
Sedangkan sisy, sejak kejadian semalam, mata nya masih sembab, bekas menangis semalaman.
Masih meringkuk di atas ranjang, tapi kali ini sudah memakai baju lengkap.
Setelah semalam alex menelanjangi nya, setelah kepergian alex dari kamar nya, sisy beranjak ke kamar mandi, mengguyur tubuh nya di bawah shower, mencoba menghilangkan jejak alex dari tubuh nya, kemudian memakai piyama dari lemari.
Sedangkan baju yang berserakan , sudah di bersihkan, di buang ke dalam sampah. Tak ingin memakai nya lagi, hanya akan teringat hal buruk kalau harus di pakai lagi.
Pagi ini, sisy tak ingin pergi sarapan, tak peduli jika alex marah tak melihat nya di meja makan.
Sisy benar- benar tak ingin melihat alex untuk sementara waktu, hati nya masih sakit, perasaan nya masih kesal.
juga merasa malu, karena alex sudah melihat seluruh tubuh nya, semua yang diri nya punya.
juga merasa benci dengan tindakan alex tadi malam.
Sesekali tangan sisy mengepal, memikul- mukul kasur juga bantal yang ada di ranjang nya jika harus mengingat kejadian semalam.
Sedangkan alex, juga tak ingin sarapan pagi di meja makan.
Tak ingin melihat wanita nya itu untuk beberapa saat.
Mencegah hasrat nya bangkit lagi, jika harus melihat wanita nya, pasti akan mengingatkan bagaimana diri nya melihat wanita nya telanjang bulat di depan nya, dan itu pasti akan membuat nya kembali berhasrat dan bergairah.
Tak ingin lepas kendali lagi, yang akan membuat wanita nya semakin membenci.
.
.
Akhir pekan berlalu, hari ini sisy sudah bersiap untuk berangkat kerja, menuruni tangga. Hari ini diri nya sudah lebih siap jika harus berhadapan dengan alex.
Meskipun ingatan nya dengan hal buruk kemarin tak bisa di lupakan begitu saja.
Di meja makan, sudak ada alec yang sudah meminum swcangkir kopi hangat, tak ingin melihat ke arah alex, sisy sengaja membuang pandangan, sesekali menunduk. Yang penting tidak melihat wajah alex.
Memulai sarapan pagi, seperti biasa nya, wanita itu suka sekali dengan jus buah di pagi hari,
Sisy menuangkan jus ke dalam gelas nya, masih tak ingin menatap ataupun bertegur sapa ke arah pria di depan nya.
Begitu juga alex, masih sibuk dengan roti di piring nya juga kopi di cangkir nya. Kedua nya sama- sama tak ingin menatap.
Melihat menu saeapan di priring siay hampir habis,
“Mulai sekarang kamu tidak aku ijinkan pergi bekerja lagi”
Alex bersuara, tanpa melihat ke arah wanita nya.
Kemudian kembali menyesap kopi hangat di cangkir nya.
__ADS_1
Mendengar ucapan alex, sisy menghentikan geeakan sendok nya sejenak,
[Sudah aku duga]
Kemudian kembali menghabiskan sarapan nya yang tinggal satu suapan,
Denting....
Sisy menjatuhkan sendok garpu nya di piring, cukup keras hingga menimbulkan suara lumayan nyaring.
Tanpa perlawanan atau kata apapun sisy bergegas bangkit dari tempat dusuk nya dan beranjak menaiki tangga kembali. Masuk ke dalam kamar nya lagi.
Alex hanya melirik wanita nya yang terlihat marah pada nya, tak ada reaksi, di biarkan begitu saja wanita nya itu.
[aku tidak mau seperti ini terus, aku harus pergi dari sini]
mengingat kemarahan alex, membuat siay bertekad ongin pergi dari hidup pria yang sudah beberapa bulan hidup serumah dengan nya, dengan berbagai masalah diantara nya.
Sisy membuka jendela, melihat di sekeliling nya, alex rupa nya tak menempatkan banyak penjaga seperti waktu diri nya pertama kali datang ke rumah itu, membuat siay mempunyai kesempatan untuk kabur dari alex secepat mubgkin.
