Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
113. Tidak Boleh Keluar Rumah


__ADS_3

"ternyata aku salah menganggap mu alex" ucap sisy kemudian mematikan panggilan telepon dari alex, juga menonaktifkan ponsel nya.


untuk saat ini tak ingin berbicara dengan alex.


sisy hanya bisa menahan geram, juga menahan air mata agar tak terjatuh lagi.


pantang rasa nya untuk menangisi alex yang di ketahui bersama wanita lain.


meskipun sejauh ini belum tahu siapa wanita yang bersama alex dan sedang apa mereka.


pertanyaan sisy tentang wanita itu hanya di balas alex dengan pertanyaan balik , yang mencurigai nya bersama juna.


lalu, kenapa alex juga mengetahui pertemuan nya dengan juna? siapa yang melaporkan nya? ah, alex selalu punya anak buah di mana- mana, bukankah marsya adalah bodyguard yang di tugas kan alex? itu berarti marsya adalah orang alex juga, sekalipun sudah bernegosiasi dengan marsya dan meminta marsya untuk tidak mengatakan apapun pada alex, tak menjamin marsya tidak mengatakan itu semua, mungkin dia hanya patuh pada alex, sisy mulai mencurigai marsya, siapa yang mengatakan pada alex tentang pertemuan nya dengan juna, sekalipun itu bukan pertemuan yang di sengaja.


setelah berhari- hari tak menelepon dan memberi kabar, sekali nya menelepon hanya ada pertengkaran dan saling curiga, apakah segitu berat nya menjalin hubungan long distance relationship?


setelah pertengkaran nya dengan alex melalui sambungan telepon, sisy segera beranjak dari kamar nya, berjalan ke lantai bawah mencari marsya menanyakan kebenaran dari mana alex mengetahui pertemuan nya dengan juna.


"bi lihat marsya?" tanya sisy ketika berpapasan dengan bi nani di tangga.


"ada di kamar nya nyonya, saya panggilkan?" bi nani menawarkan untuk memanggil marsya.


"iya bi, cepat ini penting, aku tunggu di ruangan tengah" perintah sisy pada bi nani,


bi nani mengangguk dan kemudian segera sang kepala pelayan itu langsung bergegas kembali ke lantai satu menuju kamar marsya.


.


.


di ruangan tengah, sisy menunggu bodyguard cantik yang di tugaskan alex untuk menjaga nya,


"nyo..nyonya, ada apa?" ucap marsya yang datang menyapa sisy dengan terbata, pasti mau menayakan sesuatu yang kemarin ia janjikan namun di ingkari nya.


"marsya, aku mau tanya sesuatu, apa kamu mengatakan pada alex tentang pertemuan tidak sengaja ku dengan mantan atasan ku kemarin waktu kita di mall kemarin?" tanya sisy dengan pertanyaan yang sesopan mungkin pada marsya.

__ADS_1


marsya terdiam, marsya merasa tidak enak pada bos wanita nya itu, sudah berjanji namun berkhianat, iya marsya mengatakan dan melaporkan nya pada sang big bos.


"marsya?"


sisy menyebut nama marsya dengan penuh penekanan.


"iya , nyonya" ucap marsya lirih.


mendengar jawaban marsya, sisy menghela nafas panjang, dan memejamkan mata.


"kamu kan tahu marsya aku ketemu dengan mantan atasan ku itu juga tidak sengaja" ucap sisy geram pada sang bodyguard.


"alex pasti salah paham, pria itu terlalu pemarah dan tidak mau tahu" umpat sisy sambil mengingat segala sifat alex yang tidak ia sukai.


"tapi bos sudah tahu sebelum saya mengatakan nya nyonya" marsya mencoba membela diri, namun ucapan marsya membuat sisy memicingkang mata bertanya, apa maksud nya dengan ucapan marsya?


