Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
54. General Chek Up


__ADS_3

" astaga, dimana mira? " tanya sisy mendongakkan wajah nya pada alex.


" tidak perlu khawatir, teman mu itu sudah dapat perawatan yang layak, sudah di urus kepolisian dan kedutaan" ucap alex pada wanita yang masih dalam pelukan nya.


kalau lembut seperti ini, kan di lihat nya enak alex.


sisy menyadari posisi nya yang masih dalam pelukan alex. ingin melepaskan diri.


" em...aku masih pusing, mau tiduran saja" pinta sisy pada pria yang begitu nyaman memeluknya.


kemudian alex melepas kan sisy.


"tidur lah, besok kalau keadaan mu belum membaik, aku akan membawa mu ke rumah sakit saja.


[eh...kok kerumah sakit, tidakkkkk]


"ya, terserah kamu saja" padahal ingin nya sisy tak mau di bawa ke rumah sakit.


.


.


keesokan hari nya,


kepala sisy yang pusing, sudah lebih baik, pusingnya sudah berkurang.


" morning miss " ada seorang pelayan bule menyapa sisy pagi- pagi.


belum juga sisy menjawab, alex sudah masuk ke kamar yang sisy tempati, tau saja kalau sudah bangun.


"please leave her" perintah alex pada pelayan nya .


alex mendekati sisy, memegangi kepala wanita itu, mengecek kondisi nya.


" aku sudah baik- baik saja" ucap sisy pada alex sambil menurunkan tangan alex dari kening nya.


"ya sudah, kalau begitu kamu bisa siap- siap untuk sarapan pagi" alex kemudian menegakkan tubuh nya kembali dan berjalan ke luar kamar sisy.


sisy mengikuti, bangun dan beranjak ke kamar mandi. meskipun masih sedikit pusing. namun masih sudah bisa di gunakan untuk mulai beraktifitas kembali.


setelah mandi dan ganti baju, dengan pakaian nya, ternyata alex sudah mengambil koper dan barang- barang nya dari kamar hotel tempat diri nya menginap, beberapa alex menyediakan bakaian baru untuknya.

__ADS_1


sisy berjalan keluar kamar, mengedarkan pandangan nya, terlihat rumah yang begitu besar dan mewah, lebih besar dari rumah yang ada di indonesia.


kekayaan alex memang banyak tersimpan di amerika, karena sebelumnya diri nya memang tinggal dan juga sampai sekarang masih menjadi warga negara amerika.


meskipun sekarang lebih banyak menetap dan tinggal di indonesia.


alex memang punya keturunan indonesia. ibu nya adalah wanita berdarah blasteran indonesia amerika, tepatnya nenek alex adalah berdarah indonesia. mendapatkan ayah alex yang berdarah mexico blasteran amerika.


ibu alex menginginkan anak nya hidup di indonesia, tempat asal dari neneknya alex, untuk memulai hidup baru, menjauh dari kehidupan mafia yang sempat di jalani ayah alex dan kakek dari ayah alex.


membangun kerajaan bisnis, tanpa terlibat lagi dalam dunia mafia seperti ayah alex sebelum nya.


hingga seperti sekarang, alex memiliki banyak kekayaan . baik yang di hasilkan sendiri maupun dari warisan orang tuanya, bahkan dari para kakek nenek nya. maklum , alex morris memang sudah kaya raya dari garis keturunan nya.


sampai sisy bingung, di mana letak ruang makan nya, hingga datang seorang pelayan yang berdarah indonesia dan berbicara bahasa indonesia.


"mari saya antar nona" sambil mempersilahkan sisy berjalan. menunjukkan ruang makan di mana alex sudah menunggunya di sana.


sisy di buat melongo, melihat betapa besar dan luas nya rumah tersebut, jauh lebih luas dan mewah berkali- kali lipat dari rumah yang ada di indonesia. mengedarkan pandangan, melihat berbagai sudut ruangan itu yang baru diri nya lewati. belum juga yang tak terlihat oleh nya.


melihat alex sudah duduk di meja makan, sisy langsung ikut duduk.


ada pelayan di samping nya yang membuka kan piring dan menyiapkan roti untuk nya, begitu pun dengan alex, di samping alex juga ada pelayan lain, membuka piring dan menyiapkan roti untuk alex.


