Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
50. Cemas


__ADS_3

tak ada yang bisa menolak perintah alex. sisy akhirnya menuruti perintah alex. pergi bekerja di antar oleh nya. membuat sisy terlambat sampai kantor.


"siy apa kamu mulai sombong mentang- mentang pimpinan baru seperti nya menyukai mu, jadi kamu berangkat telat sesuka mu?"


mira kesambet dari mana, bicara ketus pada sisy, perasaan sisy tak berbuat salah pada teman nya itu. namun kelihatan nya teman nya itu menunjukkan sikap permusuhan.


[mira kenapa sih. julid amat] sisy menatap heran pada sahabatnya itu.


"aku terjebak macet mir, lagian kamu ngomong apa sih? siapa yang suka, ngarang kamu. jangan bikin gosip" sisy ingin menyangkal apa yang ada di pikiran mira.


"kalau pak juna tidak menyukai mu , mana ada pria tiba- tiba membelikan sesuatu untuk perempuan, mahalll lagi" mira seperti nya di dera rasa cemburu akut.


"lalu kenapa kamu marah?, kamu cemburu?" selidik sisy pada sahabatnya, sambil tersenyum, padahal sudah jelas apa yang di tunjukkan mira itu sebuah rasa cemburu.


"kamu kan tahu aku lebih duluan tertarik pada pak juna, eh kamu nya yang dapat perhatian dari nya. kan sakit siy di sini. sakit tapi tak berdarah" sambil menunjuk bagian hati nya . berbicara dengan rasa iba. membuat sisy yang melihat sahabatnya itu terkena wabah cinta mencoba menahan tertawa.


tak mau teman nya itu lebih marah padanya.


[mir...mir...kamu tenang saja. aku tidak akan bisa dengan bebas melakukan ini itu. apalagi bermain perasaan dengan pria lain]


"mira, aku tidak mau persahabatan kita rusak. aku tidak ada perasaan apapun pada pak juna, sekalipun pak juna naksir seperti yang kamu bilang tadi"


sisy berjalan ke arah mira yang masih memanyunkan bibirnya. memegang pundak mira. memberika kepastian tentang apa yang di ucapkan nya tadi.


" kalau pak juna nya yang naksir pada ku, kenapa aku yang di sewot in?" sisy mencoba mengganggu sahabat nya dengan menggelitik pinggang mira. membuat mira mulai tersenyum lagi pada nya.


"belum tentu pak juna naksir kamu" sekarang mira gantian yang tidak rela pria yang di idamkan nya itu tertarik pada sahabatnya.


"nah itu dia, belum tentu, mungkin saja pak juna memang tipe laki- laki yang perasaan nya halus. tahu saja kalau bawahan nya ada masalah. murni hanya ingin membantu" seperti angin segar bagi sisy, supaya teman nya tidak membenci nya lagi. terus meyakinkan.


mira tak membalas. hanya menaikkan alisnya, berharap apa yang di katakan sisy benar. kalau juna tidak sedang mendekati sisy.


keduanya kini kembali ke meja kerja masing-masing. menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda.


serta menyelesaikannya sebelum mereka bertolak ke amerika.


[amerika i'm coming] sisy baru membayangkan saja sudah begitu antusias.


ke pergi an nya dan mira ke amerika tinggal menunggu beberapa jam saja. membuatnya begitu semangat ingin segera menyelesaikan pekerjaan .

__ADS_1


.


.


sore hari, sampai rumah sisy langsung bergegas untuk packing barang- barang nya ke dalam koper kecil. menyiapkan apa yang akan di bawa untuk perjalanan.


kamar sudah seperti kapal pecah. sisy begitu antusias, sampai bingung apa yang akan di bawa nya.


ini adalah pengalaman pertama nya ke luar negeri. sekalinya ke luar negeri langsung ke seberang benua yang jauh dari tempatnya sekarang. membuat dirinya was-was namun bahagia.


di luar, alex baru pulang dari kantor. menanyakan pada bi nani di mana wanita nya.


kemudian menyusul sisy yang masih berjibaku dengan barang apa saja yang akan di bawa ke amerika.


melihat suasana kamar dengan barang berserakan ke sana ke mari, alex memicingkan mata nya,


"sedang apa kamu?"


melihat kedatangan alex sisy hanya melirik kemudian melanjutkan aktifitasnya, berkemas.


