Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
36. Keliling Villa


__ADS_3

"sebentar lagi,.." ucap alex dengan suara serak dan nafas mulai terengah- engah.


meskipun di ruang terbuka, tak ada satupun orang yang lewat dan melihat aksi panas alex pada wanita nya itu. tak ada yang berani menggangganggu lebih tepatnya. benar- benar pulau pribadi. seperti bebas melakukan apapun di mana pun.


.


.


setelah senjatanya mengeluarkan cairan hangat, alex mulai menghentikan aksinya dan jatuh lemas meletakkan kepalanya di ceruk leher sisy. terasa di bawah sana tepatnya di celana alex terlihat basah seperti sedang mengompol.


alex mengecup kening sisy dalam dan berkata pada wanita nya sambil merapikan rambut sisy yang berserakan menutupi wajah sisy . melepaskan kecupan nya untuk sementara


"maaf aku tidak bisa menahan nya lagi. paling tidak aku masih menahan diri dan menjaga milikmu yang di bawah"


ucap alex dengan suara bariton yang masih lemah. seolah habis lari keliling lapangan.


kemudian kengecup kening sisy lagi. lebih dalam dan cukup lama. setelah itu melepaskan nya. dan mulai bangun dari atas tubuh sisy.


berjalan sendiri menuju villa. meninggalkan sisy yang masih terlentang di atas kursi pantai itu. merasa syok dengan apa yang barusan alex lakukan pada nya. namun tak sanggup ia hindari.


setelah lepas dari kungkungan alex, sisy masih bersandar pada kursi pantai, meringkuk memiringkan tubuh nya. menatap nyalang jauh di depan nya. memikirkan kembali apa yang sudah barusan dirinya dan alex lakukan. menyesali....

__ADS_1


ahhh atau terlalu berlebihan. nyata nya itu sudah kali kedua nya alex mengobrak abrik dua gunung kembarnya. namun ini lebih keterlaluan lagi.


pun juga menyesali diri nya yang ikut terhanyut ke dalam permainan alex dan ketika tersadar, semuanya sudah terlambat. sudah terlalu jauh tindakan alex dan tidak bisa ia hentikan.


"apakah aku masih bisa menyebut diriku masih suci?"


tanya sisy pada diri nya. kemudian menghela nafas panjang membuang semua rasa gelisah memikirkan kejadian sebelumnya dan bangkit berjalan lebih jauh menelusuri pantai.


menikmati keindahan gugusan salah satu pulau kecil sendirian di sekitaran ibu kota itu.


.


.


.


namun panasnya sinar mentari memaksa sisy untuk segera kembali ke villa.


.


.

__ADS_1


.


sesampai di pavilliun yang dia tempati semalam, tak terlihat alex di sana. entah di mana pria itu.


villa di bangunan ruang utama memang begitu besar dan luas. belum sempat pula sisy mengelilingi dan melihat seisi villa megah itu.


sisy mencoba berjalan menelusuri setiap sudut villa. melihat menyelidik beberapa ruangan di sana. ketika sampai pada ruangan dengan pintu lebar ada thomas yang keluar dari ruangan tersebut.


"nona mencari sesuatu?" tanya thomas pada sisy


"tidak, aku hanya ingin melihat-lihat villa saja" ucap sisy datar. kemudian menjauhi ruangan yang kemungkinan di dalam ada alex.


saat melangkahkan kakinya beberapa langkah suara thomas kembali terdengar.


"nona jangan pergi jauh- jauh, sebentar lagi kita kembali ke ibukota" terang thomas.


membalikkan tubuhnya, sisy bertanya lagi pada thomas "naik kapal lagi?" dengan tatapan memelas. masih teringat rasa pusing akibat mabuk laut.


"kita naik helikopter, sudah ada di lapangan helipad" kemudian sisy menoleh ke arah dimana mata thomas tertuju.


ya benar, di sana sebelah villa sudah siap terparkir helikopter.

__ADS_1


__ADS_2