
sepanjang kerja dari siang sampai sore, kedua sahabat yang jarak meja kerja nya berekatan itu, saling diam, tanpa tegur sapa, tanpa bercanda seperti yang biasa mereka lakukan.
menarik perhatian yang lain ikut heran. sempat karyawan lain bertanya pada kedua nya, apa mereka sedang marahan atau ada masalah?, namun tak di jawab apapun baik sisy maupun mira. hingga pulang kantor pun mereka berjalan dan pulang sendiri- sendiri. padahal biasanya mereka sering keluar kantor bersama- sama jika jam pulang kerja .
.
.
.
sampai rumah, ketika hendak menaiki tangga, sisy berpapasan dengan alex.
sisy sempat melihat ke arah alex, ketika mau menyapa nya,
"tum- "
baru mau bicara sudah di tinggal berlalu oleh alex yang sedang turun ke lantai bawah, yang menggunakan pakaian casual santai.
sisy yang di cuekin hanya bisa melihat punggung alex berlalu meninggalkan nya seorang diri, bengong.
[ada apa dengan orang- orang? kenapa aku di cuekin semua orang? tadi di kantor mira, sekarang pria mesum itu, bukan hanya sekarang, sejak di thailand bukan, dia jutek dan marah pada ku]
menggelengkan kepala nya heran, mengingat mulai kapan diri nya di diamkan oleh pria yang biasa mengganggu nya itu. sisy kemudian melanjutkan berjalan ke arah kamar nya.
.
.
.
hari ini, mira dan sisy ada pekerjaan di luar kantor, mereka di tunjuk perusahaan untuk mewakili perusahaan datang ke sebuah acara peringatan hari pers nasional di sebuah ballroom hotel.
hubungan kedua sahabat itu masih sama, belum bertegur sapa antar kedua nya.
tak bertahan lama, mendapat tugas pekerjaan yang sama dari kantor memaksa mereka mau tidak mau harus berkomunikasi.
mengikuti acara perayaan yang di pandu oleh jurnalis terkenal, yang sudah biasa ada di televisi.
.
.
"sudah cari taksi?" tanya mira pada sisy, yang juga berjalan di sebelahnya.
"iya ini baru aku buka aplikasi taksi online" ucap sisy yang masih sibuk dengan ponsel nya . sejak tadi loading melulu, susah sinyal.
beberapa kali sisy menaikkan dan mengibas- ngibaskan ponsel yang masih ia genggam.
dari jarak yang tidak begitu jauh, sisy seperti melihat seseorang yang tidak asing bagi nya.
memfokuskan pandangan ke arah seseorang yang berjalan dari luar hotel menuju ke dalam lift.
[eh, bukan nya itu thomas?, dengan seorang wanita? kenapa wanita nya seperti itu? seperti di paksa? terlihat wajah nya juga ketakutan, apa thomas sedang mengancam wanita itu? apa perintah alex?]
__ADS_1
pikiran sisy bertanya - tanya sendiri ketika melihat thomas dengan seorang wanita, kurang lebih sekitar berumur 20 tahun an, yang jelas lebih muda dari nya.
melihat ekspresi seorang wanita yang di gandeng tangan nya oleh thomas namun terkesan di cengkeram, membuat sisy penasaran.
ada apa dengan wanita yang di bawa thomas tersebut.
atau jangan- jangan thomas mau menyakiti wanita itu?
melihat sisy yang tiba- tiba berjalan ke arah lift, membuat mira heran.
"siy....siy... mau kemana? hey taksi nya bagaimana? sudah dapat belum? siy....siy... hey..."
[bagaimana sih, bukan nya jalan ke luar malah jalan ke arah lift lagi]
mira yang dari tadi memanggil sisy dan bertanya, namun tidak mendapat jawaban, membuat mira mengikuti sahabat nya itu.
sisy memencet tombol lift, memperhatikan lift berjalan ke lantai berapa.
melihat lift berjalan ke lantai 11, baru lift yang ada di depan nya itu turun kembali.
"ngapain kita naik lagi?"
tanya mira yang di buat penasaran oleh teman nya yang tiba- tiba bersikap aneh.