"kamu lupa, besok aku ke amerika, penerbangan ku pagi. jadi aku harus siap-siap dari sekarang"sambil membereskan pakaian, sisy terlihat sumringah.


"kita?" tanya sisy sambil mendongakkan wajahnya. melihat ke arah alex.


"he' em" jawab alex singkat.


kemudian sisy mengambil ponselnya mencari tiket elektronik nya dan berjalan ke arah alex memperlihatkan nya.


"nih tiket ku penerbangan pagi" sambil mengulurkan ponsel ke arah alex.


alex kemudian mengambil ponsel sisy dan melemparkan ke tengah ranjang.


"aku sudah bilang, kamu aku ijinkan tapi syaratnya kamu perginya dengan ku" ucap alex santai. malah sekarang rebahan di ranjang sisy.


"kamu kasih tahu teman mu, kalau kau tidak bareng dengan nya, aku hanya mengajakmu . tidak mengajak teman mu juga. " ucap alex lagi.


sisy tahu tak bisa berbuat apa-apa kalau alex sudah memberikan titah.


sisy hanya mendengus kesal.

__ADS_1


[terlalu banyak syarat, sedikit- sedikit syarat. nasib jadi tawanan]


gumam sisy dalam hati. kemudian melanjutkan acara nya untuk merapikan barang ke dalam koper.


.


.


pagi hari, sisy gusar, pasalnya mira sudah banyak kali menelepon.


" mir, aku ada urusan mendadak, sepertinya kamu harus terbang sendiri. aku sudah refund ke penerbangan sore" sisy sebenarnya tidak enak dengan mira.


" siy aku kan pertama kalinya, aku takut perjalanan seorang diri" mira mengiba.


"mir, aku kan juga , pertama kalinya. namun aku benar- benar ada urusan mendadak. kamu pasti berani. " sisy meyakinkan mira.


setelah mendapatkan dukungan dan semangat dari sisy akhirnya mira berhenti menghubungi sisy.


sisy begitu gelisah. tak enak dengan mira.


sedangkan alex hari ini masih ke kantor. membuat sisy juga bingung dan khawatir.


[ sebenarnya dia akan ke amerika nggak sih? kok masih ke kantor, apa dia sudah packing?]


sisy takut kalau alex hanya berusaha menahan nya, tak mengijinkan nya pergi ke amerika.


alex tak seperti sisy. pergi ke luar negeri bagi alex adalah hal biasa. bukan sesuatu yang istimewa bagi nya. berbeda dengan sisy . ini adalah kali pertama pengalaman nya bahkan pertama untuk naik pesawat. sampai - sampai semalam suntuk sisy tidak bisa tidur.


(siapa yang kalau mau bepergian seperti sisy juga? wkkkk)


hingga matanya sudah seperti mata panda.


sisy berulang kali keluar masuk kamar mandi. parah sih, sudah tak terhitung berapa banyak nya. benar- benar di landa ke cemasan. kecemasan dobel. melihat begitu tidak ada persiapan dari alex membuat sisy semakin cemas. meragukan kebenaran alex memberikan ijin padanya atau tidak. sedangkan alex yang di telepon sisy berulang kali tak mengangkat.


membuat sisy geram dengan alex


[jangan- jangan ini cuma akal- akal an mu untuk menahan ku supaya tidak pergi]


sisy yang lelah menelepon alex namun tak di angkat, kemudian dirinya membuang ponselnya ke tengah ranjang dan merebahkan tubuhnya. berusaha menenangkan diri.

__ADS_1


__ADS_2