
apakah benar ada nya, kalau cinta bisa merubah sikap keras nya seseorang?
di ruang makan, acara sarapan pagi yang biasa alex dan sisy lakukan.
sisy masih terlihat gelisah, khawatir kalau alex melanjutkan kemarahan nya tadi malam.
pagi ini diri nya menuruni tangga dengan begitu pelan. serasa malas untuk turun dan sarapan bersama bersama pria yang menurut nya monster.
deg....
[kenapa pria itu sudah bangun dan di sana dulu an? apa dia sudah bersiap- siap melanjutkan kemarahan nya?]
pelan namun pasti, mau tidak mau pasti akan sampai juga di meja makan.
berhadapan dengan alex yang masih belum terlihat raut wajah nya.
entah masih marah atau malah semakin marah? karena sisy kemarin malam langsung bergegas kabur setelah bisa melepaskan tangan nya dari alex.
sisy terus berjalan, tak ingin melihat ekspresi wajah alex sedikit pun.
pelan- pelan menarik kursi dan duduk semeja dengan alex. masih tidak mau melihat ke arah alex, tak ingin melihat wajah alex.
sisy mulai memfokuskan pandangan pada sandwich di depan nya, meminum segelas susu.
masih dengan nafas yang begitu berat.
berusaha memelankan gerakan supaya tak menimbulkan suara apapun.
mulai menyuapkan sepotong sanwich di mulut nya , dengan wajah masih menunduk.
"ehmmm"
suara deheman alex seketika membuat sisy kaget hingga reaksi tubuh nya sampai berjingkat.
"kita pergi ke kantor bersama"
ucapan alex membuat sisy mulai berani menghadap ke arah wajah pria yang duduk di depan nya.
sisy melihat wajah alex yang terlihat santai, bahkan cenderung lebih manis.
lebih mengagetkan lagi, di akhir ucapan nya , bibirnya terlihat mengulum senyum.
[dia sudah tidak marah?] guman sisy dalam hati nya bertanya- tanya.
"iya..." jawab sisy lirih.
setelah keduanya menghabiskan sarapan, keduanya berjalan beriringan keluar menuju mobil.
.
.
" nanti sore pulang kerja aku jemput"
ucap alex sambil tatapan nya masih fokus ke tablet yang ia pegang.
"hah?"
belum selesai di buat heran atas keramah tamahan alex tadi, kini di kaget kan lagi dengan ajakan alex yang akan menjemput nya pulang kerja.
bukan yang pertama memang. tapi kali ini ajakan nya begitu lembut. tanpa tatapan dingin atau pun paksaan.
"iya"
jawab sisy singkat.
ingin bertanya kenapa, namun tak mau membuat mood alex berubah menjadi buruk.
pagi ini tidak melihat alex melanjutkan kemarahan nya yang kemarin malam saja sudah bersyukur sekali.
__ADS_1
di keramaian kota, mobil mewah itu melaju dengan kecepatan sedang. suasana pagi membuat jalanan lebih padat namun tak sampai membuat kemacetan.
alex masih sibuk dengan tablet nya sedangkan sisy sibuk dengan pikiran nya.
sambil sesekali melirik ke arah alex. ketika alex balik menatap, sisy berusaha membuang pandangan nya ke arah lain.
tak ingin di ketahui alex kalau diri nya memperhatikan dan mengamati wajah pria yang sedang duduk di samping nya.
ketika mendapati sisy mencuri pandang, alex tersenyum.
kemudian fokus lagi pada tablet nya. seperti itu hingga sampai di depan gedung pencakar langit tempat sisy bekerja.
" sampai jumpa nanti sore" ucap alex begitu manis.
astaga, meleleh nggak tuh?
"hah , iya"
hanya kata itu yang bisa terucap dari bibir sisy sejak tadi.
[ada apa dengan nya? kenapa dia malah terlihat begitu manis]
sisy tanpa sadar menarik bibir nya tersenyum.
hingga berjalan ke arah lift pun pikiran sisy masih terfokus pada reaksi alex yang begitu manis pagi ini.
