
alex berjalan di depan dengan brian sedangkan sonya dan sisy berjalan masuk di belakang Alex dan Brian.
"hai kita bertemu lagi"
sapa sonya pada sisy begitu hangat, padahal mereka menyukai pria yang sama.
ya, tanpa di sadari, di akui atau tidak, sisy sudah menyukai pria yang sudah menjadi suami nya itu.
"hai juga "
sapa sisy balik, dengan menampakkan senyum di bibir nya , tanpa di ketahui siapapun kalau hati nya ada rasa cemburu terhadap sonya, ya wanita itu begitu tidak percaya diri jika di sandingkan dengan sonya yang menurut nya lebih segala nya. lebih cantik, lebih seksi, lebih pintar.
padahal sonya pun juga begitu iri pada sisy, satu- satu nya wanita yang bisa membuat alex bertekuk lutut, mencuri hati pria yang begitu di cintai nya.
sekalipun sisy cemburu, namun tak menampakkan nya di hadapan orang lain, hanya hati nya saja yang tahu.
"uncle yang datang bersama uncle siapa? aku tidak pernah melihat uncle datang mengajak orang lain selain om thomas" bisik anak umur 11 tahun itu bertanya pada alex, sambil melirik ke belakang.
"itu istri uncle" jawab alex sambil tersenyum.
"oh ya? " anak itu serasa tidak percaya, berharap ibu nya yang akan menikahi uncle alex nya.
brian berharap sekali alex yang sudah begitu baik pada nya, alex yang sudah menganggap seperti anak nya sendiri, tentu punya harapan lebih tentang status kedua orang dewasa yang paling di sayangi.
meskipin kenyataan yang terjadi, hubungan ibu nya yang begitu dekat dengan alex nyata nya hanya sebatas atasan dan bawahan, atau seperti adik kakak saja.
anak itu, ekspresi wajah nya yang tadi nya ceria karena kedatangan uncle alex terlihat sedikit berubah, ada guratan kekecewaan di sana. nyata nya uncle alex nya tersayang tak akan pernah menjadi daddy nya.
alex paham betul anak itu, alex hanya tersenyum melihat wajah murung brian.
semua orang sudah samapi di meja makan, terhidang berbagai menu makanan yang sangat banyak di meja makan, ruangan terlihat di hias dengan berbagai balon udara, untuk merayakan pesta ulang tahun kecil- kecil an. juga ada kue tart dengan gambar kartun superhero superman, superhero idola brian.
"silahkan duduk" ucap sonya pada sisy juga alex.
kemudian kedua nya duduk, anak kecil itu masih terlihat murung.
alex uang duduk di dekat brian di meja makan yang berbentik bindar itu, menyapa anak sonya kembali.
"hey boy, kok muka nya di tekuk? ini kan hari ulang tahun mu?"
__ADS_1
alex memeluk anak lelaki yang begitu mengidolakan nya, menyayangi nya.
namun brian tak membalas ucapan alex, masih dengan wajah murung dan menunduk , terlihat tidak bersemangat untuk merayakan ulang tahun nyanyang ke 11 tahun.
"ayo kita menyanyikan happy birtday" ajak alex lagi pada brian.
meskipun dengan wajah cemberut, akhirnya anak lelaki berwajah bule dengan mata biru yang sangat tampan dengan setelan jas dan dasi berbentuk kupu- kupu begitu manis mau menuruti perintah alex, berusaha menerima kenyataan.
kini semua nya di tambah beberapa pekerja di rumah sonya ikut merayakan dan bernyanyi bersama dengan alex, sonya juga sisy.
sonya yang melihat anak nya berubah jadi cemberut pun sebernarnya mengetahui kenapa wajah putra nya berubah seperti itu.
sonya tahu betul harapan putra nya yang selalu menginginkan alex menjadi ayah nya.
sonya pun sebenar nya juga menginginkan hal itu, menjadikan alex ayah dari anak nya.
namun selama ini , alex tak pernah mencintai nya, tak pernah menginginkan diri nya sebagai pendamping hidup nya.
kenyataan nya alex tak pernah mencintai nya, hanya hubungan sebagai atasan dan bawahan saja.
berulang kali sonya menyatakan perasaan nya pada alex, alex selalu menolak, menganggap sonya sebagai adik nya sendiri. sekalipun sonya rela menjadi penghangat ranjang alex, menjadi pemuas birahi nya, tak membuat alex berubah menjadi mencintai nya.
"make a wish dulu boy" alex meminta pada brian.
"nggak usah uncle, harapan brian tidak akan terwujud lagi" tanpa aba- aba brian langsung meniup lilin di kue ulang tahun nya.
kemudian semua orang makan malam bersama, menikmati hidangan yang sudah tersaji di atas meja.
.
setelah acara makan, alex mendekati brian yang sedang ada di ruang tv, memainkan game di ponsel nya.
namun ketika melihat kedatangan alex, brian malah terlihat menghindari.
"boy, tidak mau ngobrol dengan uncle?" alex berusaha bicara dengan anak sonya.
mendengar itu, kemudian brian berhenti, tidak jadi melangkah.
"sini boy" alex menunjukkan bangku kosong di sebelahnya.
__ADS_1
anak lelaki itu menurut, kemudian duduk tepat di sebelah alex.
sedngkan sonya dan sisy duduk di bangku ruang tamu.
"kenapa? apa kamu kecewa uncle tidak menikah dengan mommy mu?"
anak itu tak bersuara, hanya mengangguk.
"kenapa?" tanya alex, berusaha bicara dari hati ke hati.
"dengan begitu uncle tidak akan menjadi daddy ku" anak itu masih menunduk.
melihat kesedihan dan kejujuran anak itu, alex kemudian memberikan pelukan, seperti layaknya seorang ayah pada anak nya.
"boy, meskipun uncle tidak menikah dengan mommy, boy bisa menganggap uncle sebagai daddy mu, selama ini uncle begitu menyayangi mu boy, uncle berusaha menjadi sosok daddy untuk mu, sejak pertama kali uncle melihat mu di gendongan mommy mu, uncle sangat menyayangi boy"
alex memberikan kecupan di puncak kepala brian, anak itu mata nya berkaca- kaca, ingin marah namun memang benar ada nya, kalau uncle nya itu selama ini begitu baik pada nya, begitu menyayangi nya.
"boy mengerti kan?"
alex bertanya pada brian, melepaskan pelukan dan menatap wajah anak lelaki yang ada di depan nya itu, hanya mereka berdua di euangan itu, sehingga alex bisa bicara dari hati ke hati, memberikan pemahaman pada anak nya sonya, menjelaskan keadaan.
brian kemudian menganggukkan kepala, tanda paham.
"uncle sampai kapan pun akan menyayangi boy, sekalipun nanti uncle sudah punya anak sendiri"
kata- kata menyentuh dari alex, membuat brian semakin terharu tidak bisa menahan lagi air mata nya, anak itu menangis tersedu- sedu.
"maaf kan brian uncle"
ada rasa penyesalan dan rasa bersalah pada uncle nya, meragukan kasih sayang yang selama ini alex berikan pada nya, sekalipun tak ada hubungan darah apapun antara kedua nya
juga merasa menyesal sudah marah pada uncle alex.
.
di ruang tamu, ada sisy dan sonya,
"alex sangat menyayangi brian" ucap sonya, memecah keheningan di antara kedua nya.
__ADS_1
" ya..., aku bisa melihat nya, aku tidak pernah melihat alex dekat dengan seorang anak kecil sebelum nya" ucap sisy memberikan senyum, memandang dari kejauhan kedekatan antara alex dan brian yang saling mengobrol dan berpelukan .