
seharian sisy habiskan untuk berkeliling rumah mewah nan megah itu.
sedangkan alex pergi ke kamar nya lagi sehabis sarapan belum keluar lagi.
saat hendak kembali ke kamarnya, sisy berpapasan dengan sang supermodel.
gie hadid keluar dengan pakaian dres selutut, begitu terlihat seksi dan cantik, anggun serta terlihat glowing terpancar dari wajah cantik nya. membuat banyak wanita yang melihat nya begitu iri dengan kecantikan nya. begitu juga sisy, begitu mengidolakan sang supermodel.
[bagaimana bisa alex mengencani para wanita cantik dan mempunyai popularitas, kenapa para perempuan itu mau- mau nya sama alex , pria yang suka main dengan banyak wanita, aku sungguh heran ].
namun hanya berlalu begitu saja. sempat melemparkan senyum pada sisy, dan di balas anggukan oleh sisy pula.
"benar- benar cantik, aku sesama wanita sungguh iri" guman sisy dengan suara rendah, namun masih terdengar.
"dia saja iri pada mu, kenapa kamu mesti iri pada nya?" suara alex dari belakang , hingga mengagetkan wanita yang masih fokus memandang ke arah tangga, dimana gie hadid jalan.
"eh "
sisy reflex menoleh ke arah belakang ke sumber suara. namun karena alex begitu dekat dengan posisi nya, membuat alex dan sisy kini wajah nya begitu dekat. tak menyiakan kesempatan, alex langsung mengecup bibir sisy.
cup...
hanya sekilas,
" ayo ikut, kita makan di luar" tanpa memberi kesempatan bertanya atau menolak, alex langsung menarik tangan sisy mengikuti nya.
[ eh, bukan nya tadi pagi marah ya, kok sekarang tiba- tiba baik lagi]
pergi dengan mobil sport mewah berwarna kuning yang di kendarai alex sendiri, dengan mengenakan kaca mata hitam membuat pria itu begitu terlihat mempesona. sisy sempat terhipnotis dengan penampilan alex yang terlihat lebih tampan dan cool.
alex menyadari nya, dan mengulum senyum.
" kenapa melihat ku? begitu tampan ya? menyesal menolak ku tadi malam?" tanya alex tanpa menoleh ke arah sisy, tetap fokus menyetir.
"ish" sisy yang khilaf memperhatikan alex langsung tersadar.
"aku pastikan, suatu saat kamu yang akan datang sendiri kepada ku untuk menyerahkan tubuh mu" ucap alex menambahkan.
membuat sisy langsung menoleh kembali ke alex, dengan tatapan tajam.
"di kamar mu sudah ada supermodel cantik, masih mencari yang lain? " sisy merasa jengkel pada pria di samping nya.
"aku penasaran dengan rasa mu" ucap alex , kali ini sambil menatap ke arah bagian intim sisy, membuat sisy yang menyadari nya langsung menutup daerah inti nya dengan tangan.
"aku bisa mengambil paksa, tapi aku masih punya harga diri, aku tidak pernah memaksa wanita, selagi kamu bisa dengan batasan mu" alex kali ini memperingat kan.
[terus saja mengancam. tidak pernah memaksa? yang kau lakukan kepada ku selama ini apa?]
__ADS_1
sisy hanya bergumam dalam hati, tak berani mengatakan nya langsung. juga tak ingin ribut lagi dengan pria di samping nya itu.
.
keduanya kini terdiam, hingga sampai ke sebuah restoran mewah.
duduk di salah satu meja di restoran itu, dan memesan beberapa menu makanan. semuanya, alex yang pesan, sisy hanya ngikut saja.
sambil makan, sisy memulai obrolan.
" kita kembali ke indonesia kapan?" sisy memulai percakapan di tengah makan .
" nanti setelah urusan ku selesai" kali ini alex mau menjawab, tak seperti tadi pagi.
"kapan" sisy terus bertanya, mencari kepastian jawaban pria di depan nya itu.
membuat alex yang mendengar pertanyaan sisy bertubi- tubi merasa sebal.
alex hanya diam, tak ingin lagi menjawab, hanya melirik sisy dengan wajah tak bersahabat.
selang beberapa waktu, keduanya diam, hening tanpa suara.
sibuk dengan menu makanan yang ada di piring masing- masing.
"ehem" sisy mencoba mencairkan suasana.