[ kalau saja dia begitu manis seperti itu setiap hari, mungkin aku akan jatuh cin_]
"hai, pagi"
suara pria yang baru saja menyapa, membuyarkan lamunan sisy tentang alex.
sisy langsung menoleh ke arah kanan nya. rupa nya yang baru saja menyapa adalah atasan nya, juna.
"pagi - pagi sudah melamun"
sindir juna yang baru saja memergoki sisy melamun.
"hehehe, tidak pak"
sisy menundukkan kepala, begitu sungkan ketahuan atasan nya kalau diri nya melamun.
" tidak perlu ngeles lagi, melamun kan apa?"
juna sengaja membuat sisy salah tingkah.
sambil menunggu lift, mereka berdua saling mengobrol.
sisy yang di tanya, menundukkan kepala, tak menjawab.
"melamunkan saya ya"
celetuk juna , membuat sisy seketika bereaksi.
"ha?"
sisy langsung medongakkan kepala, ke arah atasan nya itu.
"tidak pak"
[narsis sekali rupa nya pak juna]
ting....
suara pintu lift terbuka.
juna hanya tersenyum menanggapi sanggahan sisy.
kemudian mengajak nya masuk ke dalam lift. menuju lantai ruang kerja nya.
__ADS_1
.
.
sore hari, seperti yang alex katakan, bahwa diri nya akan menjemput sisy pulang kerja.
tepat pukul 5 sore, ponsel sisy sudah berbunyi tanpa henti.
alex sudah menelepon berkali- kali. sedangkan sisy masih berjibaku dengan pekerjaan nya.
menatap layar komputer di depan nya.
ponsel nya berbunyi terus menerus di dalam tas.
menyadari ponsel nya berbunyi, sisy bergegas mengambil nya.
"hallo"
baru mengangkat suara di seberang telepon sudah mengomel tiada henti.
menyuruh sisy segera turun .
[astaga sudah jam 5, baru sadar. ish.... perasaan tadi pagi begitu manis. sekarang sikap asli nya mulai keluar lagi. dasar si tukang marah- marah]
sisy segera merapikan meja kerja nya, mematikan komputernya dan bergegas pulang.
juna yang melihat sisy berjalan setengah berlari itu, sempat mau menyapa. namun sebelum terucap sisy sudah hilang dari pandangan nya.
.
ketika membuka pintu mobil, sisy sudah di sambut dengan wajah alex yang tak semanis tadi pagi, ekspresi nya kini terlihat dingin.
[pria itu, cepet banget mood nya berubah]
namun tak ada kata apapun.
di dalam mobil, kini suasana nya terasa tegang.
tak ada kata apapun dari alex. pria itu terlalu gampang tersulut emosi nya.
karena sisy yang tak kunjung mengangkat telepon saja langsung ngambek. seperti anak kecil saja.
sedangkan sisy, pandangan nya mengarah ke jendela samping. mengamati pemandangan di luar jendela mobil. serta ramai nya jalanan.
[ eh, ini bukan jalan pulang ya?]
sisy mengernyitkan dahi, batin nya bertanya- tanya.
"kita mau kemana?"
melihat jalanan yang di lalui bukan menunjukkan jalan pulang, sisy menoleh ke arah alex. menanyakan mau kemana.
" kita cari makan dulu" ucap alex masih dingin.
padahal itu bukan lah makan malam biasa.
alex sengaja menyuruh thomas untuk menyiapkan makan malam bersama wanita nya itu.
pikir alex, diri nya ingin memberikan hadiah makan malam romantis dan menjelaskan tentang maksud nya menculik flora.
tak ingin wanita nya itu salah paham dan cemburu.
alex seperti nya terlalu percaya diri kalau sisy berusaha membantu flora kabur karena tak ingin ada wanita lain selain sisy.
di sebuah restoran mewah, dengan ruang privat, serta lampu temaram dan lilin- lilin cantik yang menyala di tengah meja memberi kesan begitu romantis.
sangat cocok untuk sepasang kekasih yang sedang kasmaran. saling mengungkapkan perasaan satu sama lain. mencurahkan rasa cinta antara dua sejoli yang yang sedang jatuh cinta.
harus nya.....
__ADS_1
sisy memandangi sekitar, juga memandangi meja yang sudah di hias sebegitu rupa.
" ini makan malam dalam rangka apa?"