Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
100. Makan Siang Bersama


__ADS_3

dari pada makan siang di luar, dan lagi- lagi harus ketemu dengan wanita cantik yang pernah menjadi teman ranjang nya alex lagi, maka lebih baik makan di rumah saja dari pada sakit hati lagi, batin sisy.


siang ini makan siang sederhana di samping kolam renang outdoor, juga bisa melihat pemandangan pepohonan hijau, menambah semarak dalam acara makan siang kali ini.


"hem, rumah ini begitu luas, bahkan lebih luas berkali lipat dari pada rumah di indonesia, kamu kan tinggal sendirian, untuk apa rumah seluas ini?"


tanya sisy memulai obrolan di tengah acara makan siang, sambil menyuapkan makanan tentu saja masakan indonesia, itu permintaan menu pada koki di mansion rumah alex.


"mansion ini, peninggalan orang tua ku, ini rumah ku sejak kecil sampai dewasa hingga akhir nya aku pindah ke indonesia"


"kenapa pindah?"


banyak hal tentang alex yang tidak di ketahui sisy, mungkin pelan- pelan diri nya akan mencoba memahami dan mencari tahu cerita hidup alex.


"sejak mommy ku meninggal aku pindah, itu permintaan mommy, supaya aku ke indonesia, dan tinggal dengan nenek ku"


ya, sebelum ibu nya alex meninggal, ibu nya memberi pesan pada alex, setelah ibu nya meninggal meminta putra semata wayang nya itu untuk menyusul nenek nya, orang tua dari ibu nya dan tinggal di indonesia.


untuk menghindari kekuasaan yang di wariskan daddy nya alex, sebagai ketua mafia.


ibu nya alex tak ingin putra tunggal nya itu, mengikuti jejak sang ayah, ingin menjadikan putra nya hanya sebagai pengusaha saja, tanpa embel- embel ketua mafia.


"rumah yang di indonesia itu, juga peninggalan nenek mu?"


"bukan, itu rumah baru yang akau beli, rumah peninggalan nenek ku kosong, ada di menteng"


"tidak kembali tinggal di sini lagi setelah nenek mu meninggal?"


"aku, lebih sering bolak- balik, apalagi bisnis di sini semakin banyak" ucap alex menceritakan diri nya yang s3karang aering bolak balik indonesia amerika.


"suka tinggal di sini?" tanya alex pada sang istri.


"emm..."


ingin sisy menjawab tidak, namun seperti nya mansion yang di tempati sekarang begitu bersejarah buat alex.


tak ingin menyinggung perasaan alex dengan kata tidak.


"hahaha, kita akan seperti sebelum nya, sering bolak balik ke sana kemari, kita tidak akan tinggal di sini terus, kamu tenang saja"


alex tahu apa yang ada di pikiran wanita nya.


"sampai kapan kita di sini?" tanya sisy.


"setelah pekerjaan ku di sini selesai, kita akan balik"


terlihat alex sudah menyelesaikan makan .


"sudah selesai makan nya?" tanya alex pada sisy.


"iya, sudah" sisy menaruh kedua sendok di piring, menandakan diri nya pun sudah menyelesaikan makan nya.


"ayo"


ajak alex, kemudian bangkit dari duduk nya, meraih tangan wanita yang ada di depan nya, untuk di gandeng.


"mau kemana?"

__ADS_1


sisy mengernyitkan dahi, melihat alex yang berjalan terus ke arah belakang tubuh nya.


"aku mau meminta jatah siang ku" bisik alex dari belakang tubuh sisy, tepat di belakang daun telinga, membuat tubuh wanita nya nya itu langsung berdesir.


"hah?"


sejenak sisy lupa kalau harus memberi jatah bercinta sang suami sehari tiga kali.


namun setelah itu langsung teringat kembali tugas nya.


"ayo"


alex meraih tangan sisy menggandengnya menuju kamar pribadi tentu nya.


sisy hanya pasrah, dengan ajakan sang suami.


.


.


"alex , ponsel mu berbunyi"


alex masih tertidur, dengan posisi tengkurap, di samping istri nya setelah acara bercinta.


