
di bagasi mobil alex sudah penuh dengan paperbag barang ber merk,
habis berapa tadi. entah lah, yang pasti menghabiskan banyak dollar.
"kamu senang?" pertanyaan alex seolah menyindir wanita yang duduk di samping nya.
"lumayan" jawab sisy santai, tak peduli, sambil menoleh ke arah alex dan memamerkan senyum terindah nya.
membuat alex yang melihat, begitu gemas pada wanita nya itu.
jalanan kota cukup ramai. namun tak sampai membuat macet .
keduanya berlalu dan melesat dengan kecepatan sedang menuju ke mansion alex.
"hoam" alex terlihat menguap, dan menutup mulut nya.
hari memang sudah mulai malam. apalagi semalaman pria itu bergadang. menghabiskan malam nya dengan sang supermodel.
tentu membuat nya terasa kelelahan .
sisy yang melihat alex menguap, melirik,
"kamu ngantuk? pelankan kecepatan" sisy takut, alex mengendarai mobil dengan perasaan mengantuk. apalagi pria itu jarang menyetir sendiri seperti sekarang ini.
"aku hanya sedikit lelah, tenang saja aku masih sanggup" ucap alex, dengan masih konsentrasi menyetir. menghadap ke arah depan.
"kau harus tanggungjawab, aku minta nanti sampai rumah di pijit. ini karena belanja mu tadi terlalu lama"
sisy langsung menoleh ke arah alex.
" modus ya?, aku tidak minta ini lho ya" tak terima dengan imbalan yang di minta alex.
"tidak perlu khawatir, aku pria yang bisa di pegang omongan nya , aku tetap menunggu mu yang datang kepada ku" alex ingin wanita itu mau menuruti kemauan nya.
" kamu bahkan sudah menjamah tubuh ku yang lain, masih di suruh tidak perlu khawatir" gumam sisy pelan. namun masih terdengar alex.
" tapi aku tidak menjamah yang di bawah" alex membela diri, dengan melirik letak yang di maksud.
membuat sisy merasa geli di lihat bagian inti nya.
sisy yang menyadari gerutu an nya itu di dengar alex langsung menoleh ke arah sumber suara.
"hmmm" sisy kemudian menghela nafas nya panjang.
" aku bingung, kamu bisa mendapatkan wanita cantik, terkenal, berkelas, pokok nya lebih segala nya dari pada aku, tapi kenapa kamu seperti nya masih saja terobsesi pada ku" hal itu sebenarnya sudah lama ingin di tanyakan sisy .
sejak melihat sonya datang kerumah alex dan masuk ke kamar nya.
"karena kamu selalu menolak ku" alex masih fokus dengan kemudi nya.
" kalau kamu sudah memberikan nya pada ku, mungkin setelah itu aku tidak akan menginginkan mu lagi" alex melirik tubuh sisy dan memindai nya dari atas ke bawah, namun tetap membagi konsentrasi nya pada jalanan di depan nya.
namun kata- kata alex cukup membuat hati sisy terasa teriris.
[di campakkan setelah di pakai begitu maksud nya?].
__ADS_1
sisy yang di lihat tubuh nya merasa risih.
"aku sudah merogoh kantong ku cukup banyak untuk membeli mu. tapi sampai sekarang, kau belum melayani ku" belum puas juga alex sebelum mendapatkan tubuh wanita di samping nya. alex terus mengintimidasi sisy, menuntut sesuatu yang menurutnya menjadi hak nya.
.
.
sesampai nya di mansion,
sisy langsung ke kamar nya , dan alex berjalan ke kamar nya juga.
setelah mandi dan memakai piyama, sisy merebahkan diri nya di atas kasur, memejamkan mata nya sejenak.
[ lelah nya,,,,]
" jangan tidur dulu, ayo bayar itu semua" suara alex yang menggema, sambil menunjuk ke arah belanjaan.
sisy langsung membuka mata nya kembali, rupa nya alex sudah berada di atas nya, menyangga tubuhnya dengan tangan nya di sebelah kanan dan kiri tubuh sisy.
"kamu bilang gratis" sisy tak terima jika harus ada bayaran untuk belanja nya tadi.
