
alex baru saja pulang ke rumah, habis dari kantor.
sekali pun masalah kehidupan nya sedang pelik, masalah pekerjaan terus berjalan.
hampir satu bulan sudah alex dan sisy hidup sendiri- sendiri di kamar nya masing - masing semenjak kepulangan alex dari amerika.
sisy tidak mau dekat- dekat dengan alex, rasa mual selalu saja semakin parah ketika alex mendekati si ibu hamil itu.
setiap hari alex tak pernah menyerah untuk berusaha agar istri nya itu mau di dekati, namun kadang melihat mual muntah istri nya yang semakin parah, membuat alex tak tega memaksakan kehendak nya.
seperti hari ini, sepulang kerja setelah membersihkan diri, alex ke kamar istri nya, memastikan istri dan calon anak nya baik- baik saja.
meskipun selalu mendapatkan penolakan istri nya, alex tetap memperhatikan nyidam sang istri, juga terus memantau perkembangan kehamilan sisy.
alex berjalan menuju kamar sisy,
"bi, apa itu?"
alex melihat bi nani membawa nampan menuju kamar sisy.
"nyonya tuan, minta di buatkan mie rebus telur tadi" jawab bi nani, berhenti sejenak, menjawab pertanyaan tuan nya.
alex tersenyum simpul menemukan akal untuk memikat hati sang istri,
"sini bi biar saya yang mengantarkan" ucap alex sambil meraih nampan yang di pegang bi nani.
"eh, tuan, tidak usah biar saya saja" bi nani masih memegang erat nampan yang di atas nya ada semangkuk mie.
"sudah saya bilang saya saja" alex menarik lebih kuat nampan yang masih di pegang bi nani.
membuat mau yidak mau bi nani melepaskan nampan nya dan mempercayakan tuan nya itu memegang nampan, yang seumur- umur baru sekarang bi nani melihat tuan nya itu memegang nampan.
"tuan bisa?" bi nani meragukan kemampuan alex.
"bisa, sudah tenang saja, ini akan sampai pada pada pemilik nya" ucap alex meyakinkan bi nani.
bi nani memperhatikan bagaimana tian nya bahkan terlihat begitu kesusahan memegang nampan, mangkuk yang ada di atas nya hingga bergetar membuat kuah mie sedikit tumpah- tumpaj membasahi nampan.
alex terus berjalan dengan sangat hati- hati dan susah payah.
"gini saja tidak bisa, alex pasti bisa melakukan semua nya"
gumam alex pada diri nya, padahal kuah mie sudah berkurang hampir setengah nya, karena getaran saat alex berjalan, alhasil nampan yang tadi nya kering kini penuh dengan kuah mie.
"susah amat"
__ADS_1
gerutu nya lagi ketika berusaha membuka pintu kamar sisy.
setelah di dorong dengan cukup keras, akhirnya pintu terbuka dengan lebar, hingga menimbulkan bunyi dorrr.
membuat sisy yang ada di atas kasur menonton drama tv berjingkat kaget.
"astaga, membuatku kaget saja" ucap sisy sambil mengelus dada.
"alex, apa yang kamu lakukan?"
"hehehe, ini aku bawakan mie kamu sayang"
sambil berjalan dengan getaran kuat di mangkok mie, memamerkan senyum pepsodent"
sisy yang melihat getaran manhkok mie serta kuah yang kini bahkan hanya tersisa sedikit, merasa ngeri dengan polah tingkah suami nya.
"eh...eh hati- hati, kenapa tidak bi nani saja sih?" ucap sisy sambil ketakutan takut mangkok mie nya jatuh.
"yang jadi suami mu kamu itu aku, bukan bi nani, jadi aku yang akan mengabulkan keinginan anak kita"
ucap alex dengan penuh percaya diri.
"tara...ini mie nya" alex dengan semangat memberikan nampan itu pada sisy.
sisy yang melihat isi mangkok serta area nampan yang basah kuyup hanya bisa menggelengkan kepala.
alex kemudian ikut naik ke ranjang sebelah istri.
mengulurkan tangan nya, ke perut sisy.
sisy yang melihat antusias alex, tak tega mengusir nya, apalagi mual muntah nya sudah mulai berkurang, begitu pun ketika dekat dengan ayah si bayi, tak merasakan mual berlebih seperti sebelum nya.
