Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
110. Kamu Merobek Nya


__ADS_3

" Alex di mana dalaman ku?"


tanya sisy sambil mencari dua benda pribadi nya pada alex yang masih rebahan tanpa busana di dalam selimut yang sama dengan sisy.


"entahlah, aku membuangnya asal, aku membenci dua benda mu itu, susah sekali di buka"


ucap alex dengan masih tak beranjak dari atas ranjang.


sisy menggunakan kemeja nya untuk menutupi tubuh bagian depan nya dan berjalan kesana kemari membolak balikkan selimut, seprai serta bantal, juga mencari ke pojokan- pojokan ranjang, b*ra nya sudak ketemu, kurang ce* lana dalam yang di buang alex entah kemana, sedangkan yang membuang nya tak mau tahu.


setelah mencari kesana kemari, akhir nya sisy menemukan seonggok ****** ***** tipis berenda milik nya, terdampar di pojokan ruangan dekat dengan lemari baju, entah bagaimana alex melemparkan nya hingga sejauh itu, sisy tidak habis pikir.


sisy segera memungut barang pribadi nya, sedangkan alex masih dengan posisi nya, masih bermalas- malasan untuk bangun, masih kelelahan setelah meminta jatah dua ronde dari sang istri.


"ALEXX"


teriak sisy setelah melihat ce*lana dalam nya sobek tak bisa di gunakan lagi.


"kamu merobek nya" gerutu sisy.


melihat benda pribadi wanita nya yang sobek, alex tertawa.


"hahaha, aku kesusahan membuka nya, terlalu ketat jadi aku robek" ucap alex santai.


bagaimana bisa pria itu begitu tidak sabaran dan merobek barang pribadi milik nya, sisy begitu kesal.


"lalu aku pulang pakai apa?" tanya sisy yang masih kesal.


"tidak perlu memakai nya kan tidak masalah, masih ada celana jeans mu" jawab alex enteng.


kemudian alex ikut bangkit dari atas ranjang, menyingkap selimut yang dari tadi ia gunakan untuk menutup sebagian tubuh nya bagian bawah, dan berjalan dengan polos mendekat ke arah sisy.


"itu pasti tidak akan nyaman" ucap sisy masih menggerutu.


"kalau minta itu kenapa tidak bilang dari rumah sih, biar aku bawa ganti"


ungkap sisy menambahkan, masih sebal dengan keputusan alex yang meminta jatah nya tanpa bilang terlebih dahulu dari rumah, biar bisa persiapan membawa baju ganti.


melihat wanita nya sebal, alex kemudian memeluk sisy masih tanpa busana, dua permukaan kulit saling bersentuhan tanpa penghalang, membuat birahi alex kembali bangkit.


merasakan gerakan di bawah sana, sisy langsung berjingkat, kaget, namun masih fokus pada drama ce*lana dalam nya yang sobek.


"aku akan menyuruh thomas untuk membelikan mu dalaman" ucap alex dengan suara mulai serak.


"jangan, itu memalukan" sisy tak setuju dengan ide alex.


"kenapa memalukan? bahkan semua baju di almari mu juga thomas yang beli"


"ha?"


sisy langsung melongo menatap alex terkejut mendengar kenyataan dari mulut alex.

__ADS_1


"jadi selama ini?"


sisy begitu syok mendengar kebenaran selama ini, padahal banyak gaun tipis serta pakaian dalam seksi termasuk pakaian dalam yang baru saja di sobek alex, itu adalah thomas yang membeli nya, sisy tidak bisa mempercayai itu.


"ya, aku hanya bilang sesuai permintaan ku, maka thomas akan mencarikan sesuai apa yang aku mau"


ucap alex santai, tanpa rasa malu pada thomas, tidak seperti sisy.


"alex, jangan lakukan itu lagi, itu sangat memalukan untuk ku, biar aku cari sendiri setelah ini"


sisy hanya bisa memperbaiki masa depan meskipun tak bisa merubah masa lalu.


"hmm, terserah kamu saja, ayo mandi bareng"


alex tak ingin mempedulikan lagi drama dalaman istri, karena yang dia ingin kan menambah ronde.


bibir nya sudah menelusup ke ceruk leher sisy, mengendus bau wangi istri, menjelajahi nya dengan bibir nya.


