Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
124. Zonk


__ADS_3

alex tersenyum, pikiran nya melayang membayangkan akan menghabiskan malam panas dengan istri nya malam ini, setelah sekian purnama tak merasakan nikmat surga dunia.


namun harus terganggu karena ulah panggilan telepon dari moreno.


ketika mata alex kembali melihat ke arah wanita nya yang berada di atas ranjang, alex menatap tak percaya,


"hah?"


alex hanya bisa melongo, melihat istri nya di balik selimut sudah memejamkan mata, tertidur.


"sayang...sayang...bangun, ayo kita teruskan lagi kegiatan kita"


ucap alex sambil terus menggoyang tubuh istri nya, wanita nya itu sudah memakai kembali atasan piyama nya, meskipun terlihat bra nya masih tergeletak, tak di pakai kembali.


"sayang...ayo"


alex semakin kencang mengguncang tubuh sisy.


"hentikan alex, aku ngantuk, jangan ganggu aku"


ucap sisy dengan mata yang seakan enggan membuka, sambil menangkis tangan alex di lengan nya.


"tapi tanggung, ayo kita lanjutkan"


tak ada jawaban lagi dari sisy, nafas wanita nya itu semakin teratur, menandakan benar- benar sudah mengantuk dan terlelap dalam tidur nya.


"kamu mau apa? mau di pilin- pilin lagi? atau mau di hisap? sambil alex membuka selimut wanita nya, menyingkap piyama sisy bagian atas, mencoba menyentuh puncak gundukan istri nya lagi, namun sisy tak bergeming.


"emhh"


satu suara ******* yang keluar dari mulut sisy, namun mata nya masih terpejam, alex berusaha memancingnya lagi, namun tak ada reaksi , zonk, membuat alex semakin frustasi.


kenikmatan yang sudah di bayangkan sejak tadi rupa nya masih hanya dalam angan- angan.


"shitttt"


alex mengumpat kesal, dan menarik tangan nya dari bukit kembar sisy, menyerah dan membiarkan istri nya itu tertidur.


lagi- lagi senjata nya harus kecewa karena tak berhasil masuk sarangnya, meskipun sudah sangat merindukan.


"lama- lama senjata ku hanya akan menjadi tongkat kayu pajangan tak berguna kalau seperti ini terus"


alex ikut berbaring di samping sisy, ikut tertidur dan memejamkan mata nya, mengikuti sisy yang sudah lebih dulu terlelap dalam tidur dan mimpi indah.


.


.


.


pagi menyapa, terlihat alex dan siay masih terlelap dalam tidur nya, masih dengan posisi memeluk pinggang istri nya dari belakang, sesuai posisi favorit nya.

__ADS_1


harusnya kini memeluk sang istri tanpa sehelai benang, tapi sayang, kegiatan bercinta itu akhirnya gagal, mingkin belum di restui semesta, rupa nya hukuman dari semesta masih terus berlanjut.


menyiksa hasratnya yang belum bisa tersalurkan untuk sementara waktu sampai batas waktu yang tidak bisa di tentukan.


semoga secepatnya, hanya itu yang bisa di harapkan oleh alex.


dengan sayup mata yang baru saja membuka, alex tersenyum mendapati wanita nya dalam pelukan, masih tertidur tenang, tanpa ada nya penolakan.


meskipun adegan bercinta nya semalam gagal, alex tak terlihat begitu kecewa.


mendapati wanita nya kini mau di peluk oleh nya tanpa di usir saja sudah suatu kebahagiaan yang beberapa hari ini susah untuk di dapatkan, bukan susah, tapi memang tidak bisa di dapatkan.


alex mencium rambut hitam sisy yang terurai di depan nya, menyingkap nya, hingga menampakkan leher jenjang sang istri.


melihat leher menggod sang istri, Alex kemudian mendaratkan satu kecupan cukup lama di sana hingga meninggalkan bekas merah kebiruan tanda kepemilikan.


pemilik tubuh merasa terganggu, menggeliat merasakan sensasi kecupan di leher nya, sambil melenguh.


sisy kemudian meloneh ke arah belakang, melihat sosok alex di belakang nya, rupa nya suami nya yang mengganggu tidur nya hingga terbangun.


