
" Dia? apa teman kamu juga?" tanya sisy penasaran dengan pria sangar yang di lihat nya bicara dengan alex tadi.
"dia musuh ku, jangan pernah dekat- dekat dengan nya"
ucap alex dingin, tatapan menakutkan yang lama tak di lihat sisy pada pria itu, kini terlihat kembali.
ternyata hidup pria di sebelah itu begitu kompleks dengan berbagai permasalahan nya, serta hubungan nya dengan orang- orang di sekitar.
dan sekarang, siapa lagi? pria tinggi besar bertato bak preman yang sekarang kata nya musuh sang big bos.
sisy meskipun hidup bersama alex beberapa bulan, namun tak mengerti juga, sebelum nya tak mau tahu tentang pria yang kini menjadi suami nya itu.
tak ada kata lagi dari alex, hanya gestur dengan tatapan tajam menerawang ke depan, tangan nya menggenggam erat tangan wanita nya itu, kemunculan moreno membuat Alex khawatir.
sisy pun tak mau bertanya banyak pada sang suami, hanya memperhatikan alex dari samping nya serta ikut menggenggam tangan sang suami, menyalurkan energi positif.
.
.
pagi yang cerah, alex meminta memajukan jadwal penerbangan ke indonesia.
tak ingin moreno mengganggu diri nya dan sisy.
bukan nya takut, hanya tak ingin wanita nya kenapa- kenapa.
" kenapa baru bilang kalau kita akan balik sepagi ini? aku kan belum siap- siap?, kamu selalu seperti itu"
gerutu sisy sambil membereskan barang- barang nya ke dalam koper, wanita itu banyak sekali barang- barang nya, meskipun kedatangan ke amerika waktu itu tidak membawa apapun, hasil belanjaan di amerika membuat nya harus susah payah membereskan nya untuk di bawa ke indonesia.
alex berganti baju dengan santai, mengancingkan kemeja nya dan tersenyum melihat istri nya mengomel sejak tadi.
"cuma kamu yang bisa mengomeli ku seperti ini" ucap alex santai berjalan ke arah sisy, memeluk nya dari belakang, erat tak ingin kehilangan.
"kamu memang selalu sesuka mu, bahkan hidup ku harus sesuai yang kamu rencanakan" sisy masih tak berhenti mengomel.
"apa aku harus selalu tidak punya pilihan selain menerima apapun perintah mu?"
"apa aku ini boleka? aku bahkan tidak punya hak untuk diri ku sediri"
sisy mengeluarkan seluruh isi hati nya, ya alex memang selalu berbuat sesuka hati nya.
mana ada yang berani mengomeli alex seperti sisy.
"sudah?" tanya alex sambil mengecup pipi kanan sisy.
membuat sisy terdiam, kaget juga alex tidak marah sekalipun diri nya menggerutu panjang lebar.
"bukan kah kamu memang sudah ingin sekali pulang?"
__ADS_1
"iya" jawab sisy lirih, membenarkan pernyataan alex.
"lalu kenapa marah- marah?" tanya alex gemas sambil mencubit pipi sisy.
"itu karena kamu selalu saja melakukan sesuatu tanpa mengatakan nya pada ku lebih dulu"
sisy membalikkan tubuh nya , menatap intens pada mata alex, begitu pula dengan alex.
"semakin hari aku semakin takut kehilangan mu, sekalipun itu hanya sedetik" ucap alex serius.
alex yang tak pernah romantis mengutarakan perasaan , membuat sisy merasa terharu, pria itu lagi- lagi membuat sisy terharu dengan kata- kata manis yang terucap.
"pria yang menghadang kita tadi, dia musuh ku, dia mengancam ku akan mengganggu mu, aku takut kamu kenapa- kenapa"
ya, sisy mengingat tadi di mobil alex sudah mengatakan kalau pria yang baru saja di lihat menghadang mobil yang ia tumpangi adalah musuh, namun tadi belum berani bertanya banyak.
semakin mengetahui banyak hal tentang pria yang sekarang menjadi suami nya itu semakin membuat sisy merasa tidak tenang.