"bohong, kamu pasti mau minta lagi kan?"


merasakan ada yang bergerak di bagian tubuh bawah nya, sisy sudah bisa menebak, kalau mandi bareng hanya kamuflase alex.


"hahaha"


alex hanya bisa tertawa mendengar tebakan sisy yang benar.


sisy hanya bisa pasrah dengan keinginan alex yang minta tambah ronde di kamar mandi.


.


.


sisy terlihat berjalan tidak nyaman, pasal nya diri nya tak memakai dalaman nya, membuat alex yang melihat tersenyum dari belakang.


"ini sudah kelewat banyak untuk makan siang, makanan yang aku bawa juga sudah dingin"


gerutu sisy membuka paperbag yang dia bawa, berisi makanan yang sudah ia masak sendiri.


"padahal aku memasak nya sendiri lagi" sisy meratapi hasil karya nya yang sia- sia.


mendengar keluh kesah sisy, alex langsung meraih kotak makanan yang masih di pegang sisy.


"sini biar aku makan, aku lapar" ucap alex, tak ingin mengecewakan sang istri.


"tapi sudah dingin, pasti tidak enak, tidak sebaik nya pesan saja?"


"tidak perlu, aku sudah kelaparan, olah raga tiga ronde membuatku kehabisan tenaga"


ucap alex sambil mengerlingkan sebelah mata nya, menggoda sisy, mengingatkan kegiatan panas nya yang baru saja mereka lakukan.


"aku keluar banyak tadi, ah kaki ku saja masih terasa bergetar " sambil makan, alex masih saja meracau kesana kemari.

__ADS_1


sedangkan sisy merasa senang, usaha nya memasak tak jadi sia- sia.


setelah menghabiskan bekal yang di bawa sisy, alex mengambil ponsel nya yang berbunyi di atas meja kerja nya, rupa nya itu panggilan telepon dari sonya.


alex langsung mengangkat nya, raut wajah alex terlihat serius, tanpa kata, hanya mendengarkan lawan bicara yang ada di seberang telepon sana.


kemudian alex menutup nya dengan raut wajah yang masih sama, padahal setelah mendapat jatah tiga ronde tadi, wajah alex terlihat sumringah,


tok..tok...


suara ketukan pintu dari luar, alex memencet tombol open dari remote kecil di depan nya.


dan memberi perintah masuk pada orang yang mengetok pintu ruangan nya.


rupa nya thomas yang datang.


mengingat cerita alex tadi, sisy masih merasa malu pada orang keeprcayaan alex itu.


sisy mengalihkan pandangan nya ke arah lain, fokus pada tempat yang berisi bekal makanan yang di bawa, malu sendiri jika ternyata selama ini thomas yang membelikan semua pakaian pribadi milik nya.


padahal thomas bersikap biasa saja, juga tak paham dan tak memperhatikan ekspresi sisy, hanya fokus pada sang bos.


"bos, sonya menelepon lagi, mengabari perkembangan ma_"


belum sempat menyelesaikan kalimat nya alex sudah memotong pembicaraan thomas.


"aku sudah tahu, moreno membuat ulah lagi, dia menginginkan salah satu proyek, dia ingin bertemu dengan ku langsung"


"tak ada jalan lain, aku akan menemui nya, sebelum dia berulah lagi"


"siapkan penerbangan, kita akan ke amerika lagi" perintah alex pada thomas.


sisy yang mendengar itu kaget, baru juga sampai masak harus melakukan perjalanan yang melelahkan lagi, serasa malas melakukan itu.


"ke amerika lagi?" tanya sisy pada alex.


mendengar sisy bertanya, alex menoleh pada sang istri.


"ya, aku dan thomas, kamu tetap di sini"


mendengar itu, sisy lebih kaget lagi, alex rupa nya tak mengajak serta diri nya.


alex tak ingin wanita nya terlibat dalam pusaran permasalahan nya dengan moreno.


"berapa lama?" tanya sisy pada alex.


"entahlah, aku juga belum tahu"


.


.

__ADS_1


__ADS_2