"alex, kamu mengganggu ku" ucap sisy dengan suara serak khas bangun tidur.


"hahaha"


alex tertawa melihat istri nya yang terbangun karena ulah nya.


"selamat pagi sayang"


"akhhh, masih terlalu pagi, jangan menggoda ku"


pinta sisy mendorong sedikit wajah alex yang ada di ceruk lehernya.


"hey, yang semalam gagal, ayo kita ulangi dari awal sekarang"


alex yang di larang justru semakin gemas, dan semakin sering memberi kecupan di seluruh lapang leher sisy, meninggalkan banyak bekas di sana.


"alex, aku lapar, aku tidak punya tenaga" ucap sisy mengatakan yang sebenar nya.


seperti nya anak dalam kandungan nya sudah merengek minta makan, morning sickness khas ibu hamil sudah jauh berkurang, bahkan jarang, yang ada sekarang hanya rasa lapar dan lapar serta rasa mengantuk dan ingin banyak tidur, itu yang tidak berubah.


bahkan untuk menyingkirkan wajah alex dari tubuh nya saja tak mampu. padahal wanita itu biasanya mempunyai tenaga yang begitu kuat.


mendengar keluhan istri, alex menghentikan kegiatan nya, tak tega karena tahu pasti itu efek dari kehamilan , tak ingin terjadi apa- apa pada si jabang bayi yang masih ada dalam kandungan.


"baik lah, ayo sarapan"


alex akhir nya pasrah jika lagi- lagi istri nya menolak nya.


tidak menjauhi diri nya saja sudah sangat beruntung, bagi alex.


.

__ADS_1


di ruang makan, alex tersenyum melihat istri nya makan dengan lahap,


alex dan sisy sarapan bersama, seperti rutinitas biasa nya,


alex mengulum senyum melihat sisy makan dengan lahap, berharap anak yang masih di kandung juga sehat.


tak pernah terbayang kan sebelum nya, kalau diri nya akan berumah tangga, menikah dengan seorang wanita dan sekarang mau menjadi seorang ayah.


namun rupa nya tak mudah, godaan dari wanita lain selalu datang,


seperti kejadian kemarin, tak akan mudah jalan untuk menjadi seseorang yang lebih baik, pasti akan selalu ada godaan untuk menuju ke sana, namun asal ada kemauan pasti ada jalan.


begitu pun dengan alex, diri nya kini masih berusaha berproses menjadi seorang pria yang setia pada satu wanita, yaitu pada istri nya. juga menjadi pribadi yang lebih baik tentu nya.


"sayang, aku berangkat bekerja dulu ya"


pamit alex pada sisy , mencium kening istri nya dua kali.


"he'em"


jawab sisy singkat,sambil mengunyah roti milik nya.


kemudian alex berjongkok di depan sisy, mencium perut sang istri, mengelus nya lembut.


"anak daddy baik- baik di sana ya, daddy kerja dulu, nanti malam daddy akan jenguk kamu"


bisik alex pada perut istri nya, mencium nya sambil tersenyum mesum.


"apa maksud nya akan menjenguk?" tanya sisy sambil melihat pada wajah suami nya .


Tak menjawab pertanyaan sang istri, Alex hanya tersenyum.


sedangkan sisy masih menatap heran pada alex,


thomas sudah menunggu bos nya di depan pintu mobil, melihat ke arah bos nya yang masih tersenyum- senyum sendiri.


"bos, anda baik- baik saja kan?" tanya thomas,


menyadari diri nya yang sedang di perhatikan orang kepercayaan nya itu,


"ehm, tentu saja baik- baik saja, mau mencarikan ku psikolog lagi?"


sindir alex pada thomas, bibir yang tadi nya tersenyum, kini berubah membentuk garis datar, memasang wajah serius, ingin tetap menjaga wibawa di depan bawahan nya.


kemudian berlalu masuk ke dalam mobil.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2