"aku bilang tidak akan masuk ke dalam daftar hutang mu, jadi kamu harus mengganti nya dengan yang lain" alex tak ingin berlama- lama , diri nya bangkit dan ikut membaringkan tubuh nya di ranjang.
kemudian menengkurapkan tubuh nya.
"ayo mulai , aku ingin merasakan kelihaian tangan mu"
[maksudnya apa?"
sisy tak segera memijat punggung alex, hingga alex menoleh kembali.
[ohh ... memijattt]
"iya" sisy kemudian mulai memijat punggung alex .
mulai dari pundak hingga punggung.
tubuh yang lumayan kekar dengan otot yang keras, membuat sisy harus ekstra tenaga melakukan nya.
"ke bawah" perintah alex.
tangan sisy langsung meluncur ke bawah, memijat kaki- kaki alex yang terlihat berbulu.
" ke atas, jangan di kaki terus" alex masih dengan memejamkan mata nya.
tangan sisy terus menari- nari di tubuh alex , kini sisy mulai memijat paha pria itu.
"achhh" alex men**desah, merasakan pijatan tangan sisy, membuat yang mendengar mungkin akan salah paham.
benar saja, seorang pelayan yang akan mengantar kan minun yang di minta alex sebelum ke kamar sisy mengurungkan niat nya untuk masuk.
"astaga, reaksi mu berlebihan" sisy menghentikan pijatan nya, merasa kesal dengan reaksi alex.
"berlebihan bagaimana?" alex pura- pura tidak paham.
__ADS_1
"ya...untuk apa kamu bersuara seperti itu tadi?, sudah lah tidak usah di bahas lagi" sisy merasa malu sendiri membahas nya.
"sudah, aku tidak mau memijit mu lagi"
alex kini sudah membalikkan tubuhnya, menghadap ke arah sisy yang masih duduk di samping tubuh alex yang tidur telentang.
sisy hendak bangkit dari duduknya, namun alex malah langsung menariknya, membuat wanita itu jatuh di atas dada bidang alex.
dengan segera alex langsung membalikkan tubuh wanita nya,
mulai mendekatkan wajah nya, dan menatap wajah sisy begitu dekat,
"achhh" suara sisy keluar begitu saja, tatkala tangan alex mere**mas salah satu gundukan kembar sisy.
"reaksi mu jangan berlebihan"
! sekarang alex yang mengatakan itu, memang alex sengaja membuat wanita itu men** desah.
hanya ingin membalas kata- kata sisy yang mengatakan diri nya berlebihan.
alex tak langsung melepaskan tangan nya dari gundukan kembar yang terbilang kecil itu, jika di bandingkan dengan para wanita yang pernah dia jamah.
"singkirkan tangan mu alex" sambil memukul- mukul tangan alex.
namun tangan kekar itu tak mau juga menyingkir.
[aku heran, milik nya sangat kecil, tapi bisa membuatku bergetar]
" kamu pilih, aku yang memijit mu atau aku yang memijit mu" tangan alex malah kini kedua- duanya memijit dua gundukan kembar milik wanita di bawah nya dengan asal.
membuat sisy tak sadar, mengeluarkan desa**han namun dengan memukul - mukul tangan alex, ingin segera menyingkirkan tangan nakal alex dari aset nya .
"achhh...achhh..alex lepaskan, iya...iya...aku yang akan memijit mu, alex ,achhh hentikan"
melihat reaksi sisy, alex tersenyum licik, setelah dapat kesempatan memegang benda keramat sisy, dapat juga pijatan kembali.
namun reaksi wanita nya itu cukup membuat asetnya yang di bawah mulai ikut menegang, namun masih bisa di kendalikan, masih aman. tarik nafas sebentar juga tidur lagi.
tak lama setelah alex menghentikan aksinya, diri nya langsung merebahkan tubuh nya telentang menghadap ke langit- langit kamar, di samping sisy yang sudah mulai bangkit dari rebahan.
"ayo mulai lagi" alex memberikan isyarat dengan menggerakkan tangan nya di pangkuan sisy.
"seperti ini posisi nya?" sisy memicingkan mata nya, minta di pijit tapi kenapa tidak tengkurap.
"iya, ayo "
sisy mulai memijat lengan sebelah kanan alex.
dengan memejamkan mata, alex terus memberikan perintah.
"kurang keras"
"ke atas lagi"
"nah itu, disitu"
__ADS_1
.
.