
"mir , amerika sekarang musim apa? aku antusias banget nih . ini pertama kali nya aku ke amerika" ucap sisy merasa senang tentang rencana keberangkatan nya ke amerika.
"kata nya ngajak menyelesaikan kerjaan, eh dianya yang masih ngajak ngobrol" gumam mira namun masih terdengar sisy.
mira sebal, ketika teman nya itu di ajak membahas bos baru nya, katanya di suruh melanjutkan pekerjaan. eh malah dia ngajak membahas yang lain nya.
namun gerutu mira di balas sanyuman dari sisy.
"perasaan kemarin ketika dapat kabar kita akan ke amerika, aku yang senang duluan. kenapa kamu antusias nya baru sekarang?" tanya mira pada sahabatnya itu, merasa kesal pada sisy yang antusiasnya terlambat.
' kemarin kan belum acc big bos ku mir' batin sisy.
" mir , musim apa amerika? kalau musim dingin , aku belum punya jaket tebal nih" sisy bertanya lagi pada sahabat nya.
" mana ku tahu siy , aku juga belum pernah ke sana" jawab mira sebel.
melihat ekspresi mira yang tidak bersahabat, membuat sisy kembali melanjutkan fokusnya di depan komputer.
melanjutkan pekerjaan nya yang dari tadi di selingi obrolan antar kedua nya. kebetulan tempat duduk mereka bersebelahan dan dekat.
"siy, pak juna itu seumuran dengan kita nggak sih?" mira rupanya masih kepikiran dengan atasan tampan nya itu.
" juna lagi..." sekarang gantian sisy yang sebel dengan teman nya itu.
membuat sisy menegakkan tubuhnya untuk fokus menyelesaikan pekerjaan nya.
tak ingin lagi di ajak mira untuk bergosip tentang pimpinan baru nya.
"iya nih aku jadi ter juna- juna gitu, otak ku ingin memikirkan nya terus" ucap mira sambil menghadap langit- langit di sertai senyum- senyum sendiri mengingat pria yang menjadi pujaan nya.
sisy yang melihat teman nya seperti orang gila hanya menggelengkan kepala, tak ingin membahas lebih lanjut.
.
.
waktu sudah menunjukkan jam makan siang.
arjuna pimpinan baru di divisi sisy dan mira juga merupakan anak pemilik perusahaan terlihat keluar dari ruangan nya.
mira yang melihat itu pertama kali memamerkan senyum nya.
"siy, pak juna ke sini " mendengar perkataan mira, sisy ikut penasaran dan segera menghadap melihat nya.
" mohon perhatian nya, saya ingin mentraktir makan siang , di hari saya pertama kali bekerja. supaya kita lebih kenal lagi dan kompak sebagai satu divisi"
ucapan juna membuat senang semua karyawan di divisi tersebut yang berjumlah sekitar 12 orang termasuk mira dan sisy.
juna yang berdiri tepat di samping meja kerja sisy terlihat melirik sisy dan di ketahui oleh sisy.
__ADS_1
tak ingin beradu pandang dengan juna, sisy menoleh ke sembarang arah untuk menghindari mata juna.
" kenapa aku merasa dia sering melihat ke arah ku? ah tidak mungkin. itu pasti kebetulan saja" ucap sisy dalam hati nya.
di kantin kantor terlihat ramai oleh teman- teman mira dan sisy dalam satu divisi . terlihat juga juna.
juna termasuk orang yang low profile. meskipun anak pemilik perusahaan yang sedang belajar dari bawah meskipun pada akhirnya dia akan menjadi pimpinan tertinggi perusahaan nya itu, dia tetap mau berbaur dengan bawahan nya dan makan di kantin. berbeda dengan anak para bos lain nya.
" boleh aku duduk di sini?" juna meminta ijin sisy untuk duduk di kursi sebelahnya yang kosong.
mira langsung melongo melihat itu, padahal kursi yang kosong banyak. termasuk kursi yang juga tepat di sebelah nya.
kenapa juna memilih kursi yang ada di sebelah sisy.
sedang kan sisy yang merasa kaget juga dengan juna yang memilih duduk di dekat nya juga merasa heran.
sejenak terdiam, hanya melongo melihat ke arah juna. hingga juna mengulangi pertanyaan nya lagi.