"kita kembali lusa" alex tiba- tiba saja memberikan kepastian kapan kembali dari amerika.
membuat sisy mengulum senyum. akhirnya tanda tanya di kepala nya terjawab .
sisy benar- benar sudah tidak kerasan di negara orang, apalagi mengingat kasus penculikan nya oleh para bandit. membuat nya ngeri ingin segera pergi dari negara itu.
" oh ya, bagaimana kamu tahu kalau aku di culik?" sisy mengingat tiba- tiba alex datang dan menyelamatkan nya bak pahlawan kesiangan.
bukankah alex memang selalu menyelamatkan nya?bukan kali ini saja. bahkan kalau bukan karena alex, diri nya sudah menjadi wanita malam yang menjajakan tubuh nya di klub malam bukan?
"apapun yang kamu lakukan , aku selalu tahu, jadi jangan macam- macam pada ku" ucapan alex membuat sisy tiba- tiba menjadi susah menelan makanan.
bukan yang pertama kali, namun kali ini benar- benar terdengar menakutkan.
"siapa suruh melanggar perintah ku, sudah ku bilang jangan pergi tanpa ku, masih saja nekat" apa yang di ucapkan alex benar, itu semua salah nya.
"mereka bandit biasa yang hanya ingin mengganggu mu, tapi aku curiga bandit itu ada hubungan nya dengan musuh ku" alex bercerita dan terlihat serius.
belum pernah sebelum nya, alex menceritakan apa yang ada di pikiran nya. namun justru sisy semakin was - was.
" di negara ini musuh ku banyak, itulah mengapa aku melarang mu keluar tanpa aku" terlihat gurat kekhawatiran di wajah alex.
__ADS_1
membuat sisy merasa tambah bersalah.
[tapi, apa hubungan nya dengan ku?]
" kenapa bisa kamu punya banyak musuh? " sungguh hal yang baru saja di ceritakan alex membuat sisy semakin penasaran dengan pria yang hampir 2 bulan tinggal bersama nya itu.
"kamu tak perlu tahu" alex mengalihkan pembicaraan.
"aku sudah selesai. ayo" alex mengajak sisy yang sudah dari tadi tidak memakan makanan nya. hanya mengaduk nya, terlihat tak berselera. memang lidah nya lidah indonesia, terasa aneh kalau harus memakan makanan luar, tak sesuai saja dengan lidah nya.
alex sadar kalau wanita nya itu tak menyukai makanan yang di pesan nya.
hanya memakan nya sedikit.
keduanya kini menaiki mobil alex kembali.
membelah keramaian jalan raya, menampakkan gedung- gedung bertingkat.
sisy tak bertanya lagi, hanya mengikuti kemana kaki alex melangkah.
hingga sampai ke sebuah mall.
"mau apa kita ke sini?" tak tahu apa tujuan alex membawa kenpusat perbelanjaan.
"tidak ingin membeli oleh- oleh? " alex menawari wanita yangbsedang berjalan di sebelahnya. berjalan beriringan.
sisy hanya melongo.
[what? iya aku ingin beli oleh- oleh, tapi gak juga oleh- oleh nya barang brandit seperti ini].
di depan sisy, terpampang berbagai stand toko barang brandit kelas dunia sperti Louis V, Gucci, dan kawan- kawan nya.
( malas menyebutkan satu persatu, masalahnya ngayal nya terlalu halu. wkkkkk)
"ini maksud nya apa?" ucap sisy dengan menunjuk ke arah berbagai stand merk terkenal dunia.
"aku mau mentraktir mu, tidak perlu khawatir, aku tidak akan memasukkan ke dalam tagihan hutang mu"
"berapapun?" tanya sisy dengan mata yang berbinar, namun tetap ingin memastikan kembali. tak ingin terjebak untuk yang kesekian kali nya, yang ujung- ujung nya masuk dalam list hutang.
walau bagaimana pun , sisy tetaplah seorang wanita, yang mata nya akan langsung ijo jika di tawari barang gratisan.
"berapapun" alex santai seolah tak merasa ketakutan harta nya akan di habiskan untuk memborong barang satu toko sekalipun.
[hajar saja, mumpung gratisan, ambil bestie...] sisy segera berjalan ke dalam stand toko Louis V , mengambil beberapa barang yang sudah di lirik nya sejak masih di luar.
alex tersenyum smirk melihat wanita nya itu langsung berlari, kalap belanja.
__ADS_1
[di dunia ini mana ada yang gratis]