"kamu punya musuh?"
tanya sisy panik, di ikuti anggukan oleh alex, mengiyakan pernyataan sisy.
"kenapa dia memusuhi mu? siapa nama nya? kenapa dia mau mengganggu ku?"
cerita alex malah menimbulkan sederet pertanyaan buat sisy, membuat alex memutar bola mata nya malas menjawab pertanyaan sang istri.
"aku siap mendengarkan cerita mu" balas sisy, begitu penasaran.
"kamu memang pintar omong, sudah ayo kita siap- siap penerbangan sebentar lagi"
gemas alex pada sisy, memberikan ciuman di pipi kanan lalu melepaskan pelukan, segera bersiap untuk penerbangan jarak jauh, pasti melelahkan.
kemudian alex mengeluarkan barang bawaan sang istri.
alex memang tidak membawa koper apapun, semua koper adalah milik sisy.
.
.
.
perjalanan penerbangan cukup lama, tak seperti penerbangan sebelum nya, di mana di dalam pesawat menghabiskan waktu nya untuk bercinta, kali ini alex dan sisy hanya berdiam diri, sesekali mengobrol.
alex juga mulai kembali kepada kesibukan nya, mengecek layar laptop di depan nya, mengecek beberapa dokumen perusahaan yang tertunda karena acara bulan madu nya.
"apakah aku boleh bekerja lagi nanti?"
tanya sisy, membuat alex langsung menoleh kearah sumber suara.
__ADS_1
"No" tegas alex,
"jangan berharap mendekati anak nya pak bharata lagi"
alex mengungkit lagi kejadian dimana diri nya pada akhirnya menikahi wanita yang duduk di depan nya itu, untuk segera jadi istri nya, karena begitu cemburu pada pria yang di ketahui anak rekan bisnis nya itu.
"apa sih, siapa yang mendekati juna? kita murni atasan dan bawahan"
sisy kesal di tuduh yang mendekati juna.
"jangan sebut pria lain, aku tidak suka"
raut wajah alex, lagi- lagi ekspresi itu, tatapan mata tajam, penuh ancaman kini terlihat lagi,
membuat nyali sisy menciut.
mood pria itu memang sedang tidak baik- baik saja, setelah bertemu pria yang di sebut nya sebagai musuh.
sisy hanya mengangguk, tak lagi ada obrolan antar kedua nya, suasana menjadi sunyi, tak ingin lagi sisy membangunkan singa yang sedang marah.
memilih melihat awan- awan dari balik jendela pesawat, sambil mendengarkan musik, mengisi kejenuhan di dalam pesawat.
sedangkan alex melanjutkan kesibukan nya dengan layar pipih di depan nya.
.
.
.
"yeay akhirnya, aku kembali ke sini lagi" ucap sisy bersorak gembira mengangkat tangan nya ke atas, tertawa riang.
alex yang melihatnya hanya tersenyum melihat polah tingkah sisy.
di lobi bandara sudah ada mobil yang menjemput, sopir dan thomas sudah menunggu di sana.
"selamat datang bos" ucap thomas menyambut sang big bos.
hanya di balas anggukan oleh alex, kemudian kedua nya masuk ke dalam mobil.
"apa thomas datang ke hawai waktu itu hanya untuk mengantarkan pakaian saja setelah itu kembali ke sini?"
sisy heran, kenapa thomas sudah ada di sini lebih dulu.
alex yang mendengar pertanyaan konyol sisy lagi- lagi hanya bisa memutar bola mata nya,
"kalau pekerjaan nya sudah selesai untuk apa dia mengikuti kita untuk berbulan madu? mau jadi nyamuk?" jawab alex di buat kesal oleh sisy.
"oh ya aku penasaran, apa alasan kamu sampai akhir nya kamu memutuskan mau melakukan bercinta dengan ku waktu itu? "
__ADS_1