Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
129. Aku Takut Kehilangan Kamu


__ADS_3

melihat istri nya itu semakin menangis tersedu- sedu, alex merasa tak tega, mulai merendahkan nada suaranya.


"Enggak sayang, aku menyibukkan diri dalam pekerjaan, aku tidak sempat untuk melakukan itu semua" ucap alex sehalus mungkin.


"aku bahkan sudah lupa bagaimana cara nya bercinta" gerutu alex pelan, mengumpat karena kesal, namun masih harus menahan emosi nya di depan sang istri.


.


.


dulu membuat wanita nya itu cemburu adalah hal yang menyenangkan, tapi sekarang membuat wanita nya itu cemburu hanya mencari petaka, mencari masalah saja, semua akan menjadi rumit, menghadapi kemarahan wanita sungguh tidak mudah.


"Bohong"


nada sinis dari sisy, tidak percaya dengan apa yang di ucapkan alex.


membuat alex menghela nafas panjang, bingung harus berkata apa lagi, untuk meredam kemarahan istri.


kesabaran nya benar- benar di uji habis- habisan saat sisy hamil, kemeja rapi yang seharusnya ia gunakan untuk berangkat ke kantor pun kini sudah kusut, sekusut hati dan wajah nya.


tak lagi memikirkan pekerjaan, atau meeting penting di kantor, semua ia tinggalkan, gagal pergi ke kantor, hanya untuk memastikan kalau istri nya tak akan pergi meninggalkan diri nya, pergi dari rumah nya.


Alex berjalan mendekati sisy, ingin berbicara dari hati ke hati, lelah untuk bertengkar terus menerus.


"Aku tidak bohong, aku tidak pernah menyentuh wanita lain, atau di sentuh wanita lain selain kamu, terakhir.... yang ada di video itu, aku tidak akan mengulang kesalahan itu lagi"


ucap alex lirih, ragu mengungkit masalah yang sudah membuat diri nya mendapatkan hukuman sampai saat ini.


alex terus mendekat, meraih tubuh wanita nya itu, tangan nya terulur meraih tubuh sisy, meskipun tangan wanita itu terus menampik dan mendorong tubuh alex, namun alex tak menyerah.


"Aku tidak mau kamu menolakku seperti ini terus, aku ingin kita baikan, aku juga tidak mau bertengkar lagi, kemarahan mu yang dulu atas video itu saja belum usai, mana berani aku mengulangi kesalahan ku lagi?"


alex tetap merangkul tubuh wanita nya, memasukkan ke dalam pelukan nya, meskipun tangan sisy masih terus memukuli dada bidang alex. alex tak peduli dengan pukulan itu.


"lupakan semua ucapan ku terdahulu, jangan mengungkit nya lagi, aku...aku..."

__ADS_1


Alex masih sedikit gengsi mengakui perasaan nya, otak nya sejenak berpikir,


"Aku ...tidak mau kamu pergi, aku tidak mau kehilangan mu"


"aku...takut kehilangan kamu, jangan pergi dari ku" akhirnya alex mencurahkan seluruh rasa di dada, mengungkapkan isi hati nya.


mendengar kalimat itu, sisy menghentikan pukulan tangan nya di dada sang suami, merasa tersentuh dengan kata yang tak pernah terucap dari alex, baru kali ini.


menyadari pergerakan tangan di dada nya berhenti, alex langsung menarik tubuh wanita nya ke dalam pelukan, merengkuh nya dan mendekap nya erat, rasa tak ingin kehilangan yang baru saja terucap dari alex, terlihat dari bagaimana cara pria itu mendekap erat tubuh sang istri.


kini hanya isak tangis yang terdengar dari wanita itu, sisy melampiaskan semua amarah nya lewat tangisan di pelukan sang suami.


.


.


setelah beberapa saat, alex kemudian menggendong istri nya itu yang sudah lelah menangis, tenaga nya habis, menggendong ke arah ranjang di kamar itu, menidurkan ibu hamil yang mulai mengantuk sehabis menangis.


hari ini alex tak jadi pergi bekerja, waktu nya ia habiskan seharian untuk menemani sang istri yang sedang tidur, terlihat wajah wanita nya itu masih sembab, mata nya bengkak, serta isak yang beberapa kali terlihat di tengah tidur sang istri, alex kemudian menenggelamkan tubuh wanita nya ke dalam pelukan nya, supaya wanita nya itu tidur dwngan nyaman dan nyenyak.


sore menjelang, wanita nya itu mengerjap, membuka mata,


alex menoleh ke arah samping,


"sudah bangun?" tanya alex sambil tersenyum pada sisy.


sisy hanya terdiam, tak menjawab pertanyaan alex, maupun membalas senyuman alex.


"Aku haus, tolong ambil kan air di samping mu"


mendapatkan perintah dari sisy, alex tersenyum kembali, tak mendiamkan nya itu berarti wanita nya itu sudah tidak marah lagi.


alex menaruh tablet nya, kemudian meraih gelas di meja samping nya, memberikan pada sisy yang kini merubah posisi nya menjadi setengah duduk dengan sandaran pada headboard tempat tidur.


"Terima kasih"

__ADS_1


ucap sisy masih dengan nada datar, kemudian menghabiskan air putih dalam gelas berukuran sedang yang baru saja di berikan alex.


setelah menghabiskan nya, memberikan gelas itu pada alex kembali dan di taruh alex pada meja yang sama di sebelah nya.


tak sengaja kedua mata bertemu, kedua nya terlihat kikuk,


saling terdiam sehabis bertengkar hebat, rasa nya begitu aneh.


sisy mengulurkan tangan nya, ke arah dada alex, sontak alex kaget dengan apa yang di lakukan wanita nya itu, tapi juga senang, apakah sang istri sudah benar- benar tidak marah pada nya?


"Emm,,, aku mau menghapus memori tentang wanita itu, menggantikan nya dengan memori tentang aku"


tiba- tiba sang istri berucap seperti itu, alex mengernyitkan dahi, tak paham apa yang di maksud dari kalimat yang terucap dari sang istri.


"hah? apa? "


alex tak paham dengan apa yang di ucapkan sisy.


tak menunggu lama, tangan sisy yang tadi nya berada di dada alex kini sudah berpindah posisi, berjalan bergerak sampai di perut, dan kini alex merasakan tangan istrinya itu sudah berada di junior nya, bergerak membelai lembut di balik celana. alex yang menyadari itu, tubuh nya mulai menegang.


sedangkan kedua bola mata sisy masih menatap alex dengan intens.


"sayang"


ucap alex lirih memanggil istri nya, sejenak memejamkan mata, merasakan sensasi nikmat yang ia rasakan, tak percaya istrinya itu menjadi agresif, apalagi di ketahui baru saja marah dan menangis setelah pertengkaran yang terjadi.


tak puas dengan posisi nya yang miring, sisy mendorong sedikit dada alex hingga posisi miring alex sebelum nya, kini berubah menjadi telentang.


sisy berganti posisi bergerak ke arah bawah dari tubuh alex, tangan nya terus membelai kejantanan suami, membuat alex semakin kelimpungan, mata nya kini memperhatikan setiap gerakan sang istri.


"akhhhh hmmmm ekhhh, sayang" alex mulai tak tahan dengan pancingan dari sang istri.


"aku sekarang yang akan memanjakan milik mu, aku tidak mau ada bekas wanita itu, tidak juga wanita lain"


sisy bertekad menggantikan peran wanita yang ada di dalam video yang pernah ia lihat.

__ADS_1


__ADS_2