Tentu tak mudah, di sekeliling rumab megah itu melingkar pagar tembok menjulang tinggi, di pintu gerbang terdapat penjaga siaga 24 jam. Belum juga cctv berada di mana- mana.
Satu- satu nya jalan keluar yaitu, dengan mengelabui penghuni rumah, sebelum sang big bos pulang.
Sisy menemukan cara, akan keluar dari rumah itu seperti biasa nya, berniat kabur tak membawa apapun, kecuali uang di dompet nya, tanpa baju atau yang lain nya.
Sisy melangkah keluar kamar, menuruni tangga,
“ mau ke minimarket depan sana bi” sisy menunjukkan arah minimarket dekat rumah alex.
Tak ada pesan khusus dari tuan nya, bi nani pun mengijinkan nona nya keluar begitu saja.
rintangan pertama lolos, sisy berjalan ke pintu gerbang dengan santai, jarak yang lumayan jauh membuat sisy sedikit lelah,
"mau kemana non?" tanya seorang penjaga gerbang.
"mau ke minimarket depan pak" ucap sisy,
dengan hormat penjaga gerbang membukakan pintu kecil, mengijinkan wanita big bos nya keluar dari rumah.
sisy berjalan hingga depan gang,encari taksi segera, dan menghentikan nya.
tak tahu kemana tujuan nya, yang pasti hanya ingin kabur dari alex , itu saja.
.
.
.
__ADS_1
di kantor, wajah juna masih sedikit terlihat lebam, melwwati ruang kerja siay, juna menoleh s3bentar, ruangan nya kosong, sudah di duga juna.
mira yang melihat atasan nya menoleh ke arah meja keeja sisy juga ikut menoleh.
[ada apa? sisy tidak masuk keeja, pak juna juga, kenapa wajah nya terlihat lebam?]
mir bertanya- tanya sendiri dalam benak nya.
.
.
sisy sampai di atasiun kereta api,
entahlah, pikiran nya sejak tadi hanya ingin pergi jauh dari alex ,maka tujuan nya ke stasiun ke reta api, hendak kabur ke luar kota,
namun bingung mau kemana, tak ada tujuan, tak ada sanak saudara, tak punya siapapun. mempunyai satu kakak, namun entah tak tahu keberadaan nya sejak lama. dan tak ingin mencari nya, karena dia diri nya harus terjebak ke dalam kehidupan yang di alami saat ini.
sisy duduk melihat orang berlalu lalang, namun sesekali pandangan nya kosong. memikirkan tindakan selanjutnya yang akan di ambil.
"kakak?"
suara panggilan dan tangan yang menyentuh pundak nya.
" flora? kenapa di sini?"
ya suara yang menyapa tadi adalah suara flora perempuan yang pernah di tolong nya.
"kenapa ada di sini?"
gantian suara sisy bertanya pada flora. padahal pertanyaan flora belum juga di jawab.
" oh,,,mau pulang kak, kakak kan tahu sejak waktu itu, aku dan ibuku pindah ke luar kota, memulai hidup baru"
"lalu?" sisy masih heran, kalau pindah ke luar kota kenapa masih di sini.
" hari ini aku mengambil ijasah dari universitas ku kak, baru keluar dan akan kembali pulang, menunggu kereta"
ucap flora melanjutkan cerita.
"kakak sendiri mau kemana?" flora bertanya lagi.
"emmmm.....sebenarnya aku sedang kabur dari seseorang, namun aku tidak tahu harus pergi kemana, aku tidak punya tujuan"
sisy menggaruk kepala nya, tak menceritakan diri nya mau kabur dari siapa.
"ohhhh,,, apa kakak ikut aku saja, nanti nginep di rumah ku, ibu pasti senang"
ucap flora antusias mengajak sisy ikut dengan nya.
__ADS_1
"dulu kakak susah payah membantu ku, sekarang gantian aku yang membantu kakak" ucap flora lagi,
membantu kabur dari oranh yang sama. namun flora tidak mengetahui nya.