta.


"tidak perlu membawa baju apapun"


tambah alex berucap, kepala nya semakin masuk ke dalam ceruk leher wanita nya, memberi kecupan di sana, meninggalkan bekas kemerah- merahan tanda kepemilikan hingga menimbulkan sedikit suara desa**han dari sisy.


"akhhhhhh..."


alex malah tersenyum , mendengar suara seksi dari wanita nya, membuat kembali bergairah.


merasakan pergerakan senjata alex yang ada di bawah sana, sisy langsung menjerit.


"alexxx"


"hahaha, satu kali lagi ya?"


bisik alex di depan daun telinga sisy, suara nya mulai berat menginginkan untuk kembali melepaskan hasrat yang sudah di ubun- ubun.


ucap sisy menegaskan kalimat nya. berusaha melepaskan diri dari tangan alex yang melingkar di perut nya.


alex melirik ke arah jam dinding yang ada di tembok depan ranjang.


memang benar, penerbangan sebentar lagi, mungkin waktu nya akan kurang. alex selalu lama, tak pernah puas hanya bermain sebentar.


"hmmm, ya sudah lah, nanti di pesawat saja kita teruskan"


senjata yang tadi nya sudah menengang bergerak- gerak mencari sarang nya di bawah sana, akhir nya kembali lebih rileks, melunak kembali.


sisy menghela nafas lega, akhir nya alex mau mendengarkan nya, untuk tidak meminta nya kembali.


[tapi eh tapi, apa maksudnya nanti di pesawat kita teruskan?]


tak pernah terpikirkan oleh sisy kalau di dalam pesawat bisa melakukan bercinta di sana.


astaga alex, kenapa selalu meminta lagi dan lagi? seolah tiada puas nya.


.


pesawat jet pribadi sudah terparkir. awak pesawat bersiap menyambut sang penumpang.


membungkukkan tubuh nya, menyapa memberikan hormat.

__ADS_1


alex dan sisy berjalan menuju tangga pesawat, hanya berdua dan kru pesawat. tidak ada thomas yang biasa mengikuti kemana pun alex pergi seperti biasa nya.


pesawat jet pribadi dengan interior mewah, juga elegan yang selalu menemani kemanan pun tuan nya pergi ke. berkeliling dunia mencari cuan- cuan yang banyak.


ada kamar berisi ranjang lumayan besar di dalam nya, tentu untuk beristirahat sang penumpang, tak banyak berbeda dengan yang di gunakan sebelum nya.


alex menggandeng tangan istri nya menaiki tangga, tak terlepas sedikit pun kaitan tangan antara dua insan sepasang pengantin baru.


apa karena alex yang terlalu bucin, atau ini hanya kesenangan nya sesaat dan kemudian akan bosan?


entah lah, hanya waktu yang bisa menjawab nya.


"ayo kita ke kamar saja" ajak alex.


belum juga duduk terlalu lama di bangku pesawat, setelah pesawat take off sudah langsung mengajak ke kamar di jet pribadi nya.


"aku ingin di sini saja, melihat awan"


sisy sengaja, pura- pura tidak tahu apa maksud dari suami nya yang ingin mengajak bercinta lagi.


tubuh nya serasa remuk, setelah menyerahkan diri pada alex, selalu di hajar alex habis- habis an di atas ranjang.


"awwww"


sisy menjerit kaget tatkala pria di samping nya itu langsung mengangkat tubuh nya, tanpa pemberitahuan ketika sisy masih fokus menghadap keluar jendela menyaksikan awan putih yang begitu indah.


"alex,,, turunkan aku"


tangan sisy mulai melingkar di leber alex, terlalu takut wanita itu, jika diri nya harus jatuh.


"nanti aku turunkan di atas ranjang" alex sambil tersenyum menyeringai


[astaga,]


sampai di dalam kamar privat di dalam jet menuju hawai.


tanpa pikir panjang tanpa banyak berdebat,


"kita belum pernah bercinta di ketinggian 35.000 kaki" mata alex mengerling, mencoba menggoda wanita yang ada dalam gendongan nya.


membawa nya ke dalam kamar privat yang pernah mereka tempati sebelum nya.


tanpa banyak cakap, tanpa pikir panjang langsung sat set sat set, wanita yang baru saja di baringkan di atas ranjang yangbtak terlalu besar itu sudah di telanjangi alex .


kini hanya tersisa dalaman segitiga saja. pasrah sudah sisy sebagai istri.


kalau pun ingin menolak juga pada akhir nya akan tenggelam juga ke dalam permainan alex, sentuhan yang membuat seluruh tubuh membara penuh gairah.


alex tersenyum sudah mendapati tubuh wanita nya terekspos kembali di hadapan nya.


senjata yang ada di balik celana juga sudah mulai sesak ingin di keluarkan.

__ADS_1


"aku kecanduan tubuh mu, sayang" bisik alex penuh gairah yang semakin membara.


__ADS_2