"untuk memastikan kesehatan mu hari ini kita akan ke rumah sakit untuk pemeriksaan general cek up" ucap alex dari seberang meja yang begitu luas.


" aku tidak apa- apa" ucap sisy yang mulai menyuapkan roti ke dalam mulut nya.


" kita harus memastikan" alex tetap kekeuh dalam rencana nya.


mendengar itu, sisy tak menjawab lagi, tak ada guna nya membantah alex. tak mungkin mau di kalah kan.


.


.


sore hari , sisy langsung masuk ke kamar nya, merebahkan tubuh nya yang belum sepenuh nya fit.


merasa lelah setelah seharian melakukan berbagai pemeriksaan di rumah sakit.


alex mengikuti dan mengatur semuanya sendiri. meminta cek ini itu hingga pemeriksaan tak kunjung selesai padahal dari dokter sudah bilang tidak perlu. namun alex masih saja meminta nya.

__ADS_1


ada lagi, pemeriksaan kesuburan. pemeriksaan apa itu? tak ada hubungan nya sama sekali dengan insiden penculikan kemarin. namun alex meminta pemeriksaan itu. untung tidak meminta tes keperawanan juga.


membuat sisy merasa lelah dan sakit semua, darah di ambil dan beberapa tindakan invasif yang membuat merasakan nyeri harus di lakukan.


sampai rumah sisy langsung tertidur, hingga malam menjelang, sisy terbangun.


berjalan ke arah dapur untuk mengambil minum.


tak segaja, sisy melihat seorang wanita bule, tinggi semampai cantik bak model berjalan masuk.


seperti nya mau naik ke lantai yang sama dengan kamar nya. apakah wanita cantik itu berjalan ke kamar alex seperti yang sudah - sudah yang pernah ia lihat sebelum nya?.


mungkin saja, namun sisy pun juga belum mengetahui di mana kamar alex.


[eh,,,, kok seperti pernah lihat wanita itu? tapi dimana? atau mungkin wajah bule agak mirip- mirip ya]


sisy masih kepikiran bertanya- tanya siapa sosok wanita yang di lihat nya sambil menuangkan jus ke dalam gelas nya.


" ada yang bisa saya bantu nona?" suara seorang pelayan yang juga orang indonesia mengagetkan sisy dari belakang.


"ahhh...tidak perlu" dengan senyum sisy menolak bantuan apapun dari pelayan.


"siapa ya? masih mengganggu pikiran saja" tanpa di sengaja sisy keceplosan.


""siapa nona?" tanya pelayan yang masih berdiri di dekat sisy.


"ahhh tidak" sisy merasa malu dan sungkan sudah keceplosan .


namun tiba- tiba saja ingin menanyakan kepada pelayan siapa wanita yang naik ke lantai atas, kali aja tahu.


" ohh ya bi, tadi aku tidak sengaja melihat wanita bule naik ke atas. seperti pernah melihat. namun belum ketemu jawaban nya" ekspresi sisy menerawang ke langit- langit ruangan. masih berusaha mengingat.


"yang barusan lewat?" tanya pelayan itu memastikan.


"iya, bibi lihat?" wajah sisy berbinar. rupanya bukan diri nya saja yang melihatnya.


" iya, setahu ku itu model terkenal non, artis holliwood. gie hadid nama nya kalau nggak salah"


"gie hadid? astaga, iya...." sisy berbinar. akhirnya diri nya mendapatkan jawaban siapa wanita cantik bak model yang di lihat nya barusan, memang model sih.


[tapi? untuk apa dia ke sini? masak iya beneran di kencani alex? artis- artis mancanegara yang datang ke kamar nya? astaga, aku bingung harus kagum atau ngeri sama dia]

__ADS_1


ucap sisy dalam hati, apakah benar alex sehebat itu? bahkan dirinya yang pernah hanya bercanda pada alex untuk mengencani gie hadid. sekarang diri nya melihat model papan atas dunia itu sendiri , datang ke kamar alex.


__ADS_2