"hai, ini daddy, baik- baik ya si sana, jangan menyusahkan mommy"
ucap alex berdialog dengan janin yang masih ada di perut, sambil terus mengelus nya.
"makan yang banyak ya baby, biar cepat besar" alex masih terus berdialog dengan kandungan yang baru mau melewati trimester pertama.
"aku mau mencium anak ku"
alex menoleh ke arah sisy yang sedang menyendokkan mie dengan kuah hampir habis.
melihat ekspresi alex, sisy mnganggukkan kepala memberi ijin suami nya itu mencium perut nya.
baru kali ini, alex di ijinkan menyentuh janin yang masih dalam kandungan itu, sebelum nya, jangan kan memegang, baru radius seratus meter saja sisy sudah langsung mual muntah dan kemudian lari ke toilet untuk mengeluarkan isi perut nya.
__ADS_1
semakin hari, rasa mual itu semakin berangsur berkurang, termasuk ketika dekat dengan alex, tak ada reaksi berlebih seperti sebelum nya.
yang ada sekarang malah sisy sering lapar, dan minta ini itu, membuat tubuh nya kini semakin berisi alias lebih gemuk.
"sayang, kamu kok sudah tidak mual muntah lagi dekat dengan ku"
tanya alex sambil terus mengelus perut istri nya serta memperhatikan sisy yang makan dengan lahap nya, melihat tubuh istri nya yang semakin berisi juga.
"iya, entah lah, mungkin sudah mau memasuki trimester ke dua" jawab sisy masih asyik dengan mie di tangan nya.
"oh ya?" mata alex berbinar, seolah mendapat doorprize.
itu arti nya diri nya bisa dekat- dekat lagi dengan istri nya kalau sudah tidak mual muntah, dan... bisa meminta jatah tentunya.
"he' em"
ucap sisy singkat sambil.mengangguk, menghabiskan suapan terakhir mie nya.
"berarti sekarang kita bisa tidur bersama dong?"
mata sisy langsung melirik alex dengan tajam.
"sana, tidur dengan sonya dan wanita mu di video itu" ucap sisy galak.
mendengar iatri nya yang masih saja ingat dengan masalah itu, membuat alex menghela nafas kasar.
'masih aaja ingat, padahal sudah lama, susah sekali membuat nya lupa , walau sudah di baik- baikin, yang sudah- sudah masih saja di unhkit, mau sampai kapan?'
alex menggerutu dalam hati, tak berani mengucapkan langsung, tak mau bertengkar lagi, sudah yerlalu lelah bertwngkar terua masalah itu.
"sayang, aku kan sudah bilang tidak ngapa- ngapain dwngan wanita di video, dan dengan sonya, aku hanya mengantarkan brian pulang waktu itu, tanpa sonya, . aku sudah tidak peenah ngapa- ngapain lagi dengan sonya, percayalah, plis... lupakan masalah kemarin, aku janji tidak akan tergoda sama selena maupun sonya"
"oh nama nya selena" ucap sisy menyindir.
"sayang, sudah jangan bahas masalah dia lagi ataupun wanita lain nya" pinta alex memelas sambil tangan nya terus memohon pengampunan dari sang istri.
sisy sudah tahu cerita kalau sonya dan alex tidak melakukan apapun.
sebelum nya sisy sudah menghubungi sonya, menanyakan hal itu, dan jawaban nya sama dengan jawaban alex saat ini,
sisy jadi yakin dan percaya, waktu itu alex dan sonya memang tak melakukan apapun.
sisy kemudian tak lagi membahas masalah itu, sisy pun lelah bertengkar dengan masalah yang sama.
mungkin saat nya memberikan kesempatan kedua untuk alex, memperbaiki sikap nya agar tak tergoda lagi dengan wanita manapun.
__ADS_1
walau bagaimana pun, diri nya sekarang sedang mengandung anak alex.