"bos hanya menanyakan pembenaran pada ku, saya tidak bisa mengelak lagi nyonya, bos sudah tahu lebih dulu, aku hanya bisa bilang iya saja saat di tanya bos" marsya menceritakan panjang lebar kronologi kejadian.


"tahu dari mana dia?" tanya sisy lagi.


marsya pun tidak tahu bos besar nya tahu dari mana, yang jelas sisy pun juga tidak heran alex mengetahui apapun yang dia lakukan sedetail apapun, biasa nya juga begitu.


mungkin mata- mata pria itu ada di mana- mana, apalagi alex pernah membenarkan kalau dia mengutus orang untuk selalu mengikuti ku, menyebal kan, batin sisy tak habis pikir, kenapa seolah diri nya yang salah?


padahal nyata- nyata diri nya yang mendapati wanita lain yang mengangkat telepon alex.


dan sampai sekarang diri nya belum tahu siapa wanita itu, ada hubungan apa atau hanya sekedar urusan pekerjaan?


alex hanya memberi jawaban kamu tidak perlu tahu, maksud nya apa? sisy hanya bisa marah- marah dalam hati.


"ya sudah marsya, kamu boleh pergi"


sisy hanya ingin memastikan saja, setelah mendapatkan jawaban yang ia inginkan, kemudian sisy menyuruh marsya kembali dan meninggalkan nya.


pertengkaran nya dan alex sudah terjadi, mau bagaimana lagi? apalagi sekarang jauh dengan alex, mungkin sisy akan menjelaskan kejadian nya kalau alex pulang, tapi diri nya juga marah, karena mendapati wanita lain bersama alex, jadi bukan alex saja yang marah, namun diri nya juga, sisy menarik nafas dalam, kemudian berjalan ke arah dapur, perutnya terasa lapar.

__ADS_1


.


" nyonya mau saya siapkan makan siang?" tanya bi nani ketika mendapati sisy ada di dapur membuka kulkas,


"aku mau makan di sini saja bi" ucap sisy sambil memegang segelas jus ,


"ada menu apa saja bi?" tanya sisy pada bi nani, rasa nya jadi lapar setelah memikirkan alex dengan semua ketidakjelasan nya, sejenak ingin melupakan semua nya.


"ada sup, steak, atau nona mau apa?mau di buatkan mie ?" bi nani sudah cukup hafal makanan kesukaan penghuni rumah.


"em, tidak perlu bi, aku makan yang ada saja, sup juga boleh"


ucap sisy pada bi nani, kemudian bi nani segera memerintah kan salah satu pelayan untuk menyiapkan sup permintaan nyonya rumah.


melihat bi nani membawa catatan kecil di tangan nya, sisy bertanya,


"itu apa bi?"


"ini daftat belanjaan yang harus di beli nanti nyonya" ucap bi nani menjelaskan.


"wah kebetulan, aku jenuh di rumah, mau ikut belanja sajalah nanti" sisy bersemangat, mau ikut pelayan nya berbelanja.


"tapi nyonya tidak boleh keluar rumah" ucap bi nani, yang membuat sisy mengernyitkan dahi tak paham.


"kenapa?"tanya sisy.


"tuan memberi perintah untuk tidak mengijinkan nyonya keluar rumah, di luar juga tuan sudah menambah penjaga"


sisy benar- benar tidak tahu itu, bahkan ada nya tambahan penjaga rumah, diri nya juga tidak tahu.


"sejak kapan?" sisy merasa seperti orang paling bodoh di rumah itu.


"empat hari yang lalu, setelah hari di mana nyonya keluar dari belanja di mall"


ah, pasti gara- gara ketemu juna itu, rasanya sisy ingin memaki sikap overprotective nya alex, namun sayang orang nya tidak ada di dekat nya.

__ADS_1


lagi- lagi alex mengatur dan mengendalikan hidup sisy, tanpa adanya kebebasan , semua harus atas kehendak alex.


apa hidup ku akan seperti ini terus? sisy hanya bisa lagi- lagi pasrah apapun kemauan alex.


__ADS_2