"biar saja, aku masih mengantuk, aku tadi keluar terlalu banyak , rasa nya masih lemas" ucap pria itu dengan posisi masih memejamkan mata.


"iya, aku rasa juga begitu, sampai penuh" jawab sisy dengan bibir manyun.


"hahaha, tapi nikmat" alex menimpali.


"ish, ponsel mu masih bunyi terus" sisy mencoba melihat ke layar, siapa yang menghubungi suami nya.


sisy mengambil ponsel alex, dan memberikan pada suami nya.


kalau thomas yang menghubungi, sudah tentu itu hal penting, namun bagi alex sekarang tidak ada yang lebih penting selain bercinta dengan sang istri.


dengan malas, alex mengangkat telfon,


"ya?"


tanya alex pada thomas yang ada di seberang sana.


"hem"


tanpa banyak kata, alex hanya menjawab dengan singkat, dan obrolan nya pun hanya sebentar , tak banyak kata.


sisy bahkan tak tahu apa yang di bicarakan sang suami dengan orang kepercayaan nya itu.


kemudian sambungan telepon terputus, alex menaruh gawai nya asal.


"ayo sini tidur lagi"


pinta alex , sambil menarik tubuh istri nya, untuk di peluk nya lagi, menelusupkan wajah nya di belakang leher sang istri.


"aku tidak ngantuk, hem....akhir- akhir ini , aku tidak punya kegiatan lain selain di tempat tidur" sisy menghela nafas.


"temani aku tidur, aku masih mengantuk"

__ADS_1


tanpa menjawab lagi, sisy menuruti kemauan suami.


setengah jam berlalu, alex mulai mengerjapkan mata, menggerakkan tubuh nya, hendak bangun.


sedangkan sisy, demi menuruti kemauan alex, yang tadi nya tidak mengantuk, malah ikut tertidur.


"kata nya tidak mengantuk"


alex tersenyum melihat istri nya yang ikut tertidur, sampai tidak tahu kalau alex sudah bangun dan bangkit dari ranjang nya.


"mau kemana?"


tanya sisy yang sudah terbangun, masih di atas ranjang sambil menurup mulut nya yang menguap.


mendengar deru langkah alex dari arah walk in closet dan sudah memakai kemeja rapi, membuat sisy terbangun.


"aku ada urusan pekerjaan sebentar, tadi siang di hubungi thomas itu"


alex menjelaskan sambil mengancingkan kemeja, dan merapikan nya.


"aku ngapain?"


sisy yang merasa jenuh, bertanya , tidak tahu harus berbuat apa.


"hahaaha, di bawah ada ruang perawatan kamu bisa massage di sana, atau apa lah terserah, kata nya badan nya lelah sekali bukan?"


alex memberi ide, apa yang bisa di lakukan sang istri selama di tinggal sebentar.


"makan malam di rumah?" tanya sisy lagi.


"emmm, belum tahu , nanti aku hubungi ya"


"hubungi kemana?"


mendengar pertanyaan sang istri, alex baru sadar kalau istri nya itu tidak memegang ponsel , sejak kembali dari aksi nya melarikan diri.


alex terdiam sejenak mengingat orang suruhan nya yang menemukan ponsel sang istri sudah di jual di kounter dekat stasiun kereta kala itu.


"aku nanti kirimkan ponsel baru ya, aku sampai lupa kalau kamu tidak punya ponsel lagi, tapi jangan di jual lagi ya"


alex sengaja menyindir sisy, yang menjual ponsel nya ketika melarikan diri.


"hmmmm, nyindir nih cerita nya, baiklah kalau begitu nanti malam tidur di luar saja lah kalau begitu" goda sisy pada suami nya dengan memasang wajah cemberut.


"eh, lha kok..."


niat nya mau bercanda, tapi malah dapat ancaman seperti itu, cukup sekali sudah tidur merasakan tidur di luar kedinginan membuat kepala atas bawah nyut- nyutan .


alex tak ingin kejadian itu terulang kembali.


.


.


.


spam...

__ADS_1


habis ini mau bikin sedikit konflik yes...


__ADS_2