"ehm....apa aku boleh duduk di sini?"
membuat sisy buru- buru menjawab pertanyaan yang sudah di ucapkan pimpinan baru nya itu dua kali.
" ah silahkan pak juna" sambil tangan sisy mempersilahkan.
kemudian juna terlihat duduk serta meletakkan nampan yang berisi makan siang nya di meja yang sama dengan sisy dan mira.
.
.
.
ya kantor alex, alex sedang membahas rencana kerja nya ke amerika dengan thomas dan sonya. serta membahas sebuah model iklan.
di situ, di tempat ruang kerja alex juga ada seorang model dengan paras yang cantik serta body mempesona.
model cantik itu tak berkedip sedikit pun melihat alex yang sedang menerangkan sesuatu pada nya, di sertai senyum menggoda.
mencoba merayu alex.
alex memang selalu di kelilingi wanita cantik dan seksi.
sehingga diri nya memanfaatkan kesempatan itu untuk hanya sekedar bermain- main dengan para wanita yang menggoda nya. menawarkan kesenangan pada nya dengan suka rela.
"nona prisilla? bagaimana? " pertanyaan alex membuyarkan lamunan model cantik itu tentang alex.
"ah saya ikut saja" sambil mengedipkan mata nya ke alex. memberikan godaan bertubi- tubi.
menyadari itu, alex hanya tersenyum .
__ADS_1
sedangkan di bangku yang satu nya ada sonya duduk. untuk membahas rencana kerja big bos nya ke amerika. mengatur beberapa pertemuan dengan petinggi dan bos besar di sana.
ya, sonya masih di indonesia. baru nanti sore akan terbang ke amerika untuk kembali bertugas mengurus usaha alex yang ada di sana.
tindakan model cantik yang di ketahui bernama prisilla itu tentu tak luput dari pandangan sonya.
hal semacam itu sudah biasa sonya lihat. ketika sang big bos yang juga teman nya di ranjang bermesraan dengan wanita lain.
tak ada yang bisa di lakukan sonya selain menerima.
termasuk tindakan alex menyimpan sisy di rumah nya.
bahkan sonya sudah mendapat pengakuan alex tentang perasaan alex yang mungkin menyukai sisy.
sonya pun bahkan tak menunjukkan kebencian nya pada para wanita di sekitaran alex. termasuk pada sisy.
kesetiaan dan loyalitas sonya pada alex memang tak di ragukan lagi.
meskipun kesetiaan itu berbalut cinta yang di rasakan sonya.
alex tak pernah menaruh hati pada sonya. hanya menganggap sonya murni orang kepercayaan nya.
alex yang merupakan seorang yang suka bermain dan bersenang- senang dengan banyak perempuan tak pernah menyentuh sonya.
sampai suatu ketika seiring berjalan nya waktu sonya menaruh perasaan pada alex.
alex bahkan sudah menolak perasaan sonya. namun dengan suka rela sonya menawarkan tubuh nya pada alex. sonya bahkan rela dan senang hati meskipun sekedar teman untuk memuaskan bos nya di atas ranjang.
baru mulai situ alex sering memuaskan hasratnya pada sonya.
di sisi lain alex juga tetap bersenang- senang dengan wanita lain di luaran sana.
sonya berhutang budi pada alex. jasa alex bagi sonya tak ternilai . hanya bisa dia balas dengan kesetiaan dan loyalitas seumur hidupnya.
.
.
waktu dulu, sonya mengalami kesulitan hidup.
keluarga nya yang hidup di bawah garis kemiskinan membuat diri nya terjebak ke dalam kehidupan yang suram.
di usianya yang belia, sonya muda sudah harus di nikahkan dengan seorang pria. sialnya, pria yang di nikahkan dengan nya bukan pria baik- baik.
mempunyai suami yang suka berjudi menjadikan suami sonya terlilit banyak hutang.
.
.
__ADS_1
.