"aku sedang penasaran pada sesuatu"
ucap sisy singkat, kemudian berjalan memasuki lift dan memencet angka lantai 11.
meskipun menggerutu dalam hati, mira tetap mengikuti teman nya itu.
"lantai sebelas? mau ngapain?" mira masih saja bertanya.
"aku juga belum tahu" jawab sisy singkat.
"maksudnya apa? kenapa belum tahu tapi malah ke sana?"
pertanyaan mira yang sejak tadi tak berhenti membuat sisy jengkel.
apalagi otak nya juga memikirkan siapa wanita yang di bawa thomas yang terlihat seperti di ancam, ketakutan.
pikiran nya bercabang jadi dua. siapa wanita tadi dan di sebelahnya, harus mendengar mira yang bertanya banyak hal . membuat sisy jadi kesal sendiri pada mira.
"mira, aku sedang ada urusan, aku sedang membuntuti seseorang, kalau kamu ikut, jangan banyak tanya dulu, okey?, aku pusing mendengar pertanyaan dari mu"
"ish, aku menyesal mengikuti mu" mira pun merasa tersinggung dengan sikap ketus nya sisy pada nya.
belum juga baikan karena masalah juna kemarin, sekarang malah di jutek i lagi setelah sudah mulai mau berbicara, tak mendiamkan lagi.
membuat mira juga jengkel pada sisy.
tanpa berkata lagi, hanya memasang wajah tak bersahabat.
ting....
__ADS_1
pintu lift terbuka,
"bagaimana aku menemukan nya? di sini hanya ada deretan pintu kamar hotel"
gumam sisy pelan namun masih terdengar oleh mira.
[sedang membuntuti siapa sih dia?]
mira yang di buat penasaran oleh sisy, namun tak bertanya lagi, hanya bergumam dalam hati.
"mir...mir... belok ke sana, belok ke sana" ucap sisy gugup sambil menepuk dan mendorong mira untuk berbelok ke pojok lorong yang lain ketika melihat sosok thomas keluar dari kamar yang bertuliskan kamar nomor 212.
"kamu kenapa sih siy, kita membuntuti siapa?, siapa orang itu?" mira yang di buat penasaran oleh sisy, lagi- lagi bertanya banyak hal.
"sttttt" perintah sisy sambil menempelkan jari telunjuknya di bibir nya, memberi isyarat untuk diam dan tidak berisik, bersembunyi dari thomas.
tak ingin thomas mengetahui keberadaan nya.
perlahan langkah kaki thomas menjauh dari pintu kamar yang barusan di tutup, masuk ke dalam lift dan menghilang, seperti nya turun ke lantai bawah.
membuat sisy yang memperhatikan kepergian thomas merasa punya kesempatan untuk mencari tahu, ada apa di dalam kamar 212 itu.
sisy mulai berjalan mendekati pintu kamar.
"siy kamu mau apa?"
tanya mira melihat sisy mau mengetuk pintu kamar bertuliskan angka 212.
"aku mau masuk " ucap sisy singkat.
sudah tidak tahu lagi, mira hanya diam dan mengikuti sisy , mengikuti apa yang teman nya itu akan lakukan dan mau kemana .
tok....tokk...tokkk...
sisy mengetuk pintu kamar yang sejak tadi membuat nya penasaran, namun belum ada respon apapun, tak ada yang membuka nya.
[tidak mungkin kan tidak ada orang? bukan kah wanita tadi belum keluar?]
tok...tokkk...tokkkk...
sisy mencoba mengetuk pintu kembali, kali ini terdengar lebih keras.
ceklek...
terdengar seseorang membuka kan pintu. seorang laki- laki berbadan besar, serta bertato, yang ada di tangan kanan nya.
[kenapa laki- laki yang membukakan pintu? harusnya seorang wanita kan?]
seorang pria berwajah menyeramkan dan menakutkan seperti seorang preman itu, menatap tajam pada mira dan sisy bergantian.
mira menyenggol pundak sisy, nyali nya menciut melihat tatapan tajam dari pria yang ada di depan nya.
sedangkan sisy, malah seperti tidak peduli pada pria berwajah preman itu.
__ADS_1